
Hanuraga hanya bisa memandangi bekas reruntuhan dari perguruan angin timur, ia sangat menyayangkan dengan apa yang terjadi sungguh kekejaman yang tidak pandang bulu, terlihat beberapa penduduk juga ikut memandangi kearah bekas perguruan angin timur
"kakang, sepertinya perguruan walet putih juga hancur, aku baru saja dari sana
"apa kau yakin Surja? jika benar begitu tentu pendekar itu sangat kejam, entah perguruan mana selanjutnya"
Mendengar percakapan kedua orang itu, hanuraga segera menghampiri hendak bertanya
"maaf saudara sekalian, dimanakah letak perguruan walet putih?"
"tuan apakah anda bukan orang sini, lihat saja asap dekat bukit itu? di sanalah perguruan walet putih"
Tanpa menjawab lagi hanuraga segera melesat menuju perguruan walet putih, dia berharap bisa menemukan Mao sheng di sana
Tak berselang lama hanuraga sudah dekat dengan perguruan walet putih, namun ia melihat seseorang tergeletak dekat pohon besar, nampaknya orang itu sedang terluka hanuraga segera mendekat memeriksa orang itu
Saat hanuraga memeriksa pergelangan tangan orang itu membuka matanya dan menatap hanuraga dengan pandangan lemah
"maaf apa yang terjadi dengan anda ?"
" Uhuk... habis sudah, habis sudah semua, nak pergilah selagi sempat, pendekar jahanam i...."
" tuan.... tuan..."
belum selesai ki guna mengucapkan kata kata ia sudah menghembuskan nafas terakhirnya, namun telunjuk tangannya mengarah ke perguruan walet putih
Hanuraga merasa geram karena kekejaman yang diperbuat Mao sheng di, ia segera melesat ke perguruan walet putih, namun hanuraga sudah terlambat sama seperti perguruan angin timur yang sudah hancur tampa sisa, begitu juga dengan perguruan walet putih, hanya saja dimana mana banyak jenasah bergelimpangan dengan kondisi yang sangat mengenaskan, tangan hanuraga mengepal melihat semua ini rasa amarah meledak dalam dadanya, namun segera mereda saat menenangkan pikiran
Hanuraga segera mengumpulkan semua jenasah, ia hendak menguburkan dengan layak, melihat itu beberapa penduduk juga ikut membantu hanuraga
Setelah selesai menguburkan semua jenasah pendekar walet putih dan angin timur, hanuraga tampak merenung, matanya mengawasi setiap penduduk yang ada, pandangannya tertuju pada seorang pemuda
"dari perawakannya sepertinya pemuda ini mempelajari ilmu beladiri" ....
Hanuraga membatin sembari melangkah mendekati pemuda itu
" perkenalkan namaku hanuraga, bisakah aku bertanya beberapa hal padamu??"
" silahkan tuan, apa yang hendak anda tanyakan padaku?"
" sepertinya kau seorang pendekar, jika benar dari perguruan mana kau berasal?"
Pemuda itu cukup kaget karena hanuraga bisa mengetahui bahwa dirinya juga seorang pendekar walaupun ia tak membawa senjata apapun
" b...benar tuan, perkenalkan juga namaku Bayu geni, aku dari perguruan golok kembar"
sambil menangkup kan tangan
" begitu ya, lalu dimana perguruan mu berada, apakah tak jauh dari sini?"
Bayu geni sedikit waspada hanuraga, ia sebenarnya tak ingin memberitahukan letak perguruan nya karena takut jika salah orang bisa bisa perguruan nya juga menjadi sasaran, namun melihat hanuraga lebih teliti dan bukan pendekar Tionggoan maka dengan ragu ragu akhirnya Bayu geni memberitahukan letak perguruan nya
" perguruan ku tidak terlalu jauh juga tidak terlalu dekat tuan, kalau boleh tahu ada apa gerangan tuan menanyakan perguruan ku?"
__ADS_1
" aku hanya memperkirakan saja, setelah menyerang perguruan walet putih ini, pendekar maut itu pasti mengincar perguruan terdekat, oleh karena itu aku ingin secepatnya ke perguruan mu"
Bayu geni tersentak kaget, baru terpikirkan olehnya jika setelah dari sini pasti pendekar itu akan ke perguruan nya, tanpa berpikir lagi bayu geni segera mengajak hanuraga ke perguruan nya
" mari tuan ikuti aku, sebaiknya kita cepat cepat jangan sampai tuan tertinggal"
Bayu geni melesat menuju ke selatan dengan cepat, ia menyalurkan sebagian besar tenaga dalamnya pada kedua kakinya agar ilmu peringan tubuhnya semakin kuat
Bayu geni terus berlari tanpa menoleh kebelakang, ia berpikir pasti hanuraga sudah jauh tertinggal dibelakang karena ia tak merasakan energi dibelakangnya,
" apakah perguruan mu masih jauh?"
bayu geni tersentak kaget dan hampir menabrak sebuah pohon didepan nya
"orang ini ternyata cukup lumayan, " pikirnya dalam hati..
"sudah dekat tuan, kita tinggal menyeberangi sungai disana maka kita akan segera sampai"
" baik kalu begitu mari cepat, "
hanuraga melesat bagaikan angin meninggalkan bayu geni jauh dibelakang
saat hanuraga sudah sampai, ia memperhatikan sekelilingnya, yang ada hanya padang rumput yang luas dan beberapa sapi yang digembalakan, hanuraga merasa heran karena tak melihat rumah penduduk, jangankan perguruan yang dilihat hanya ada beberapa gubuk sederhana para pengembala sapi
saat bayu geni tiba ia segera mendapat tatapan tajam dari hanuraga
" kau mencoba membohongi ku ya, apa kau pikir aku ini orang jahat?"
hanuraga hanya bisa menggelengkan kepala mendengar penjelasan bayu geni
" lalu bagaimana caraku agar kau bisa percaya padaku?"
" maaf saja, aku pikir kau pasti mata mata pendekar itu kan, selain masih begitu muda ilmu silat mu sepertinya lumayan, apakah kau menjual perguruan di negrimu sendiri demi ilmu orang itu?"
" kau terlalu mencurigai ku kawan, jikapun aku ingin menghancurkan perguruan mu, aku tak perlu menjadi mata mata pendekar lain"
selesai mengatakan itu, hanuraga melepaskan energi yang luar biasa dan membuat tempat itu bergetar
bayu geni sangat kaget merasakan kekuatan energi dari hanuraga bahkan melebihi kekuatan milik sesepuh golok kembar
" baiklah, cukup tuan kini aku percaya"
walaupun berkata demikian bayu geni masih sedikit khawatir, namun ia berpikir mungkin pemuda didepan nya memang ingin membantu
Tak lama kemudian saat bayu geni dan hanuraga masih berlari kearah perguruan golok kembat, mereka mendengar suara pertarungan dikejauhan
"tuan sepertinya suara pertarungan itu berasal dari perguruan ku"
tampak kekhawatiran menghiasi raut muka bayu geni
tanpa menjawab pertanyaan bayu geni, hanuraga segera melesat cepat menuju perguruan golok kembar,
Saat ini mao sheng di berdiri dengan angkuh menatap sesepuh golok kembar yang sudah terluka parah,...
__ADS_1
" hahahaha, pak tua kau tak akan ku biarkan mati dulu sebelum kau memberikan semua tenaga dan energi kehidupan mu"
" cuih..... pergi saja kau ke neraka jahanam"
Ki Arga kembali berdiri dan menyerang Mao Sheng di
namun dengan cepat Mao Sheng di mengelak dan memberikan tendangan yang tepat mengenai dagu Ki Arga
Ki Arga terlempar, saat hampir terjatuh ketanah tiba tiba Mao sheng di melepaskan pukulan telak kearah ulu hati Ki Arga
Bugh...........
Huaaaaaakh....
Ki Arga terseret cukup jauh, setelah memuntahkan darah Ki Arga kembali mencoba berdiri
Mao Sheng di kembali melompat dengan tapak yang kemerahan hendak menyerang dada Ki Arga
Namun saat jarak tapaknya sudah beberapa meter, sekelebat bayangan menghadang dan beradu tapak dengan nya
Teplak.....
Dhuarrr............
Mao Sheng Di terseret mundur beberapa langkah, tangan kanan nya terasa kebas, ia memicingkan mata mencoba melihat siapa yang berani beradu tapak dengannya secara langsung
saat debu akibat ledakan tenaga dalam menghilang, ia melihat seorang pemuda berjubah kuning menatap tajam kearahnya
"oh hohohoho ada pendekar yang lumayan kuat juga muncul, ini membuatku semakin bersemangat"
tersenyum sinis kearah Hanuraga
" hari ini ku pastikan tindak tanduk mu hanya sampai disini, aku menantang mu bertarung tuan pendekar"
" hahahaha aku suka keberanian mu anak muda, kuakui kekuatan mu tadi cukup lumayan, kalau begitu temui aku dipuncak gunung Wilis"
Mao Sheng di melompat tinggi, dalam sekejap ia sudah berada sangat jauh dari perguruan golok kembar, namun tawanya masih terdengar dekat
Hanuraga segera melompat menyusul kepergian mao sheng di, ia tak ingin kehilangan jejak pendekar itu lagi...
Bayu geni baru saja tiba dan ia melihat gurunya terhuyung hampir jatuh, dengan cepat ia menangkap tubuh gurunya yang terluka sangat parah
" guru bertahanlah, kami akan mengobati lukamu"
"nak Bayu, sepertinya aku tak akan bertahan lebih lama lagi, seluruh organ ku sudah hancur, Uhuk-uhuk.."
"tidak tidak tidak, kau guruku kau sangat hebat, tidak mungkin guru ...."
"nak Bayu, dengarlah, ku serahkan p....perguruan ini p....padamu, t..tolong jagalah dengan bai...k"
" tidaaaaaaaakkkkk Guruuuuuu............"
Ki Arga menghembuskan nafas dipangkuan murid kesayangan nya, Bayu Geni begitu terpukul, ia berdiri dan hendak mengejar Mao Sheng di, namun segera ditahan beberapa tetua golok kembar.......
__ADS_1