
Setelah sekian tahun berada dipuncak Watu Karu, berlatih ilmu kanuragan dan ilmu kadig dayan dibawah bimbingan kedua Maha Yogi kembar kini Hanuraga sudah mulai beranjak remaja...
"tak terasa kini kau sudah besar anakku dan sudah semua ilmu kau pelajari, kami berdua sangat bangga padamu.."
t"erimakasih guru, tanpa guru aku tak mungkin menggapai semua ini.."
"kau satu satunya murid yang sangat berbakat, dan kami beruntung berjodoh denganmu karena kau akan mewarisi perguruan ini, sebelum kau di diksa menjadi sesepuh masih ada beberapa tahapan yang harus kau lalui.."
Ki Mudra memberi wejangan dengan senyum yang sungguh membuat hati Hanuraga damai saat berada didekat kedua Maha Yogi itu..
"aku akan selalu siap guru.."
berkata dengan penuh semangat..
"baiklah, mari ikuti aku"
kata k
Ki Mudra dan Ki Madra serempak..
mereka bertiga berjalan menuruni gunung, entah akan dibawa kemana namun hanuraga mengikuti dari belakang dan tetap fokus..
tak terasa mereka sampai di suatu tebing yang sangat terjal, tampak rumput liar dan berbagai tumbuhan di sana, ditengah tebing terdapat tanah yang lapang dan tepat didinding tebing ada sebuah goa yang tidak dalam namun sangat luas seperti ruangan...
"tempat apakah ini guru?"
Hanuraga sedikit heran karena dia dibawa kesebuah goa ditepi tebing yang curam..
"disinilah kau akan menyempurnakan ilmu yang kau miliki anakku, apakah kau melihat batu itu?"
Ki Madra menunjuk sebuah batu hitam yang sangat besar ..
"ia guru itu batu yang sangat besar.."
"baik sekarang kau hancurkan batu itu sampai benar benar hancur.."
"baiklah.."
Hanuraga memberi memberi hormat kepada gurunya sebelum memasang kuda kuda bersiap menghancurkan batu didepannya..
Hanuraga menarik nafas memusatkan tenaga dalam pada kepalan tangannya dan melompat memukul batu dengan telak, tapi batu itu masih terlihat utuh jangankan hancur tergores pun tidak..
Hanuraga menoleh kearah kedua gurunya, ..
kedua Maha Yogi itu menganggukkan kepala kepada Hanuraga..
ia melompat agak jauh kebelakang dan memusatkan seluruh tenaga dalam pada tangan kanannya, hanuraga merapal ajian Blah batuh dan melompat tinggi kearah batu sambil melepaskan pukulan dengan kekuatan penuh..
"Hiyaaaaat...."
blaaammmm.............
akibat pukulan tenaga dalam yang sangat dashyat yang menimbulkan gelombang kejut menggetarkan tebing dan gunung itu, debu berterbangan menutupi pandangan..
"apakah batu itu sudah hancur, apa aku terlalu berlebihan.."
Hanuraga membatin..
ketika debu hilang tertiup angin Hanuraga melebarkan matanya menatap tak percaya melihat batu hitam itu masih utuh bahkan tidak bergeser dari tempatnya..
"ini..... b...bagaimana mungkin..."
ia melihat tangannya seolah tak percaya, dengan kekuatan penuh biasanya batu itu akan hancur berkeping keping, selama latihan ajian Blah batuh dulu ia dengan mudah menghancurkan batu kali seukuran pintu seolah memukul kapas..
"bagaimana nak, apakah kau masih merasa mampu?"
suara Ki Mudra mengagetkan Hanuraga dari lamunannya..
"maaf guru aku gagal.."
__ADS_1
tertunduk malu pada gurunya..
"kau bukan gagal nak, hanya saja kau harus memperdalam semua ajaran yang kau terima sampai pemahaman mu sangat sempurna, sekarang kau harus masuk ke goa itu dan kami akan menutup mu dari luar menggunakan batu besar itu.."
mendengar perkataan gurunya Hanuraga sedikit kaget dan terperangah membelalakkan matanya,,,,
"lalu bagaimana aku bisa keluar nanti guru?"
Hanuraga merasa tidak mampu dan sedikit ragu dengan apa yang disuruh gurunya..
"ingat anakku, percayalah pada dirimu, yakinlah pada kekuatanmu, nanti kau akan menyadari sendiri dan semua ilmu yang kau pelajari akan sempurna.."
setelah beberapa saat akhirnya Hanuraga melangkahkan kakinya memasuki goa, sesampai didalam ia mengamati goa itu, hanya ada beberapa tumbuhan selebihnya tidak ada apa apa..
"aku sudah siap guru,"
Hanuraga sudah memantapkan hatinya..
Ki Mudra dan Ki Madra segera menutup goa menggunakan batu besar itu, menggunakan tenaga dalam yang dashyat pintu goa pun tertutup sepenuhnya..
"semoga kau berhasil melalui ini nak, kedua Maha Yogi itu melangkah meninggalkan tempat dimana Hanuraga terkurung didalam goa...
sementara didalam goa
Hanuraga hanya memandangi gelap, tidak ada sinar sama sekali bahkan hembusan angin pun tak terasa hanya ada kegelapan, tak ada suara ia hanya merasa dalam kehampaan..
Hanuraga mencoba bermeditasi, ia segera mengambil sikap lotus dan menenangkan pikirannya memahami semua yang ada pada dirinya....
***
ditempat latihan perguruan tampak beberapa murid sedang istirahat sambil melihat pemandangan kearah utara..
"kakak sudah hampir enam bulan aku tidak melihat Hanuraga, biasanya ia selalu berlatih dengan keras.."
"aku juga tidak melihatnya selama beberapa bulan ini, mungkin ia sedang menjalani latihan yang lain, tapi anehnya kedua Mahaguru sudah bertapa selama enam bulan dan masih khusyuk bertapa??"
"kakak Gintung aku rasa Hanuraga sedang mejalani latihan lain atau semacamnya sebab beberapa bulan lalu aku melihat Mahaguru berjalan diikuti Hanuraga.."
Gintung segera berdiri dan di ikuti Canging untuk kembali berlatih ilmu beladiri...
***
didalam goa
sudah enam bulan lebih Hanuraga bertapa kini ia membuka matanya...
Hanuraga melepaskan nafas panjang,, setelah menenangkan hatinya ia kemudian berdiri sambil menggerakkan badannya yang terasa kaku..
setelah diam beberapa saat Hanuraga mulai terbiasa dengan gelap, ia bisa melihat semua yang ada dalam goa walau sedikit samar,,
ternyata semua semak yang tumbuh dalam goa merupakan tanaman obat yang dapat dikonsumsi langsung, Hanuraga pun mengambil beberapa dan memakannya..
sambil memakan dedaunan ia pun berpikir..
"apa yang harus aku lakukan sementara ilmu ku tak mampu menghancurkan batu ini,,,"
saat sedang asik mengunyah ia teringat kata gurunya..
berlatih tanpa mengenal rasa lelah dan rasa sakit
Hanuraga bangkit dari duduknya dan mulai mengulangi semua yang pernah ia pelajari, ia hanya berhenti saat istirahat untuk tidur dan sekedar mengisi perutnya...
"aku akan terus berlatih walaupun seumur hidup aku berada dalam goa ini, aku akan selalu mengulangi semuanya dari awal sampai akhir.."
berbulan bulan berlalu tahun demi tahun terlewati, Hanuraga terus menempa dirinya mungkin sudah lima tahun ia berada dalam goa berlatih seorang diri..
"aku merasa rindu pada kedua guru, senior dan semua saudara perguruan," Hanuraga bergumam sambil berjalan menuju air yang mengalir disudut goa..
"segar sekali air ini," HAP udang kecil maaf..
__ADS_1
Hanuraga memakan beberapa udang yang ia ambil..
"ada air yang mengalir, tapi ujungnya masuk kedalam, entah darimana air ini."
Hanuraga membatin..
"guru aku sangat merindukanmu.."
terbayang wajah kedua guru dan kedua orangtua angkatnya..
"bagaimana kabar ayah dan ibu ya?"
ketika ia melihat batu besar yang menutup mulut goa terbesit dalam hatinya ingin mencoba kembali..
Hanuraga mengambil ancang ancang dan hanya mengalirkan tenaga dalam sebesar sepuluh persen kedalam kepalan tangannya..
hiaaaaat....
BOOOM......
DHUAAAAAAAAAAARRRRR.......
suara ledakan yang sangat dashyat bahkan getaran yang sangat keras sampai mengejutkan semua murid yang sedang berlatih pagi itu..
"kakak apa yang terjadi?"
"aku tidak tahu, mungkin guru sedang mencoba tenaga dalam.."
sementara dalam doa Hanuraga menutup matanya karena silau akibat cahaya yang masuk kedalam goa..
"ini ....."
ia kaget sambil memandangi tangannya..
"sebelum memasuki goa bahkan kekuatan penuhku tak bisa menggores batu ini tapi sekarang .......!!"
Hanuraga melangkah keluar, ia memandangi sekelilingnya..
"guru aku kembaliii.."
Hanuraga melompat menggunakan peringan tubuh, hanya sekali lompatan ia sudah sampai di halaman tempat semua siswa perguruan berlatih,..
semua orang kaget memandangi Hanuraga dengan mata melotot..
"kenapa kalian melihatku seperti itu? apakah ada yang aneh pada diriku?"
"ah tidak, kau darimana saja? kenapa kau kelhatan sangat kacau?"
jawab salah satu saudara seperguruannya..
saat hendak berbicara kepada saudara perguruannya, kedua Maha Yogi mencul didepan Hanuraga..
"hormat murid pada Mahaguru," Hanuraga dan semua murid menunduk memberi hormat ..
"nak bersihkanlah dulu dirimu.."
sambil tersenyum hangat pada Hanuraga Ki Mudra menyuruh Hanuraga membersihkan dirinya..
"baik guru, aku mohon diri.."
saat sampai digubuknya ia ingin membersihkan diri, ia mengambil beberapa pakaian dan ingin mandi di sungai dibawah kaki gunung..
saat sampai ia sangat kaget ....
"haah ......"
"tampangku sangat aneh pantas saja semuanya heran melihatku.."
Hanuraga melihat bayangannya di air,
__ADS_1
rambut panjang acak acakan, baju compang camping dan tubuh serta mukanya yang sangat kusut dan kumal......