
Beberapa hari telah berlalu sejak Hanuraga keluar dari goa tempat dirinya menempa semua ilmu yang ia pelajari, banyak murid perguruan yang merasa kagum pada hanuraga, bahkan para tetua sangat membanggakannya...
di sebuah gubuk kecil sederhana yang merupakan gubuk hanuraga tinggal, sudah tampak beberapa senior perguruan yang sudah menunggunya..
saat pintu terbuka, tampak pemuda yang sangat tampan dengan rambut panjang yang sebagian digelung di atas dan sebagian tergerai, dengan baju kuning lengan panjang celana hitam menambah ketampanannya..
"selamat pagi para senior..."
memberi hormat..
"selamat pagi juga Hanuraga, kami diutus oleh mahaguru untuk menemui mu, ada beberapa hal yang ingin dibicarakan oleh mahaguru.."
"hem.... baiklah senior, maaf karena membuat anda lama menungguku.."
"tak masalah, mari ikut kami.."
merekapun segera menuju tempat sang mahaguru..
disebuah tempat dengan pohon besar yang meneduhi sang Maha Yogi duduk dengan tenang sambil memejamkan matanya,,,
"hormat kami mahaguru.."
"terimakasih sudah mengantar Hanuraga kesini, kalian boleh pergi.."
"baik mahaguru, kami mohon diri.."
para tetua memberi hormat sambil melangkah mundur..
"maaf guru, ada apakah gerangan guru memanggilku??"
"anakku Hanuraga, kau sudah menguasai semua ilmu adiluhung ini dengan sangat sempurna, kini saatnya kau harus melalui beberapa tahap sebelum dirimu ku diksa ( pengesahan secara spiritual ) menjadi penerus ku, kau akan menjadi Yaha Yogi pewaris perguruan generasi ke tiga.."
"dan hari ini kau akan mulai tahap pertama, dimana kau harus bertapa dalam air hanya memperlihatkan kepalamu saja..
apakah kau siap anakku...??"
"aku sangat siap guru..."
dengan penuh semangat.
"bagus, mari nak kita mulai.."
Ki Mudra dan Ki Madra lalu membawa Hanuraga kesebuah sungai yang sangat tenang, hanya dalam beberapa tarikan nafas mereka sudah sampai di sungai yang dituju dengan ilmu meringankan tubuh tingkat tinggi..
anuraga mulai masuk kedalam air, iapun mulai duduk dengan sikap lotus dan segera khusyuk bermeditasi..
setelah hanuraga mulai bermeditasi kedua gurunya segera kembali ke gunung Watu Karu meninggalkan Hanuraga seorang diri..
***
tak terasa beberapa bulan sudah terlewati dan kini kedua Maha Yogi menjemput Hanuraga...
saat Hanuraga merasakan kehadiran gurunya ia segera membuka matanya..
"berdirilah nak, kau sudah saatnya mengakhiri tapa mu di air.."
__ADS_1
Hanuraga segera melompat dari air, ia langsung memberi hormat pada kedua gurunya..
kini Hanuraga kembali dibawa kesebuah tempat yang sangat luas, hamparan tanah lapang dengan rumput hijau membentang sangat luas,..
Hanuraga kembali disuruh bertapa ditempat itu dan akan dijemput oleh gurunya jika saatnya tiba...
setelah beberapa bulan seperti sebelumnya, kedua gurunya kembali menjemput Hanuraga dari tapanya,
namun setelah beberapa kali dipanggil Hanuraga masih diam dan tak bergeming sedikitpun, kedua gurunya saling berpandangan, lalu Ki Madra menyentuh kening Hanuraga...
setelah beberapa saat akhirnya Hanuraga membuka matanya..
Hanuraga berdiri dan memberi hormat pada gurunya, ..
"nak kau hanyut dalam tapa mu, seluruh cakra dalam tubuhmu berputar dan Kundalini mu bangkit, kini sudah tiba saatnya dirimu membuat hidup apa yang telah kau pelajari..
Hanuraga hanya menganggukkan kepalanya dan kembali hormat pada gurunya..
***
di suatu tempat pada malam hari, Hanuraga sudah duduk dengan sikap lotus, ia memusatkan pikirannya, menyatu dengan alam seolah dialah alam semesta itu, seluruh energi kehidupan dapan ia rasakan, energi alam dan kehidupan seakan masuk kedalam tubuhnya dan terus berlangsung..
saat sudah melewati tengah malam, dari arah belakangnya ia merasakan energi yang luar biasa besar berbentuk bulatan cahayanya kuning keemasan, begitu juga dari arah kiri dan kanannya, hanya saja berbeda warna yaitu merah dan putih, bola cahaya itu memancarkan energi yang luar biasa, namun dari arah depan muncul juga bola energi yang terus berubah warna memancarkan aura dan energi yang maha dahsyat..
keempat bala cahaya itu bersinar sangat terang dan segera melesat kearah Hanuraga dari empat penjuru, Hanuraga teringat pesan gurunya, apapun yang terjadi kau harus selalu tenang dan terimalah apapun yang kau terima dengan ketulusan hati..
Hanuraga menyambut keempat cahaya itu dan saat bola cahaya itu masuk ketubuh nya, ledakan energi yang sangat besar terjadi dengan sinar yang sangat menyilaukan hanya sepersekian detik saja...
Hanuraga membuka matanya, ia melihat seluruh tubuhnya tapi tidak terjadi apa apa, namun ia merasakan tubuhnya sangat ringan dan penuh dengan kekuatan yang dashyat..
"hiyaaaaaaaat...."
Blam..
boom....
beruntungnya danau itu sangat dalam, jika saja ia melepas pukulan tenaga dalam ke daratan mungkin efeknya akan sangat mengerikan, Hanuraga sedikit tercengang dan kaget, ...
"aku hanya mengeluarkan sedikit tenaga dalam namun itu saja sudah sangat luar biasa.."
Hanuraga membatin..
"selamat anakku.."
suara Ki Mudra dan Ki Madra sedikit mengagetkan Hanuraga..
"Hormatku mahaguru.."
"kau sudah menyempurnakan semua ilmu yang kau pelajari, besok kau akan segera ku diksa menjadi sesepuh perguruan ini, kau masih sangat muda dan juga berbakat, di usiamu yang masih belasan tahun kau akan menjadi penerus perguruan ini..."
"selain masih muda dia juga pemuda yang sangat tampan,,,"
Ki Madra juga menimpali..
disanjung oleh dua gurunya Hanuraga menjadi tersipu dan hanya senyum senyum sambil menggaruk pipinya menatap gurunya..
__ADS_1
"hehhh.... kau menguasai ilmu maha dashyat, apa daya kau masih bocah .."
Ki Mudra menepuk pundak hanuraga sambil menggodanya..
"maaf guru.."
Hanuraga membungkuk sambil menangkup kan tangannya didepan dada..
"Hais, kau ini tidak bisa diajak bercanda anakku.."
"maaf guru, selama ini aku tidak berani, dan kedua guru juga sangat serius.."
"hahahaha ..... itu agar kau selalu disiplin dan berlatih dengan sungguh sungguh, .."
kedua Maha Yogi itu mengajak Hanuraga duduk ditepi tebing, malam sudah hampir berlalu, sinar merah keemasan sudah mulai mengusir malam dan dinginnya lembah gunung Watu Karu...
"nak kembalilah dan beristirahat, nanti akan ada yang menjemputmu..."
"baik guru, kalau begitu aku mohon diri.."
Hanuraga kembali kegubuk nya, ia sangat bahagia karena tak terasa sudah melalui semuanya, ia segera menghempaskan tubuhnya di atas dipan kayu dan Hanuraga pun terlelap dengan senyum menghiasi bibirnya...
***
beberapa hari kemudian
para murid perguruan, tetua dan semua senior sudah berkumpul, didepan kedua Maha Yogi, Hanuraga baru saja tiba setelah dijemput oleh seniornya..
"nak hari ini kau akan menjadi penerus ku..!!"
menatap Hanuraga dengan senyum yang mendamaikan..
"kau sudah berjodoh dan kau harus menjaga perguruan ini dengan baik.."
"aku siap guru, aku akan selalu berdiri dijalan Dharma.."
"bagus, kalau begitu mari kita mulai..."
seketika sekelebat bayangan kuning berdiri dibelakang Ki Mudra dan Ki Madra, sesosok Maha Yogi dengan jubah Wikhu ( biksu ) dengan aura yang sangat nyaman penuh kasih, ...
Ki Mudra dan Ki Madra memberi hormat padanya, salam mahaguru...
serempak seluruh anggota perguruan memberikan hormat pada biksu itu..
"anakku Hanuraga, ketahuilah beliau adalah pendahuluku, sesepuh pertama perguruan ini, beliau adalah Wikhu Dharmo..
"murid memberi hormat.."
Hanuraga bersujud dan menyentuh kaki sang Maha Yogi..
Wikhu Dharmo hanya tersenyum lembut sambil menyentuh kepala Hanuraga..
saat ia berdiri, Ki Mudra dan Ki Madra memberikan seruling pusaka perlambang keagungan puncak barat Watu Karu..
maka Hanuraga di diksa dan resmi menjadi Sesepuh pada abad ke 9-caka tahun ke 92-bulan ke 6 hari ke 15 ( caka warsa 892 )
__ADS_1
dan Ki Hanuraga kini bergelar ksatria suling gading.......