
"DINDA", gumam Harry.
" Apa kamu mengenalnya,Nak?" tanya Yuna pada putra angkatnya itu.
Harry mengangguk.
"Pergilah, Bik. Nanti akan aku jelaskan peraturan rumah ini kepada perawat baru kita", kata Mia kepada pembantu yang mengantarkan perawat tadi.
" Saya permisi, Nyonya".
Pembantu itupun pergi meninggalkan ruangan itu.
Harry menghampiri Dinda yang tak lain adalah kekasihnya sendiri dan memeluknya.
"Aku sangat merindukanmu", ucap Harry
" Aku juga",jawab Dinda sambil membalas pelukan kekasihnya tersebut.
"Ayo,aku kenalkan kamu dengan ibuku", ajak Harry setelah melepas pelukannya.
" Bu,kenalkan ini Dinda. Dia adalah pacarku Bu".
Dinda mencium punggung tangan wanita yang sedang berdiri di depannya.
"Kamu sangat cantik, pantas putraku ini menyukaimu"
"Terimakasih atas pujiannya,Tante", jawab Dinda.
" Jangan panggil Tante,panggil saja ibu sama seperti Harry. Tapi...saat ada suamiku kamu harus memanggilku Nyonya. Aku tidak ingin dia curiga",kata Yuna.
"Aku mengerti,Tan..maksudku ibu", jawab Dinda gugup.
" Pasti ada banyak hal yang ingin kalian berdua bicarakan,ibu akan biarkan kalian berdua di sini."
"Terimakasih, Bu", ucap Harry.
" Tapi kalian harus berhati-hati jangan sampai ketahuan oleh orang-orang suruhan ayahmu ",Yuna memperingatkan Harry dan calon menantunya itu.
" Iya ibu jangan khawatir "
Yuna ke luar dari kamar putranya dan membiarkan mereka berduaan.
"Din,kenapa kamu bisa sampai ke tempat ini?" tanya Harry kepada kekasihnya itu.
"Bintang memberitahuku kalau kamu di kurung oleh ayahmu dan dia juga memintaku untuk membantu mereka memata-matai ayahmu agar mereka bisa secepatnya membawamu keluar dari sini", jelas Dinda.
" Begitu rupanya, aku senang karena Rangga mengutusmu dan bukan orang lain. Jadi aku bisa setiap hari melihatmu" kata Harry.
"Tapi Din,apa kamu tidak takut? Ayah angkatku terkenal sangat kejam?"
"Selama itu demi dirimu,aku tidak akan takut apapun".
"Terimakasih ya Din", ucap Harry
Harry menarik pinggang kekasihnya itu agar mereka bisa semakin dekat.
Dan dengan sangat lembut dia mencium bibir kekasihnya tersebut.
"Harry jangan...".
" Tenang saja aku tidak akan melakukan hal yang lebih dari sekedar ciuman. Karena aku ingin kita melakukan itu setelah kita menikah",kata Harry yang kembali mencium bibir kekasihnya itu.
Mereka mengakhiri ciuman mereka saat ada suara langkah seseorang yang mendekati kamar Harry,yang ternyata adalah pembantunya.
"Maaf Den,Anda dan Mbak....", pelayan itu melirik ke arah Dinda.
" Nama saya Dinda"
"Aden dan Mbak Dinda di suruh Nyonya ke ruang makan karena makan siang sudah siap", lanjut pelayan tersebut.
" Iya Kami akan segera ke sana",jawab Harry.
__ADS_1
Harry dan Dinda menuju ke ruang makan dimana Yuna telah menunggu mereka.
*****
Sementara itu di perusahaan MJ Grup
Michel memarahi semua pegawai dan stafnya karena merasa semua orang-orang itu tidak bejus dalam bekerja.
"Apa yang kalian lakukan selama ini? Aku sudah memberikan gambaran laporan dari Wijaya Grup kenapa kita masih bisa kalah dengan perusahaan itu?", maki Michel kepada semua orang yang ada di ruangan itu.
" Maaf Pak,sepertinya di detik-detik terakhir Wijaya Grup mengganti laporan yang akan di jadikan presentasinya kemarin",jawab salah seorang karyawan
"Apa maksudmu?", tanya Michel geram
" Kemarin 15 menit sebelum presentasi di mulai Rangga Wijaya direktur dari Wijaya Grup dan juga asistennya Nando meminta waktu untuk mengubah berkas mereka. Dan berkas baru yang mereka paparkan 180 derajat berbeda dengan laporan yang di berikan Bapak kepada kita",jelas karyawan itu lagi.
"Itu artinya Rangga sudah tahu siapa mata-mata kita di perusahaannya. Tapi kenapa dia tidak melakukan tindakan apapun terhadap orang itu. Atau Jangan-jangan mata-mata kita berbalik arah dan kembali membela Wijaya Grup. Aku akan tangani ini sendiri,silahkan kalian bubar", seru Michel kepada anak buahnya.
Seluruh karyawan dan staf yang berada di tempat itu pun membubarkan diri.
" Rangga Wijaya, ternyata anak ingusan itu jauh lebih hebat dari ayahnya Harryangga. Sekarang cara satu-satunya untuk menghancurkan keluarga Wijaya adalah dengan menyerang kelemahannya",gumam Muchel.
"Mia lihatlah sebentar lagi kamu pasti akan memohon untuk kembali padaku".
Michel menatap foto Mia yang berada di atas meja kerjanya.
"Lusi,bagaimana apa kamu sudah mendapatkan perawat baru untuk Harry?" tanya Michel kepada sekertarisnya melalui sambungan telpon.
"Sudah, Pak. Dan seharusnya perawat itu sudah sampai di kediaman Bapak", jawab sang sekertaris dari ujung telpon sana.
" Apa kamu juga sudah menyelidiki latar belakang perawat itu? Jangan sampai perawat itu adalah kiriman dari Rangga Wijaya "
"Sudah,Pak. Dan saya sudah memeriksa latar belakang perawat itu " jawab Lisa lagi.
"Kalau begitu kembalilah bekerja"
"Baik Pak".
Michel menutup telponnya.
*****
" Nando, tolong kamu atur orang untuk menjaga keluargaku.Aku tidak ingin kecolongan seperti waktu itu",titah Rangga pada asistennya Nando.
"Baik", jawab Nando.
" Rangga, apa aku boleh menanyakan sesuatu? "tanya Nando seraya duduk di bangku kosong yang ada di depan bos sekaligus temannya itu.
" Silahkan! "
"Kamu sudah tahu siapa penghianat di perusahaan kita,tapi kenapa kamu tidak melakukan apapun terhadap orang itu?"tanya Nando.
Rangga menatap Nando sekilas.
" Walau bagaimana pun,dia adalah orang yang pernah berjasa bagi Wijaya Grup. Dulu dia telah membantu papa merintis kembali perusahaan Wijaya yang bangkrut karena ulah Michel. Jadi anggap saja ini adalah kesempatan terakhir yang aku berikan untuk menebus kesalahannya karena pernah mencoba berhianat. Tapi jika sekali lagi dia berani menghianati Wijaya Grup aku tidak akan memberinya toleransi lagi ", jelas Rangga santai namun tegas.
" Wah ternyata sikap dingin kamu masih ada ya. Aku kira setelah Bintang berhasil menaklukkanmu,kamu sudah kehilangan keganasanmu", cibir Nando dengan sedikit bercanda.
"Sialan kamu", Rangga melempar asistennya itu dengan bolpoin yang ada di depannya.
Dan dengan cepat Nando berhasil mengelak.Kebetulan di saat yang sama seseorang masuk ke kantor Rangga hingga bolpoin yang Rangga lempar tadi mengenai tubuhnya.
" Aku kira setelah berkeluarga kalian berdua sudah tidak kekanak-kanakkan lagi ternyata kalian tetap saja dua orang bocah yang masih suka bermain di waktu kerja ",kata Rania kepada dua orang di depannya.
Orang yang baru masuk tersebut adalah Rania.
" Kak Nia,silahkan duduk Kak",suruh Rangga.
Rania duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut.
"Ohya kenapa kakak belum pulang ke rumah dan menemui mama? Kenapa kakak malah tinggal di apartemen"Ada sesuatu yang harus kakak lakukan"
__ADS_1
Rania menunjukkan beberapa berkas kepada adiknya itu.
"Ini... sertifikat kepemilikan saham MJ GRUP?".
Mata Rangga membulat sempurna.
"Dari mana kakak mendapatkannya?" tanya Rangga sambil melihat berkas- berkas yang di berikan oleh kakaknya.
"Jika Michel memiliki mata-mata di perusahaan kita, kenapa kita juga tidak melakukan hal yang sama", jawab Rania santai.
"Memang kakak baru mendapatkan 40% dari seluruh saham yang di miliki MJ GRUP, Tapi setidaknya itu cukup untuk memberikan ancaman kepada perusahaan itu. Karena jika kita menjual saham MJ GRUP dengan harga rendah maka itu akan membuat seluruh harga saham MJ GRUP juga akan anjlok", jelas Rania.
" Tapi bagaimana mungkin Kakak bisa mendapatkan itu dengan mudah?"
"Itu karena aku yang membantunya", jawab seseorang yang baru saja masuk,dia adalah Erik.
" Pak Erik "
"Maaf kan aku Pak Rangga, karena ayahku menghianati Bapak. Sebelumnya aku benar-benar tidak tahu kalau ayahku sudah berhianat,makanya ketika ayahku menanyakan rencana apa saja yang di buat oleh perusahaan Wijaya Grup aku menjawabnya dengan gamblang. Aku benar-benar minta maaf atas nama ayahku", ujar Erik
" Maaf Pak Erik, aku belum bisa mempercayai Anda sepenuhnya",kata Rangga berterus terang.
"Aku mengerti", jawab Pak Erik.
" Tunggu tunggu, Kenapa Kak Nia dan Pak Erik tiba-tiba bisa akrab ya? Bukankah kalian tidak pernah bertemu sebelumnya?" tanya Nando.
"Dulu Nia adalah adik kelasku waktu kuliah,dan beberapa hari yang lalu kami bertemu di depan gedung Wijaya Grup. Dari situlah aku baru tahu kalau Rania kakak dari Rangga Wijaya dan anak pertama dari Harryangga Wijaya adalah Rania yang sama yang aku kenal waktu jaman kuliah dulu. Karena sebelumnya aku hanya mendengar nama Rania Wijaya tanpa bertemu secara langsung dengannya",Erik berbicara panjang lebar dengan sesekali melirik ke arah Rania.
" O...begitu ",kata Nando
*****
Di kediaman Wijaya..
Bintang membantu Mbok Jum membuat kue,karena hari ini Ana dan Dewi akan berkunjung ke rumahnya.
ting tong ting tong
" Sepertinya itu mereka, aku tinggal sebentar ya Mbok "
Bintang ke ruang tamu dan membukakan pintu.
"Bintang", teriak Dewi dan Ana bersamaan.
Mereka berdua memeluk Bintang bersamaan.
" Eh,bumil nggak kerepotan nih ikutan meluk",kata Bintang
"Nggak lah" jawab Dewi.
"Bi,mana calon mantuku?" tanya Dewi
"Calon mantu?", tanya Bintang bingung.
" Itu lho anak kamu yang ganteng itu,Tama",jawab Dewi.
"Oh..itu ada di dalam,yuk masuk".
Ana,Dewi dan Kiara masuk ke dalam rumah tersebut.
" Tama,Mikha sini Sayang ajak Kiara main di dalam ",seru Bintang kepada dua anaknya.
Tidak lama kemudian Tama dan Mikha datang.
Mikha langsung berlari memeluk Kiara,sementara Tama bersikap sok cool.
" Ayo,Kia kita main ke kamarku",ajak Mikha.
"Iya", jawab Kiara sambil sesekali melihat ke arah Tama.
Kiara masih kesal terhadap Tama karena ingat waktu terakhir ketemu Tama berani mencium pipinya.
__ADS_1
Tama hanya mengikuti langkah Kia dan saudaranya itu dari belakang. Karena sebenarnya Tama masih malu kalau mengingat kejadian di bandara waktu itu.
Sementara anak mereka bermain di dalam kamar Mikha. Bintang dan yang lainnya ngobrol di taman belakang rumah.