Ksatria Suling Gading

Ksatria Suling Gading
Pendekar Tapak Iblis


__ADS_3

Hanuraga duduk sambil menikmati makanan yang tersaji diatas meja sambil melihat keluar jendela, sambil duduk bersandar hanuraga memandang kedepan melihat para penduduk yang sedang bercocok tanam dikebun yang berada tepat deibelakan kedai itu..


hanuraga sesekali mendengar obrolan para pengunjung, kebanyakan mereka hanya bersenda gurau atau juga membicarakan kembang desa, terutama para pemuda yang duduk sambil menikmati tuak..


dipojokan kedai itu, ada beberapa pasang mata yang mengawasi hanuraga, mereka memandang penuh keserakahan..


hanuraga tentu menyadarinya, tapi ia bersikap biasa saja tak terlalu memikirkannya, toh mereka hanya pendekar biasa, pikir hanuraga..


kakang, sepertinya pemuda didepan itu seorang anak tuan tanah kaya raya


bagaimana kau bisa tahu, apakah kau mengenalnya


bukan begitu kakang, kakang kau lihat saja sendiri pemuda itu memakai jubah kuning, dan ia memesan makanan yang lumayan, aku yakin dia itu anak orang kaya atau anak bangsawan


hehehehe .....


benar juga katamu kampret tua, kau sangat jeli melihat calon mangsamu, tapi menurutku pemuda itu sepertinya anak saudagar kaya dari negeri tionggoan


sepertinya bukan kakang, hanya pakaiannya saja yang mirip tapi bentuk mukanya seperti orang dari daratan ini


sudahlah, mau dia darimana aku tidak perduli yang penting kita akan segera berpesta setelah ini, hmmm aku sudah bisa melihat gadis gadis dirumah itu..


salah satu orang itu sudah membayangkan apa yang akan dia lakukan dengan uang rampasannya nanti


setelah membayar makanannya, hanuraga melangkah keluar ingin menikmati suasana desa, ia melihat banyak pedagang berlalu lalang baik itu pedagang yang baru datang maupun keluar desa


maaf tuan bolehkan aku bertanya?


oh silahkan anak muda, apa yang hendak kau tanyakan?


hanuraga menghampiri seseorang dan mulai bertanya..


tuan, daritadi aku melihat banyak oedagang yang lewat tapi mereka tak berhenti, hendak kemanakah mereka, dan apakah ini desa tegaldlimo?


betul nak, ini tegaldlimo..


mereka bukan pedagang saja nak, mereka sepertinya pergi kekota, aku dengar ada orang tionggoan yang mendirikan tempat pelelangan, dan juga beredar kabar mereka akan melelang berbagai benda dan senjata


oh sepertinya aku akan melihatnya nanti, lalu kapan akan dimulainya pelelangan itu tuan?


mungkin sebulan lagi kalau tidak salah, aku hanya mendengar percakapan orang saja nak, sebaiknya kau tanyakan saja saat sampai disana


baik, terimakasih tuan..


hanuraga kembali mengelilingi desa sambil melihat lihat, namun ia makin melangkah ketempat sepi


kakang lihatlah, sepertinya mangsa kita akan menuju candi dewa bukankan jalanan itu sangat sepi


benar, tak kusangka ia malah menuju kesana hahaha itu akan mempermudah kita merampokknya, kalau bisa kita kubur saja sekalian mayatnya dibawah pohon besar itu

__ADS_1


hanuraga yang sudah tahu dirinya diikuti, segera mempercepat langkahnya menuju candi tempat pemujaan


namun tepat ditengah jalan hanuraga malah berhenti, ia seperti sedang menunggu seseorang


melihat itu, kawanan perampok juga berhenti dan memeriksa sekitarnya, saat merasa aman dan tak ada orang lain mereka segera melompat tepat didepan hanuraga


hehehe.......


apa kabar anak muda, apakah kau tersesat, oh atau kau ingin berdoa, hmm atau mungkin kau ingin memberi sedekah pada kami?


hahahahahahahaha.....


tawa kawanan perampok itu pecah sambil memndangi hanuraga dengan tatapan merendahkan


sangat aneh...


hah..... apanya yang aneh anak muda, apakah kau merasa begitu putus asa sampai kau melihat situasi aneh ini, hahahaha....


sepertinya kau tak mengetahui kami anak muda


hahaha....


jelas saja aku tak mengetahui kalian, tiba tiba berdiri didepanku tertawa dan berbicara sendiri, apakah itu tidak aneh


cih.. anak muda sebaiknya kau serahkan semua barang berharga yang kau bawa, oh kami juga tak perduli kau ini anak bangsawan atu bukan, kami akan membunuhmu dengan cepat dan tak akan menyiksamu hehehehe


sepertinya sudah banyak korban dari kalian, aku merasakan beberapa bekas kuburan disekitaran pohon besar itu


kakang bagaimana ia bisa tahu kita mengubur korban kita disana?


perduli setan, cepat habisi dia...


belasan perampok itu segera menyerang hanuraga


hanya dalam benerapa gerakan saja, semua perampok itu terkapar tak bernyawa ..


........


sementara itu disuatu tempat


hahahaha apakah hanya seperti ini saja kemampuan suatu padepokan, aku kira akan bisa membuatku sedikit terhibur, tapi semuanya mengecewakan hahahahah......


terlihat padepokan yang luluh lantak dengan banyak mayat bergelimpangan, namun masih ada satu orang sepuh yang tampak terluka sedang bersimpuh sambil memegangi lengan kirinya yang putus


cuih......


dasar manusia biadab, suatu saat kau juga akan merasakan berkali lipat dari semua ini


hahahaha aku meragukan itu pak tua, sudah banyak kudatangi padepokan dan perguruan namun tak ada satupun yang bertahan lama, sepertinya kalian terlalu membesarkan ilmu kalian yang masih rendah

__ADS_1


jadi bagaimana, apakah kau ingin aku habisi sekarang?


tetua itu hanya bisa memandang pasrah kedepan, melawanpun sudah tak mungkin, ia hanya bisa menutup mata dan menerima kematian yang segera datang


pendekar itu langsung menaruh tapak tangannya diatas ubun ubun tetua itu


aakh....


tetua itu kejang beberapa saat sampai akhirnya tewas dengan seluruh energinya diserap habis


hahahahahahaha......


aku Mao Sheng Di akan meratakan semua aliran perguruan yang kutemui..


hahahahaha


kabar hancurnya beberapa padepokan dan perguruan menengah menyebar dengan cepat, bahkan menjadi perbincangan hangat dikedai maupun tempat tempat lain


bahkan banyak padepokan kecil sampai menengah menutup diri, mereka takut jika sampai pendekar itu mendatangi mereka


dibeberapa desa yang berdwkatan dengan hancurnya perguruan dan padepokan kini semakin memperketat penjagaan, mereka takut jika pendekar itu memasuki desa mereka dan membuat kekacauan, jangankan sebuah desa yang hanya dijaga pendekar biasa saja, satu perguruan saja dihancurkan dalam hitungan jam


para penduduk bahkan sampai menjauhi orang dari tionggoan, biarpun mereka pedagang atau saudagar, para penduduk merasa takut dan lebih baik menhindari orang orang dari tionggoan


hal ini membuat para pedagang yang berasal dari tionggoan merugi besar, jangankan ada yang membeli dagangannya orang orang mendekat saja tak berani


beberapa pedagang dari negri tionggoan merasa sangat geram akan hal ini, namun apadaya mereka bukanlah seorang pendekar


disuatu rumah sederhana


ayah jika begini terus kita benar benar akan rugi besar, tak ada satupun oran mau mendekat atau berbelanja pada kita


kau benar An'er ayah juga merasa demikian, akibat ulah satu orang kita dipukul rata karena kita orang dari tionggoan


aku sudah cukup muak dengan semua ini ayah, ininkan aku mencari pendekar itu, jika dia tak bisa diajak bicara baik baik terpaksa aku menggunakan kekerasan


jangan gegabah an'er, ayah mendengar pendekar ini sangat hebat bahkan dia bisa menghancurkan satu perguruan dalam hitungan jam


aku sama sekali takkan gentar hanya karena itu ayah, aku sudah menjadi murid elit diperguruan harimau api, akan kucabik cabik orang itu


an'er kau jangan pernah meremehkn lawanmu, walaupun ia terlihat lemah dan tak berdaya, ketahuilah an'ner, manusia sangat licik dan bisa melakukan apapun demi keuntungan sendiri,


jika kau memang ingin mencarinya, ayah merestuimu tapi ingat satu hal


apa itu ayah...?


jangan gegabah dan jangan memaksakan dirimu an'er ingat batasanmu..


Fang An dan ayahnya Fang Gu berbincang cukup lama sampai matahari sudah tinggi, fang gu mengantar putranya sampai depan pintu saat putranya akan pergi mencari Mao sheng di

__ADS_1


untuk melakukan perhitungan......


__ADS_2