
Hanuraga duduk sambil menikmati makanan yang tersaji diatas meja sambil melihat keluar jendela, sambil duduk bersandar hanuraga memandang kedepan melihat para penduduk yang sedang bercocok tanam dikebun yang berada tepat deibelakan kedai itu..
hanuraga sesekali mendengar obrolan para pengunjung, kebanyakan mereka hanya bersenda gurau atau juga membicarakan kembang desa, terutama para pemuda yang duduk sambil menikmati tuak..
dipojokan kedai itu, ada beberapa pasang mata yang mengawasi hanuraga, mereka memandang penuh keserakahan..
hanuraga tentu menyadarinya, tapi ia bersikap biasa saja tak terlalu memikirkannya, toh mereka hanya pendekar biasa, pikir hanuraga..
kakang, sepertinya pemuda didepan itu seorang anak tuan tanah kaya raya
bagaimana kau bisa tahu, apakah kau mengenalnya
bukan begitu kakang, kakang kau lihat saja sendiri pemuda itu memakai jubah kuning, dan ia memesan makanan yang lumayan, aku yakin dia itu anak orang kaya atau anak bangsawan
hehehehe .....
benar juga katamu kampret tua, kau sangat jeli melihat calon mangsamu, tapi menurutku pemuda itu sepertinya anak saudagar kaya dari negeri tionggoan
sepertinya bukan kakang, hanya pakaiannya saja yang mirip tapi bentuk mukanya seperti orang dari daratan ini
sudahlah, mau dia darimana aku tidak perduli yang penting kita akan segera berpesta setelah ini, hmmm aku sudah bisa melihat gadis gadis dirumah itu..
salah satu orang itu sudah membayangkan apa yang akan dia lakukan dengan uang rampasannya nanti
setelah membayar makanannya, hanuraga melangkah keluar ingin menikmati suasana desa, ia melihat banyak pedagang berlalu lalang baik itu pedagang yang baru datang maupun keluar desa
maaf tuan bolehkan aku bertanya?
oh silahkan anak muda, apa yang hendak kau tanyakan?
hanuraga menghampiri seseorang dan mulai bertanya..
tuan, daritadi aku melihat banyak oedagang yang lewat tapi mereka tak berhenti, hendak kemanakah mereka, dan apakah ini desa tegaldlimo?
betul nak, ini tegaldlimo..
mereka bukan pedagang saja nak, mereka sepertinya pergi kekota, aku dengar ada orang tionggoan yang mendirikan tempat pelelangan, dan juga beredar kabar mereka akan melelang berbagai benda dan senjata
oh sepertinya aku akan melihatnya nanti, lalu kapan akan dimulainya pelelangan itu tuan?
mungkin sebulan lagi kalau tidak salah, aku hanya mendengar percakapan orang saja nak, sebaiknya kau tanyakan saja saat sampai disana
baik, terimakasih tuan..
hanuraga kembali mengelilingi desa sambil melihat lihat, namun ia makin melangkah ketempat sepi
kakang lihatlah, sepertinya mangsa kita akan menuju candi dewa bukankan jalanan itu sangat sepi
benar, tak kusangka ia malah menuju kesana hahaha itu akan mempermudah kita merampokknya, kalau bisa kita kubur saja sekalian mayatnya dibawah pohon besar itu
__ADS_1
hanuraga yang sudah tahu dirinya diikuti, segera mempercepat langkahnya menuju candi tempat pemujaan
namun tepat ditengah jalan hanuraga malah berhenti, ia seperti sedang menunggu seseorang
melihat itu, kawanan perampok juga berhenti dan memeriksa sekitarnya, saat merasa aman dan tak ada orang lain mereka segera melompat tepat didepan hanuraga
hehehe.......
apa kabar anak muda, apakah kau tersesat, oh atau kau ingin berdoa, hmm atau mungkin kau ingin memberi sedekah pada kami?
hahahahahahahaha.....
tawa kawanan perampok itu pecah sambil memndangi hanuraga dengan tatapan merendahkan
sangat aneh...
hah..... apanya yang aneh anak muda, apakah kau merasa begitu putus asa sampai kau melihat situasi aneh ini, hahahaha....
sepertinya kau tak mengetahui kami anak muda
hahaha....
jelas saja aku tak mengetahui kalian, tiba tiba berdiri didepanku tertawa dan berbicara sendiri, apakah itu tidak aneh
cih.. anak muda sebaiknya kau serahkan semua barang berharga yang kau bawa, oh kami juga tak perduli kau ini anak bangsawan atu bukan, kami akan membunuhmu dengan cepat dan tak akan menyiksamu hehehehe
sepertinya sudah banyak korban dari kalian, aku merasakan beberapa bekas kuburan disekitaran pohon besar itu
kakang bagaimana ia bisa tahu kita mengubur korban kita disana?
perduli setan, cepat habisi dia...
belasan perampok itu segera menyerang hanuraga
hanya dalam benerapa gerakan saja, semua perampok itu terkapar tak bernyawa ..
........
sementara itu disuatu tempat
hahahaha apakah hanya seperti ini saja kemampuan suatu padepokan, aku kira akan bisa membuatku sedikit terhibur, tapi semuanya mengecewakan hahahahah......
terlihat padepokan yang luluh lantak dengan banyak mayat bergelimpangan, namun masih ada satu orang sepuh yang tampak terluka sedang bersimpuh sambil memegangi lengan kirinya yang putus
cuih......
dasar manusia biadab, suatu saat kau juga akan merasakan berkali lipat dari semua ini
hahahaha aku meragukan itu pak tua, sudah banyak kudatangi padepokan dan perguruan namun tak ada satupun yang bertahan lama, sepertinya kalian terlalu membesarkan ilmu kalian yang masih rendah
__ADS_1
jadi bagaimana, apakah kau ingin aku habisi sekarang?
tetua itu hanya bisa memandang pasrah kedepan, melawanpun sudah tak mungkin, ia hanya bisa menutup mata dan menerima kematian yang segera datang
pendekar itu langsung menaruh tapak tangannya diatas ubun ubun tetua itu
aakh....
tetua itu kejang beberapa saat sampai akhirnya tewas dengan seluruh energinya diserap habis
hahahahahahaha......
aku Mao Sheng Di akan meratakan semua aliran perguruan yang kutemui..
hahahahaha
kabar hancurnya beberapa padepokan dan perguruan menengah menyebar dengan cepat, bahkan menjadi perbincangan hangat dikedai maupun tempat tempat lain
bahkan banyak padepokan kecil sampai menengah menutup diri, mereka takut jika sampai pendekar itu mendatangi mereka
dibeberapa desa yang berdwkatan dengan hancurnya perguruan dan padepokan kini semakin memperketat penjagaan, mereka takut jika pendekar itu memasuki desa mereka dan membuat kekacauan, jangankan sebuah desa yang hanya dijaga pendekar biasa saja, satu perguruan saja dihancurkan dalam hitungan jam
para penduduk bahkan sampai menjauhi orang dari tionggoan, biarpun mereka pedagang atau saudagar, para penduduk merasa takut dan lebih baik menhindari orang orang dari tionggoan
hal ini membuat para pedagang yang berasal dari tionggoan merugi besar, jangankan ada yang membeli dagangannya orang orang mendekat saja tak berani
beberapa pedagang dari negri tionggoan merasa sangat geram akan hal ini, namun apadaya mereka bukanlah seorang pendekar
disuatu rumah sederhana
ayah jika begini terus kita benar benar akan rugi besar, tak ada satupun oran mau mendekat atau berbelanja pada kita
kau benar An'er ayah juga merasa demikian, akibat ulah satu orang kita dipukul rata karena kita orang dari tionggoan
aku sudah cukup muak dengan semua ini ayah, ininkan aku mencari pendekar itu, jika dia tak bisa diajak bicara baik baik terpaksa aku menggunakan kekerasan
jangan gegabah an'er, ayah mendengar pendekar ini sangat hebat bahkan dia bisa menghancurkan satu perguruan dalam hitungan jam
aku sama sekali takkan gentar hanya karena itu ayah, aku sudah menjadi murid elit diperguruan harimau api, akan kucabik cabik orang itu
an'er kau jangan pernah meremehkn lawanmu, walaupun ia terlihat lemah dan tak berdaya, ketahuilah an'ner, manusia sangat licik dan bisa melakukan apapun demi keuntungan sendiri,
jika kau memang ingin mencarinya, ayah merestuimu tapi ingat satu hal
apa itu ayah...?
jangan gegabah dan jangan memaksakan dirimu an'er ingat batasanmu..
Fang An dan ayahnya Fang Gu berbincang cukup lama sampai matahari sudah tinggi, fang gu mengantar putranya sampai depan pintu saat putranya akan pergi mencari Mao sheng di
__ADS_1
untuk melakukan perhitungan......