Ksatria Suling Gading

Ksatria Suling Gading
Jawa Dwipa


__ADS_3

Disebuah pelabuhan yang cukup ramai, tampak para nelayan yang sibuk mengangkut hasil dari melaut, ada juga yang sedang menunggu penumpang yang hendak menyeberang,...


di atas bukit dekat dengan pelabuhan terdengar alunan seruling yang begitu merdu membuat siapapun akan terlena saat mendengarnya, nada yang indah seakan menebar kedamaian dan rasa nyaman sampai kedalam relung hati,..


di atas sebuah batu yang cukup besar seorang pemuda dengan jubah kuning duduk bersila sambil meniup seruling memainkan irama yang begitu merdu bersanding dengan indahnya alam, pemuda itu ialah Hanuraga sendiri..


saat selesai memainkan seruling pemberian gurunya, hanuraga memandang kepelabuhan dibawahnya, lalu ia beranjak menuju ke sana..


saat sampai dibawah, ia memandangi hiruk pikuk para nelayan menjajakan ikan hasil tangkapannya hari ini, Hanuraga terus melangkah sambil memperhatikan banyak perahu yang berjejer rapi..


"maaf tuan, apakah anda hendak membeli ikan? kalau iya mari aku baru saja mendapat ikan segar yang lumayan besar.."


seorang nelayan menghampiri hanuraga sambil menawarkan ikan padanya..


"oh.."


"maaf aku hendak menyeberang tuan, apakah tuan tahu dimana aku bisa menyewa perahu?"


"ooh aku kira kau mencari ikan..


kau pergi saja ke dekat jejeran pohon kelapa itu, di sana tempat untuk menyeberang, mungkin sebentar lagi akan ada perahu yang berangkat.."


"terimakasih tuan..."


Hanuraga segera bergegas ketempat yang ditunjuk nelayan itu..


saat sampai ditempat yang dimaksud, Hanuraga sudah diserbu para pemilik kapal, mereka saling berebut sambil menunjukkan perahu mereka..


"maaf tuan, apakah ada perahu yang akan berangkat sekarang?"


"memangnya kemana tujuanmu nak?"


seorang nelayan bertanya sekaligus ingin mengajak Hanuraga menaiki kapalnya..


"aku hendak ke Jawa Dwipa tuan..."


para nelayan itu saling berpandangan dan segera pergi meninggalkan Hanuraga, salah satu dari mereka bahkan menyuruh Hanuraga mengurungkan niatnya..


dalam kebingungan Hanuraga hanya bisa tersenyum pahit melihat tingkah nelayan itu, "tadi mereka berebut agar aku jadi penumpangnya, sekarang aku ditinggalkan begitu saja, apa yang sebenarnya terjadi..."


Hanuraga hanya bisa menghembuskan nafas, baru saja ia hendak berbalik ia melihat seorang yang masih berdiri tak jauh dari tempatnya, orang itu berperawakan tinggi kekar dengan kulit hitam legam..


pria itu mendekati Hanuraga...


"nak tadi aku mendengar kau akan ke Jawa Dwipa, apa benar?"


"benar tuan, aku memang hendak ke sana, tapi saat aku mencari kapal yang akan ke sana mereka malah pergi begitu saja.."


melihat wajah polos hanuraga pria itu terkekeh pelan..


"nak mereka tak akan berani mengantarmu ke sana, oh perkenalkan aku Jaraga, apakah kau berasal dari Jawa Dwipa nak?"


"aku hanya ingin bepergian ke sana tuan, namaku Hanuraga, jadi apakah tidak ada perahu yang akan ke sana?"


"ketahuilah nak, mereka tidak berani ke sana karena sering ada perompak yang menghadang, mereka sangat kejam pada buruannya,, jika kau ingin ke sana kau bisa menumpang di kapal kami, bagaimana?"


Hanuraga nampak sedang berpikir, belum sempat ia menyahut, pria itu sudah berbicara lagi..


"jangan takut nak, kami tidak memakai perahu kecil, tapi kapal yang lumayan besar, juga ada puluhan pendekar yang disewa tuan kami sebagai pengawal.."


"baiklah kalau begitu aku ingin menumpang di kapal tuan, berapa aku harus membayar?"

__ADS_1


"hemm... apakah kau bisa beladiri nak?"


"melihat pakaianmu sepertinya kau seorang murid dari suatu perguruan silat.."


"hahaha aku hanya bisa sedikit jurus tuan, .."


Hanuraga tidak mau menyombongkan diri bahwa dia adalah sesepuh termuda saat ini karena kemampuan ilmunya yang tinggi..


"baiklah, kau tak usah membayar nak, tapi kau bisa bergabung dengan pengawal kami, anggap saja kau ikut melindungi kapal, bagaimana, ayo putuskan karena sebentar lagi kami akan berangkat.."


Hanuraga pun menyetujui dan segera ikut Jaraga menaiki kapal,


Hanuraga cukup terkesima melihat kapal yang cukup besar, itu adalah kapal dagang yang segera menuju Jawa Dwipa..


saat berada di atas kapal Hanuraga dikenalkan kepada tuan muda pemilik kapal tersebut..


"nak mari ikut aku,"


Jaraga mengetuk sebuah pintu


"tuan hamba ingin menghadap.."


"masuklah.."


terdengar suara seorang pemuda yang cukup berwibawa dari dalam..


saat sampai didalam Jaraga langsung memberi hormat..


"tuan hamba membawa seorang yang juga akan mengawal kita, nak perkenalkan dirimu," Jaraga menyiku hanuraga..


"ah iya..


tuan namaku Hanuraga, terimakasih sudah diijinkan untuk ikut menumpang di kapal tuan,


"hemm ....


sepertinya kau masih sangat muda, apakah kau bisa beladiri?"


"aku bisa sedikit tuan.."


"baiklah, kau boleh ikut, tapi selama kau disini kau juga harus melindungi kapal ku..


hemm namamu Hanuraga kan?"


"betul tuan, aku hendak ke Jawa Dwipa melanjutkan perjalanan.."


"hemmm.... namaku Tian Shi, jadi kau seorang pengembara, aku suka itu, di negeriku banyak pendekar muda yang bepergian untuk mencari pengalaman bagaimana kerasnya dunia persilatan, baiklah kau boleh keluar, oh ya Jaraga antar kan Hanuraga ketempat para pengawal.."


Hanuraga jan Jaraga segera pergi setelah memberi hormat..


"jadi tuan Tian Shi orang dari negeri tiongoan (china) ya?"


"betul nak, dia seorang pedagang kaya raya, mari kuperkenal kan kau pada para pengawal.."


saat sampai dibelakang kapal, terdapat ruangan yang cukup luas dan berisi beberapa tempat tidur yang disusun, tampak beberapa lelaki berbadan kekar sedang duduk menikmati arak dan beberapa makanan..


saat Hanuraga masuk bersama Jaraga semua pandangan tertuju pada Hanuraga..


"tuan tuan pendekar sekalian, kita ada tambahan anggota baru untuk sementara, kalian semua perlakukan lah dia dengan baik,.."


"nak berbaur lah dengan mereka, aku pergi dulu, masih banyak urusan yang ku kerjakan.."

__ADS_1


saat Jaraga sudah pergi, Hanuraga segera masuk dan memberi hormat,


"salam pada para pendekar sekalian ...."


"sepertinya ada yang salah dengan kepala tuan Jaraga, kenapa dia merekrut anak muda sebagai pengawal.."


salah satu pengawal itu berceloteh sambil melirik Hanuraga..


"biarkan saja, lebih banyak orang kan lebih bagus..."


"hei nak, kemari lah kita duduk bersama.."


kepala pengawal memanggil hanuraga sambil menyodorkan kendi berisi arak..


"maaf tuan aku tak bisa minum.."


hanuraga menolak secara halus....


"hahaha..... kau tak bisa minum ya nak, arak ini begitu nikmat, ..."


banyak pendekar yang melihat Hanuraga dengan tatapan yang meremehkan, ..


salah satu pengawal itu mendekati Hanuraga, "nak kau masuk kesini tidaklah gratis, kau harus membayar pada kami agar kau tetap aman.."


Hanuraga tersenyum lalu berkata,


"tuan kalian ini pengawal apa perampok?"


pengawal yang mendekati Hanuraga merasa tersinggung, ...


"heh nak kami pengawal yang dibayar mahal oleh tuan Tian Shi, jadi jika kau ingin bergabung kau juga harus membayar sebagai anggota baru kami.."


"maaf tuan aku tidak ingin bergabung, aku hanya menumpang disini.."


"sama saja, kau sudah duduk disini jadi tak ada pilihan lain, ketua pengawal menyahut sambil menyeringai dingin.."


"lalu jika aku tetap tidak mau lalu bagaimana?"


"jangan menyesal nak...."


saat Jaraga sedang melintas, ia dikejutkan dengan suara gaduh dari ruangan pengawal, takut terjadi sesuatu Jaraga segera bergegas dan membuka pintu, tapi ia sedikit terkejut saat melihat semua pengawal dengan luka memar di wajah, ada yang memegangi tangan sambil meringis..


"apa yang terjadi, kenapa kalian terluka?"


"ah kami hanya melakukan perkenalan pada tuan Hanuraga.."


ketua pengawal menyahut sambil meringis dan ketakutan..


"benar tuan Jaraga, tadi aku diajak berkenalan dengan caranya sendiri" kata Hanuraga yang masih duduk ditempat sama sambil tersenyum..


"hemm... baiklah, aku pergi dulu.."


saat Jaraga pergi, semua pengawal melihat Hanuraga dengan ngeri, mereka tak dapat melihat gerakannya tapi mereka sudah babak belur..


"bisa sedikit bela diri apanya"


ketua pengawal itu bergumam kesal...


tak berapa lama kapal mereka berlabuh tampa halangan, bahkan tak ada perompak yang menjadi momok menakutkan itu menampakkan diri..


Hanuraga turun dari kapal, setelah berpamitan ia pun segera pergi..

__ADS_1


saat ditempat sepi Hanuraga melesat dan melompat kesebuah bukit, ia memandangi daratan didepannya, aku sudah sampai, saatnya berpetualang.....


__ADS_2