Ksatria Suling Gading

Ksatria Suling Gading
Kekalahan Pendekar Tapak Iblis


__ADS_3

Suara ledakan menggelegar bahkan terdengar sampai jauh dan membuat tanah bergetar, ledakan itu membuat perhatian para pendekar disekitar gunung wilis teralihkan, mereka segera mendekat untuk mengetahui apa yang terjadi


Sementara itu disebuah tanah lapang terdapat rombongan pendekar, lebih tepatnya beberapa perguruan besar sampai kecil yang melakukan aliansi untuk mengalahkan Mao Sheng di, ratusan orang itu begitu kaget mendengar ledakan dari arah gunung wilis


"Kakang Warja apa yang sebenarnya terjadi, ledakan keras itu berasal dari gunung wilis, apakah mungkin itu akibat sebuah pertarungan?"


"Aku kurang tau itu Nardi, bagaimana kalau kita ke sana, siapa tau orang kita cari ada di sana"


"Apakah kita semua pergi ke sana atau hanya beberapa saja kakang?"


"Sebaiknya kita ke sana dengan semua orang saja, jika memang pendekar itu ada di sana maka kita akan serang secara bersama, semuanya ayo kita ke gunung wilis"


"Ayooo"


Rombongan pendekar berbagai perguruan itu segera menuju gunung wilis yang tak terlalu jauh dari tempat mereka


Debu menutupi semua pandangan, daun beterbangan ke segala arah, bahkan tidak sedikit pohon yang tumbang akibat ledakan dua tenaga dalam itu


Saat debu sudah mulai menipis, Hanuraga mengibas ngibaskan tangannya ia tampak biasa saja, tak ada luka sedikitpun


Saat pandangan sudah jelas, tampak Mao Sheng di juga masih berdiri dengan jubah yang terkoyak dibeberapa bagian, matanya menatap Hanuraga, sedikit gentar hatinya mendapati lawannya kali ini begitu mumpuni


"Tak ku sangka hari ini tiba, dimana aku bertemu lawan yang tangguh, bahkan jauh lebih muda dariku"


"Seperti kau juga begitu mumpuni, kulihat kau masih baik baik saja, jadi bersiaplah kali ini aku akan bersungguh sungguh"


Hanuraga kembali melakukan kuda kuda dan bersiap menyerang


"Sial, jika menggunakan ilmu Thi Ki Ibeng aku harus mengecoh nya terlebih dahulu, tapi pemuda ini sangat gesit, akan ku coba dengan ilmu lain, jika gagal aku terpaksa mundur"


Mao Sheng Di memikirkan cara untuk dapat menghisap kekuatan dan energi kehidupan Hanuraga, jika ia berhasil maka kekuatan dirinya akan sangat dahsyat


Mao Sheng di menarik nafas dalam dalam, pikirannya fokus dan kedua tangan merentang kesamping, tiba tiba angin berputar diantara dadanya dan terdapat titik cahaya kecil di depan dadanya yang semakin membesar seukuran buah kelapa


"Pukulan matahari pemusnah"


Hanuraga merasakan bahaya dari serangan yang akan dilancarkan padanya, dengan cepat ia melompat mundur dan merapal sebuah ilmu,


tangan kanan nya terkepal dan tampak asap tipis keluar diantara jari jarinya


Mao Sheng di segera melepaskan bola energi tersebut dengan cepat, namun baru beberapa meter, Hanuraga sudah berdiri dekat dan memukul bola energi itu dengan pukulan tenaga dalam

__ADS_1


DHUARRRRR.........


Kembali ledakan keras menggelegar, bahkan Mao Sheng di sampai terlempar, disudut bibirnya tampak darah menetes


"Sial jika begini aku bisa kalah, sebaiknya....."


belum sempat ia berdiri dengan benar Hanuraga sudah melesat cepat kearahnya


Namun dengan sigap Mao Sheng di melemparkan sesuatu ketanah, benda berbentuk bola itu meledak mengeluarkan asap hijau yang merupakan racun tingkat tinggi


Hanuraga segera menghindar dan melompat menjauh, ia segera melepaskan tapak dengan aliran tenaga dalam membuat asap hijau itu terbawa angin keatas


Saat hanuraga menoleh ia sudah tak mendapati Mao Sheng di lagi, Hanuraga segera melesat dan melihat Mao Sheng di sudah cukup jauh


"Ingin melarikan diri dariku, tak akan kubiarkan begitu saja"


Hanuraga mempercepat gerakannya dan segera melepaskan pukulan jarak jauh


Hugh........


Pukulan tenaga dalam itu tepat mengenai punggung Mao Sheng di membuatnya terlempar


Tepat saat rombongan aliansi pendekar yang sampai di kaki gunung wilis, mereka kaget melihat seseorang terlempar sampai terseret cukup jauh


...Saat hanuraga sampai, ia memandangi semua orang yang ada sebelum mengalihkan perhatian nya pada Mao Sheng di "Maaf tetua sekalian, aku minta kalian menyingkir lah sebentar, aku akan menyelesaikan pertarungan ku dengan pendekar ini...


"Maaf anak muda, kami tak bisa membiarkan orang bertindak semena-mena"


"Maksudnya ?"


"Kau menghajar orang yang lebih tua darimu, dimana sopan santun mu anak muda"


"Apakah kalian pendukung pendekar dari tionggoan ini atau kalian memang pendekar aliran sesat?"


"Apa ..... jadi orang ini pendekar tapak iblis itu?"


Para pendekar aliansi begitu terkejut mendengar kata kata Hanuraga, namun sebelum mereka meminta penjelasan ....


Dhuaaaak .........


Hanuraga terpental dengan keras karena serangan diam diam Mao Sheng di , ia menyerang dari belakang dengan dua tapak yang di alirkan tenaga dalam

__ADS_1


Setelah Hanuraga terpental, dengan cepat Mao Sheng di memasang kuda kuda dadanya kembang kempis dan kedua tangan tercakup sambil merapal mantra


"Thi ki ibheng"


Mao Sheng di mengeluarkan ilmu pamungkasnya, kini ia mengerahkan seluruh tenaga dalam miliknya demi dapat mengalahkan dan menyerap semua tenaga dalam dan energi kehidupan Hanuraga


Hanuraga yang sudah mendapatkan kembali keseimbangan nya melihat Mao Sheng di dengan serius


"Jadi ini ilmu yang bisa menyerap semua tenaga lawan itu"


bergumam dalam hati


Hanuraga segera memasang kuda kuda, kedua tangan lurus dan tercakup keatas, Hanuraga memusatkan tenaga dalam pada kedua tangan dan seluruh tubuhnya


"Ajian isap bumi"


Mao Sheng di dan Hanuraga sama sama melompat dan kedua tapak mereka berbenturan, kedua tapak mereka menempel dan mengeluarkan asap, keduanya beradu ilmu dengan sengit


Dalam hatinya Mao Sheng di cukup kaget mendapati Hanuraga juga berusaha menyerap ilmu yang dimiliki nya


Angin berhembus kencang disekitar mereka berdua dan tanah mulai bergetar, semua pendekar aliansi dengan cepat bergerak mundur menjauhi tempat pertarungan itu


Mao Sheng di merasakan tenaganya sudah tak akan lama bertahan, namun ia melihat Hanuraga masih tampak biasa saja, maka diputuskan akan menggunakan semua sisa tenaga yang ia miliki walaupun resikonya adalah kematian


Hanuraga merasakan tenaga yang dikeluarkan Mao Sheng di begitu kuat, bahkan kedua tapak Hanuraga sampai bergetar, Hanuraga akhirnya juga menggunakan tenaga dalam maha dahsyat untuk mengakhiri pertarungan itu


Hiaaaaaaaaaaaaaat.......


Ajian isap bumi menunjuk kan kelebihan nya, kedua tangan hanuraga tampak mengeluarkan cahaya kebiruan namun redup, dan dengan cepat seluruh tenaga dalam dan energi kehidupan Mao Sheng di diserap oleh hanuraga


Mao Sheng di terhuyung dan jatuh berlutut dengan muntah darah,


sementara Hanuraga merasakan tenaga dalam miliknya menjadi berkali kali lipat lebih kuat dari sebelumnya


"A.....aku ..... aku kalah, anak muda kuakui kau begitu kuat dan digjaya kau begitu berbakat,, sebelum kematian menjemput ku, aku ingin tahu dari perguruan mana kau berasal, "


Hanuraga mendekat dan berdiri tepat didepan Mao Sheng Di


"Aku dari Bali Dwipa perguruan Chandra Parwata, dan aku menjabat sebagai sesepuh generasi ke tiga"


Mao Sheng Di terperangah mendengar itu dia pun akhirnya memaklumi kekalahannya, namun para pendekar aliansi begitu terkejut mendengar perkataan Hanuraga, banyak diantara mereka yang menyangsikan apa yang dikatakan Hanuraga

__ADS_1


"Uhuk .... pantas saja ilmu mu begitu tinggi, uhuk.. "


Mao Sheng di terus terbatuk-batuk dan memuntahkan darah, ia menatap Hanuraga sambil tersenyum dan akhirnya roboh menghembuskan nafas terakhirnya


__ADS_2