Ksatria Suling Gading

Ksatria Suling Gading
Pertarungan di gunung wilis


__ADS_3

Mao Sheng di melesat dengan cepat menuju gunung wilis, ia selalu unggul selama ini jika bertarung di hutan yang banyak pepohonan, mengandalkan kecepatan dan kelincahannya membuat semua lawan yang pernah ia hadapi dengan mudah ia kalahkan, maka ia segera menggiring Hanuraga ke gunung wilis Mao Sheng di ingin mempermainkan Hanuraga sebelum menyerap semua kekuatan miliknya, memikirkan itu Mao Sheng di tersenyum licik


Begitu mendekati gunung, Mao Sheng di merasakan energi yang mendekat kearahnya dengan cepat, saat ia menoleh kebelakang ternyata Hanuraga melesat sangat cepat mengikutinya


"Hehehehe sepertinya kemampuan pemuda ini cukup lumayan juga"


Mao Sheng di segera mempercepat larinya diantara pepohonan dan segera disusul Hanuraga


Saat tiba di lereng gunung, Mao Sheng di berdiri menunggu Hanuraga dengan tangan di silangkan dibelakang punggung


"Bukankah tadi pemuda itu mengejar ku dengan cepat, tapi kenapa sekarang dia lama sekali munculnya, apakah dia sudah kehabisan tenaga"


Mao Sheng di bergumam dengan kesal


"Kau saja yang lamban pak tua, aku sudah menunggumu disini dari tadi"


Mendengar suara dibelakang nya, Mai Sheng di segera menoleh dan betapa terkejutnya dia mendapati Hanuraga sudah ada dibelakangnya


"Sejak kapan kau tiba disini, bukankah tadi kau masih tertinggal?"


"Bukannya tertinggal, aku hanya mengikuti dan tak mau kau melarikan diri begitu saja"


"Apa .... hahahaha.... aku melarikan diri? jangan membuat lelucon saat kematian mu sudah dekat anak muda"


"Sepertinya kau yang terlalu percaya diri pak tua, sudah cukup kau berbuat onar dan hari ini aku akan memberimu kesempatan untuk bertobat"


"Hah kata kata itu sudah sering ku dengar dari semua lawan ku dari aliran putih, tapi mereka semua tumbang di tanganku"


"Baiklah jika begitu, aku sudah mencoba agar kau bisa berpikir akan apa yang kau perbuat di tanah Jawa Dwipa ini, baiklah aku juga ingin menjajal ilmu Kanuragan dari negri Tionggoan "


"Baiklah anak muda, sebelum itu aku rasa hendaknya kita perkenalkan diri dulu, aku Maon Sheng Di dari gunung Wudang"


"aku Hanuraga dari Watukaru Bali Dwipa"


"Hem sepertinya setelah mengalahkan mu dan mejajal semua perguruan disini sepertinya aku harus pergi juga ketempat mu hahahaha"


"Maaf sepertinya aku tak bisa mengabulkan semua itu, bersiaplah pak tua"

__ADS_1


"Aku suka semangatmu anak muda, baiklah tunjukkan padaku kemampuan mu"


Selesai mengatakan itu, Mao Sheng di melesat menyerang, dengan gerakan lincah seperti menari tapi sangat mematikan


Hanuraga mengelak menghindari setiap pukulan yang terarah padanya, Hanuraga dengan mudah menghindari setiap serangan yang dilancarkan padanya membuat Mao Sheng di mengernyitkan dahi


"Apakah kau hanya bisa menghindar seperti itu saja anak muda, ayolah berikan aku sedikit hiburan"


Sambil terus mencoba mendesak Hanuraga ia mencoba memprovokasi Hanuraga


Hanuraga tak menggubris kata kata Mao Sheng di, ia masih mempelajari pola serangan musuhnya mencari kelemahan dari setiap jurus


Mao Sheng di menjadi geram, ia melepaskan pukulan beruntun ke wajah Hanuraga, Hanuraga yang hendak menghindar kesamping cukup kaget karena serangan itu hanya tipuan, Mao Sheng di memutar tubuhnya cepat dengan tendangan kuat mengarah ke rusuk, Hanuraga segera bertumpu dengan kaki kanan dan menangkis dengan tangan kanan, karena sudah terlambat untuk mengelak


Keduanya sama sama mundur, Hanuraga tersenyum pada Mao Sheng di


"Lumayan lumayan, kau masih bisa menghalau tendangan ku tapi apa maksud senyum itu, kau meremehkan ku hah"


Tanpa menjawab Hanuraga melesat cepat menyerang, Mao Sheng di tersentak karena kecepatan Hanuraga sama dengan kecepatan serangan nya


Mao Sheng di segera memasang kuda kuda, satu tangan terkepal dan satu tangannya lagi membentuk cakar


"Rasakan jurus ku ini"


Mao Sheng di melompat tinggi , Hanuraga membentuk kesepuluh jarinya seperti cakar


"Rasakan juga jurus harimau ku"


Mereka kembali bertukar jurus, Mao Sheng di melancarkan pukulan yang dikombinasikan cakar menyerang dengan brutal seperti serangan sembarangan namun sangat mematikan


Hanuraga dengan mudah menghindari serangan, sesekali ia mencengkram tangan Mao Sheng di dan ingin mengunci pergerakan nya, namun Mao Sheng di selalu lolos dengan bersalto


Mao Sheng di kembali melancarkan serangan, ia menendang kearah kepala namun detik berikutnya serangan nya hanya tipuan, tendangan nya hanya mengecoh dan pukulan nya mengarah ke leher Hanuraga sementara serangan cakarnya mengarah ke hulu hati


Hanuraga dengan sigap merunduk dan memukul serangan cakar dengan tangan kiri, sementara tangan kanan nya menyerang ke arah dada


Mao Sheng Di cukup kaget, dengan cepat ia melompat mundur, ia menatap jubah di dadanya yang terkoyak, tampak dadanya juga sedikit tergores seperti terkena cakaran harimau

__ADS_1


"Tak ku sangka hari ini pertama kalinya aku mendapat lawan yang tangguh, hanya dua orang yang pernah dapat melukai ku termasuk dirimu anak muda, namun orang yang pernah melukai ku sudah ku kirim ke akhirat, hari ini kau juga ku kirim menemui raja akhirat"


"Dari tadi kau hanya mengoceh tak jelas pak tua, jika kau memang mampu lakukanlah"


Mai Sheng di cukup marah mendengar itu, ia kembali memasang kuda kuda, seluruh tubuhnya memerah seperti bara api


"Tubuh baja menggetar surga"


Mao Sheng di bergerak sangat cepat kearah Hanuraga


Hanuraga melesat sangat cepat melebihi kecepatan sebelum nya dalam sekejap Hanuraga sudah berada di samping kiri Mao Sheng di, ia dengan cepat menendang rusuk disusul serangan tapak yang telak mengenai dada


Mao Sheng di terlempar jauh dan menabrak pohon besar sampai tumbang, ia segera berdiri dan menatap hanuraga dengan amarah yang membuncah


"Sial kenapa kecepatan anak ini meningkat, apakah dia menyembunyikan kekuatan lain"


bergumam dalam hati


"Ternyata tubuhmu keras juga pak tua, namun aku ragu tubuh mu bisa menggetarkan surga"


Mao Sheng di yang sudah sangat marah tak menjawab tapi telapak tangan nya mengarah kedepan, ia bergumam pelan mengucap kan kata kata yang tak dimengerti Hanuraga, Mao Sheng di melafalkan ilmu dalam bahasa China


Tangan Mao Sheng di yang merah tambah memerah dan mengeluarkan asap tipis, melihat itu Hanuraga menjadi waspada, ia segera mengalirkan tenaga dalam dalam jumlah besar ke tangan kanan


"Rasakan ini, tapak penghancur gunung Hiaaaaaaaaaaaaa........."


Mao Sheng di melepaskan serangan tapak jarak jauh dengan aura energi yang panas,


sementara Hanuraga juga segera melepaskan pukulan tenaga dalam


"Ajian blah batuh "


kaki Hanuraga masuk ketanah sampai mata kaki saat ia melepaskan pukulan tenaga dalam


Dua energi tenaga dalam dengan cepat melesat dan saling menabrak


DHUAAAAAAAAAAAARRRRRRRR..........

__ADS_1


__ADS_2