
Pagi hari dikaki gunung
pagi ayah, ibu, hanuraga memberi hormat kepada orangtuanya, pagi ini hanuraga hendak menyampaikan keinginannya untuk naik kegunung watukaru, untuk mencari apa yang merasa menganjal hatinya...
pagi juga anakku, ada apa gerangan kau sepagi ini nak?
ayah, ibu setelah ku pikir dengan matang aku hendak naik kegunung untuk mencari sesuatu...
kerti tampak kaget, nak ibu sudah memberitahumu tidak sembarang orang bisa naik kesana, bahkan seorang pendekar yang sudah sakti tidak pernah sampai keatas..
benar nak, yang pernah ku dengar dulu beberapa pendekar dari berbagai daerah dan juga penduduk lain pernah mencoba mendaki namun hanya sampai dipertengahan, mereka tak tahu apa yang terjadi, mereka seperti pingsan dan saat tersadar mereka semua sudah kembali dikaki gunung... Retus menimpali istrinya untuk melarang hanuraga naik..
jadi selama ini belum ada yang pernah berhasil mencapai puncak gunung itu ?
hanuraga semakin penasaran..
entahlah nak, namun dulu saat kedua pendekar kembar yang menitipkanmu pada kami mengaku dari puncak barat watukaru, benar tidaknya kami tidak tahu nak..
lalu apakah ayah tidak pernah kesana?
hmmm... sebenarnya aku pernah tanpa sengaja naik kesana nak, aku mencari kayu bakar disekitaran hutan kaki gunung, namun saat memasang jebakan hewan aku terus menyusuri lebatnya hutan gunung itu, aku tak tahu terlalu jauh naik, namun saat sudah dipertengahan gunung tiba tiba ada alunan nada seruling yang sangat merdu, aku sampai terbuai mendengarkan suara itu sambil memejamkan mata, serasa tertidur rasanya namun sangat sebentar, setelah aku membuka mata aku sangat kaget sebab aku sudah berada di bawah dimana aku meletakkan kayu bakar yang aku cari.....
hanuraga mengernyitkan dahinya mendengar apa yang dikatakan ayahnya itu..
tetapi ayah tidak terluka kan?
tidak nak, namun ayah memutuskan untuk tidak kesana lagi, mungkin ada hal yang tidak boleh kita ketahui disana...
hanuraga tampak termenung sambil menatap seruling ditangannya, apa mungkin ada hubungannya suara seruling yang ada diatas gunung dengan seruling yang kupegang ini,,
hanuraga semakin memantapkan hatinya akan naik kewatukaru, karena selama beberapa hari ini dia sangat ingin kesana, seperti ada yang menarik dirinya untuk segera naik ke puncak watukaru...
ayah, ibu, aku sudah putuskan, dan hatiku mantap akan dengan pendirianku bahwa aku akan naik kewatukaru, aku mohon ayah dan ibu mengijinkanku...
kerti tampak sedih dan berat untuk memberi ijin, namun Retus menarik nafas panjang sambil melirik istrinya,..
nyi sepertinya ini sudah jalan yang diberikan dewata padanya, sebaiknya kita merestuinya..
kerti pun mengangguk prlan sambil menatap hanuraga,,
nak kapan kau ingin berangkat?
secepatnya bu, aku berjanji akan pulang nanti setelah kutemukan apa yang ku cari..
baik nak, jika begitu persiapkan dirimu, istirahatlah yang cukup ibu akan mempersiapkan bekalmu..
baik bu, ayah aku mau berkeliling sebentar, nanti aku akan beristirahat..
__ADS_1
hanuraga berkeliling sambil melihat beberapa orang yang bekerja menanam padi gaga, tampak rumah rumah yang berjauhan..
aku akan segera meninggalkan tempat ini, dan kelak aku pasti kembali setelah menemukan jawaban yang mengganjal hatiku..
hanuraga sesekali mencoba memainkan serulingnya, namun dia hanya bermain biasa tak ada alunan nada, hanya sekedar mencoba meniup ..
suara seruling ini bagus sekali, sayang aku tak tahu bagaimana membuat agar terdengar indah ,,, pikirnya dalam hati..
nak apa yang kau lakukan, apa kau sedang belajar bermain seruling?
suara orang tua yang sedang membawa kayu bakar mengejutkan hanuraga...
oh kakek, mengejutkan saja hahaha.. aku hanya iseng kek..
aku tak melihat ayahmu disawahnya, apa dia sakit?
tidak kek, mungkin ayah ingin dirumah kek, kemarin dia sudah menyelesaikan menanam padi..
ohh begitu ya, apa kau tak berniat belajar kanuragan, sudah ada pemuda yang mencariku..
maaf kek aku belum berpikiran untuk belajar beladiri..
hmmm anak anak seusiamu sudah ingin belajar dan ingin menjadi pendekar, jika kau ingin mampirlah kerumahku, aku akan menerimamu sebagai murid..
terimakasih kek, aku akan memikirkannya..
kakek itu bernama ki Wukir, seorang pinisepuh perguruan tigasari, perguruan kecil yang terletak didesa angseri..
***
sore hari hanuraga baru pulang dan disambut ibunya,,,
kau kemana saja nak, aku khawatir kau pergi dari pagi, ibu kira kau kemana..
aku hanya jalan jalan bu, tadi aku bertemu kakek wukir, dia menanyakan ayah..
mendengar hanuraga menyebut nama Wukir, retus segera menghampiri anak dan istrinya..
nak kau bertemu dengan ki wukir ya? lalu apa yang kau bicarakan dengannya?
aku hanya berbasa basi dengannya ayah, dia sempat mengajakku menjadi muridnya, tapi aku tolak secara halus, karena aku ingin naik kewatukaru dulu..
Retus membuka mulutnya keheranan..
aisss anak ini, kenapa kau menolaknya nak, aku dulu belajar dari beliau juga,, lihat ini..
retus memperagakan gerak silat yang dulu dipelajari dari ki wukir,, aduhhh pinggangku...!!
__ADS_1
bli kau bukan muda lagi, jangan bertingkah depan anakmu, kerti tampak sedikit marah..
ahh aku hanya memberinya semangat hahaha..
kenapa ibu marah? tanya hanuraga..
sudahlah ibu mau masak dulu, kau pasti lapar karena kau daripagi menghilang dan baru pulang jawab kerti ketus..
kenapa ibu marah ayah?
hmmm ... sepertinya ibumu mengingat masa laluku hehehe...
duduklah nak, aku mau bercerita..
dulu aku saat masih muda sangat ingin menjadi prajurid di kerajaan gelgel, aku belajar ilmu kanuragan selama hampir 20 tahun pada ki wukir, namun setelah aku bertemu ibumu dan menikahinya dia melarangku menjadi prajurit, alasannya dia tak mau kehilanganku kalau ada peperangan , selain kami akan jarang bertemu aku juga akan selalu berhadapan dengan bahaya nak, namun walaupun aku batal menjadi prajurit dan hidup sebagai petani yang sederhana kebahagiaan kami belum sempurna karena kami tidak memiliki keturunan, namun delapan tahun silam kau hadir ditengah kami melengkapi kebahagiaan yang kami idamkan selama ini, mungkin ini sudah jalan hidup yang harus kami jalani nak, kata retus sambil menghembuskan nafas panjang..
tampak wajah hanuraga sedih menatap ayahnya, walaupun bukan putra kandungnya namun hanuraga merasa sangat bahagia dan disayangi oleh kedua orangtua angkatnya....
aku akan selalu berbakti pada kalian, jawab hanuraga sambil hormat pada ayahnya...
sudahlah nak, kau tetaplah putraku, ayo kita makan dulu, ibumu sudah memanggil..
baik ayah..
setelah makan malam bersama, hanuraga tampak sibuk menyiapkan beberapa pakaiannya untuk berangkat besok...
***
hanuraga membuka matanya setelah sinar matahari menerpa wajahnya dari sela sela gedek bambu,,,
sudah pagi ya, hmm tak terasa malam yang singkat, hari ini aku akan naik kewatukaru, pikir hanuraga dengan penuh semangat..
setelah selesai sarapan bersama kedua orangtuanya hanuraga pun menyampaikan akan berangkat pagi itu juga..
nak kami hanya bisa mendoakanmu, bawalah bekal yang tidak seberapa ini, kerti memberi beberapa bekal makanan pada hanuraga..
nak ayah juga tak bisa memberimu bekal uang, karena dipuncak gunung tak ada yang berjualan, hahahahaha uhuk...
retus meringis menahan sakit perut karena dipukul istrinya..
bli jangan bercanda, anak kita akan berangkat hari ini bisanya kau bercanda..
retus hanya terkekeh pelan, dia sebenarnya hanya ingin menutupi kesedihan hatinya melepas kepergian hanuraga..
sambil sujud dikaki kedua orangtuanya hanuraga mengucapkan perpisahan kepada ayah dan ibunya..
bangunlah nak, gunung ini sangat dekat kau bagaikan mau pergi jauh saja, jawab ayahnya sambil memegang pundak hanuraga..
__ADS_1
setelah berpamitan, hanuragapun mulai melangkahkan kakinya menuju watukaru, ayah, ibu, tunggulah aku akan segera pulang setelah menemukan apa yang ku cari....