Ksatria Suling Gading

Ksatria Suling Gading
Siluman penguasa hutan 2


__ADS_3

Hanuraga yang sudah jauh kembali memutar menuju ketempat Tejasura, dalam sekejap ia sudah sangat dekat dan kembali muncul ditempat yang sama dimana ia diserang oleh Tejasura..


hanuraga mengamati sekitarnya, mencari keberadaan sosok yang ia cari..


"kemana perginya lelembut itu, apakah dia tak selalu berada disini,..."


dari belakang hanuraga merasakan hawa dingin yang menerpa tubuhnya, saat ia berbalik betapa kagetnya hanuraga sudah dikepung berbagai mahluk aneh ...


hanuraga sedikit tersenyum melihat banyaknya bangsa lelembut yang mengitarinya..


"kenapa kalian mengepungku, apakah ada yang salah sampai kalian sepertinya ingin menelanku mentah mentah.."


........


tak ada jawaban dari para lelembut, mereka hanya memandangi hanuraga menunjukkan taring yang tajam..


"hehhh....


sepertinya kalian semua bisu,, apakah Tejasura ada disini, kalau tidak sampaikan padanya aku menunggunya disini.."


"ssssssssshhhhh......


lancang kau manusia, kau sudah masuk ketempat kekuasaan kami, tak ada jalan untukmu kembali hidup hidup.."


hanuraga sudah menduga jika para lelembut yang berkuasa di hutan ini tak akan membiarkan siapapun keluar hidup hidup jika sudah masuk kebagian terdalam hutan ini, ....


"apakah aku ada salah kalau aku memasuki hutan ini?"


"tentu saja, memasuki daerah kekuasaan kami hukumnya mati.."


lelembut itu berkata tegas sambil memperlihatkan kukunya yang tajam..


"walaupun aku hanya lewat atau sedang mencari kayu bakar kalian tetap akan membunuhku?"


"tentu saja, tak ada alasan bagi kami melepaskan siapapun yang berani memasuki tempat kami..."


hanuraga terdiam, ia melepaskan indra spiritual yang menyebar ke segala penjuru, saat ia membuka mata, hanuraga dapat melihat kerajaan lelembut dan ia tepat berada ditengahnya..


"jadi begitu rupanya..."

__ADS_1


hanuraga bergumam sambil mengelus dagunya..


"jadi begitu apanya, sudah kita habisi saja manusia ini.."


para lelembut itu segera hendak menyerang hanuraga dari berbagai sisi..


hanuraga segera melepaskan energi maha dahsyat sampai seluruh tempat itu bergetar,


para lelembut berteriak kencang sambil mundur menjauhi hanuraga..


Tejasura yang sedang duduk dalam singgasananya tersentak kaget saat istananya bergetar hebat ..


"siapa gerangan yang memiliki kekuatan sedahsyat ini ..."


Tejasura segera menuju sumber energi yang ia rasakan...


saat sampai ia begitu kaget mendapati hanuraga tengah berdiri diantara para lelembut yang menampakkan wajah ketakutan...


"tuan hanuraga kenapa anda kembali, dan kenapa anda menyerang para prajurit ku??"


"OHH akhirnya kau muncul juga Tejasura, sebenarnya aku hanya ingin tau apa alasan kalian membunuh setiap orang yang lewat ataupun tanpa sengaja memasuki hutan ini, dan sekarang aku tahu jawabannya..."


"maaf tuan hanuraga, aku hanya melindungi beberapa pusaka dari orang orang yang mengincarnya, aku terpaksa membunuh setiap orang yang berani mendatangi tempat ini..."


"apakah mereka semua yang datang ketempat ini adalah seorang pendekar yang mengincar keberadaan pusaka yang kau jaga itu?"


Tejasura terdiam, dan dengan cepat mencari alasan lain..


"aku tidak tahu mereka semua pendekar atau bukan tapi aku merasa mereka memiliki tujuan merebut pusaka, dan bisa saja digunakan sebagai kejahatan..."


"aku tak menyalahkan mu menjaga pusaka, tapi kau sudah bertindak tidak benar, jika saja kau membunuh orang yang masuk kehutan ini hanya untuk kesenangan, maka jangan harap aku berbelas kasihan, akan ku ratakan seluruh kerajaan lelembut ini"


mendengar itu Tejasura segera berlutut dan mengakui kesalahannya, ia tak bodoh untuk melawan hanuraga, hanya dengan lepasan energi spiritualnya saja sudah membuat seluruh bangsa lelembut berteriak ketakutan...


"maafkan aku tuan Hanuraga, jika caraku salah mohon berikan petunjuk pada kami, apakah kami harus pergi dan mencari tempat lain untuk menjaga semua pusaka dan benda bertuah yang ada dikerajaan ku ini?


"tidak usah, kau hanya perlu mengawasi setiap orang yang memasuki hutan ini, jika orang yang memasuki hutan ini memang hendak merebut pusaka, merusak apa yang ada di hutan ini kalian boleh melakukan apa saja, tapi jika mereka yang datang hanya mencari kayu bakar ataupun bepergian kalian hanya perlu mengawasinya, dan jika kalian tetap mengabaikan apa yang aku katakan hari ini, suatu saat aku akan datang meratakan kerajaan kalian...."


"baik tuan Hanuraga, kami semua akan melaksanakan apa yang tuan katakan pada kami, tuan bisa memegang kata kataku ini..."

__ADS_1


"baiklah, sekarang aku akan melanjutkan perjalanan, ingatlah akan apa yang aku katakan pada kalian..."


saat selesai berbicara, hanuraga menghilang bagaikan angin, sekali lagi Tejasura kaget dengan mata melotot, sungguh ilmu yang sangat tinggi, beruntung tuan hanuraga masih mengasihi kami..


pikir Tejasura....


Hanuraga kembali melesat semakin keluar hutan larangan, ia ingin segera sampai di desa terdekat, ia ingin mencicipi masakan daratan Jawa Dwipa ...


tak berselang lama Hanuraga tiba di gerbang sebuah desa, ia segera melangkah memasuki desa dan segera mencari kedai penjual makanan...


Hanuraga melihat kedai yang cukup ramai, dan mencium harum bau ikan yang digoreng cukup menggugah seleranya..


"hemmm.... sudah lama aku tak makan ikan, aku jadi teringat saat ibu memasakkan makanan untukku.."


Hanuraga segera melangkah memasuki kedai dan duduk dimeja yang berada ditengah..


"selamat datang tuan, apakah anda ingin makan atau memesan tuak ?"


"aku ingin memesan ikan goreng dan beberapa sayuran.."


tak berselang lama pelayang membawa pesanan hanuraga, dan hanuraga begitu menikmati makanan yang dihidangkan....


***


setelah berlalu cukup lama kejadian di hutan larangan, penduduk desa yang pergi berburu dan mencari kayu bakar sudah berani memasuki hutan, mereka berani karena ada seorang nenek yang mencari kayu bakar lupa kalau ia sudah masuk terlalu jauh namun ia masih selamat..


maka semenjak itu para penduduk mulai berani memasuki hutan larangan untuk sekedar mencari kayu bakar maupun untuk berburu, tapi mereka tak berani berbuat sembarangan jika tidak ingin celaka atau berakhir dengan kematian...


Tejasura memerintahkan seluruh bawahannya menyebar ke penjuru hutan larangan dengan perintah untuk mengawasi setiap manusi yang memasuki hutan, ..


kini desa desa terdekat dengan hutan larangan sudah mulai menggunakannya sebagai jalan agar lebih cepat sampai ke desa sebelah, namun hanya bagian luar hutan yang dipergunakan sebagai jalan...


walaupun sudah mulai dimasuki penduduk, namun masih ada beberapa kalangan yang enggan mendekati hutan larangan, terutama mereka yang dari aliran hitam, setiap anggota perguruan dari aliran hitam pergi kehutan larangan, baik itu mencari pusaka atau benda bertuah lainnya, mereka tak pernah kembali pulang keperguruan nya,..


bahkan tak sedikit juga orang orang dari aliran putih juga merasakan dampak jika mereka sengaja mencari sebuah pusaka didalam hutan larangan...


banyaknya aliran perguruan yang mencoba peruntungan kehutan larangan dikarenakan dahulu sempat beredar kabar bahwa ada pendekar sakti yang meninggalkan semua pusaka dan benda bertuah miliknya di hutan larangan ini, hal itu tentu saja menjadi magnet yang menarik berbagai aliran beladiri untuk memilikinya....


*** halo semua, maaf dulu saya sempat lama tidak bisa update dikarenakan ada beberapa kesibukan yang begitu mendesak, sebagai gantinya saya akan sering crazy up,, terima kasih 😁🙏🙏 ***

__ADS_1


__ADS_2