
"Hah anak muda tunjukkan sedikit rasa hormatmu pada ketua,..."
"hahahaha sudahlah, aku suka dengan anak yang sepertimu, jadi kau kesini ingin bergabung bersama kami?"
"Hem maaf, sebelumnya aku ingin bertanya, kalian ini prajurit gadungan bukan, lalu apa tujuan kalian menyamar sebagai prajurit keamanan untuk desa ini?"
"tentu saja sudah jelas apa tujuan kami, kami menyamar agar lebih mudah untuk mengeruk keuntungan dari desa ini, bahkan jika kau mau kaya kau akan kaya dalam seminggu, masalah wanita kau juga tenang saja anak muda hahahaha......"
Hanuraga terkekeh pelan sambil menggelengkan kepala...
"maaf tuan ketua, tuan Kunta, tuan perampok atau apalah, aku kesini bukan untuk bergabung, namun aku merasa tindakan kalian sudah salah, jadi aku merasa tergerak ingin membantu temanku Wirta..."
"hahahaha nak kusaran kan kau jangan mencoba menjadi pahlawan kesiangan, lebih baik kau bergabung bersamaku, akan kujadi kan kau tangan kananku, bagaimana?"
"maaf aku bukan orang yang berada di jalur sesat seperti kalian..."
"hemm baiklah kalau begitu keinginanmu nak, para bawahan ku sudah lama tidak menghabisi seseorang,.."
dengan seringai dingin..
seketika puluhan anggota Kunta mengepung Hanuraga, mereka sengaja mengepung bersama agar nyali hanuraga ciut, namun Kunta merasa bingung yang melihat ketenangan hanuraga..
"baiklah mari kita coba seberapa kuat para prajurit gadungan mu tuan Kunta.."
Hanuraga memasang kuda kuda dan kedua tangannya membentuk seperti cakar..
"serang dan lumpuhkan bocah itu,,,,!!!!"
Kunta segera memerintahkan para bawahannya ...
pertarungan sengit pun tak terelakkan lagi, hanuraga bergerak lincah berguling dan meloncat seperti harimau, setiap serangannya begitu mematikan...
sudah beberapa jurus yang dikeluarkan para perampok itu namun sedikitpun tak menyentuh hanuraga...
desak terus, dia akan kelelahan...
salah satu perampok meneriaki kawannya...
namun tetap sama, para perampok sangat kewalahan menghadapi hanuraga, sudah setengah dari mereka terkapar dengan luka koyakan seperti dicakar harimau..
"berhenti...." Kunta berteriak lantang mengagetkan bawahannya...
"kalian semua mundur, bocah ini bukan tandingan kalian,..."
"baik ketua..."
segera para perampok itu mundur sambil menggotong temannya yang terluka...
"hemmm ....."
"lumayan lumayan..."
"tak ku sangka ternyata ilmu kanuragan mu cukup juga bocah, aku ingin menjajal sampai mana ilmu yang kau miliki, jadi bersiaplah.."
Kunta tanpa aba aba melesat menuju Hanuraga dengan kepalan tangan yang diselimuti tenaga dalam...
Hanuraga membalas dengan tapak secara langsung pukulan Kunta..
Kunta menyeringai sambil bergumam..
"bodoh, menahan serangan ku dengan tapak, tanganmu akan hancur tanpa sisa..."
detik berikutnya saat pukulan Kunta dan tapak Hanuraga bertemu membuat gelombang seperti gelombang kejut..
Kunta ter pundur dan merasakan tangannya kebas, dadanya sedikit sesak..
__ADS_1
"sialan.. siapa sebenarnya anak ini, ia menahan pukulan ku yang bisa meledakkan batu hanya dengan tangan kosong,"
Kunta membatin sambil menatap Hanuraga...
"bagaimana paman, apakah masih ada ilmu yang akan kau tunjukkan padaku???"
"heh aku bukan pamanmu...
baiklah, kau yang memintaku, akan kutunjukkan padamu ilmu ku yang sebenarnya..."
walau sedikit gentar, Kunta tetap memutuskan untuk meladeni Hanuraga..
Kunta tampak seperti merapal mantra sambil berdiri, beberapa saat kemudian kedua tangan Kunta memerah seperti daging tampa kulit, semakin lama semakin memerah bahkan tampak seperti besi yang membara...
"bocah kau akan merasakan ajian brajamusti milikku,, tak ku sangka aku akan menggunakan ajian Pamungkas ku hanya untuk melawan bocah sepertimu..."
"maaf tuan aku bukan bocah, aku sudah remaja...."
Hanuraga menjawab acuh yang membuat Kunta semakin emosi...
"kurang ajar...."
swussssh...
Kunta melesat dan kini pergerakannya sangat cepat, ..
namun dimata Hanuraga pergerakan Kunta masih terbaca..
"pukulan brajamusti
hiyaaaaaaat....."
Duaaaar..
saat pukulan Kunta berjarak beberapa centimeter dari dada Hanuraga ia segera melompat kesamping, pukulan Kunta mengenai batu yang berada tepat dibelakang Hanuraga sampai hancur...
Hanuraga memutar tubuhnya dengan cepat dan tendangannya telak mengenai rusuk kanan Kunta...
Kunta terlempar dan berguling di tanah sambil memegangi rusuknya..
"huk.... sialan aku tertipu.."
rutuk nya dalam hati...
Hanuraga segera melesat cepat, kuta sangat kaget melihat hanuraga yang sudah didepannya dan melepaskan pukulan tepat mengenai perutnya...
sekali lagi Kunta terlempar ...
"urghhhh..."
Kunta memuntahkan darah..
ia seger bangkit walau sedikit kesusahan...
"sepertinya anak ini bukan tandingan ku
eh...."
belum sempat Kunta berpikir lagi, Hanuraga sudah didepannya dan mencengkram antara pundak dan ketiak kiri Kunta, dengan gerakan sederhana Kunta dikirim terbang dan jatuh ketanah...
para bawahan Kunta hanya bisa terkejut dengan mulut terbuka melihat ketua mereka menjadi bulan bulanan Hanuraga...
"paman menyerah lah, aku memberimu kesempatan untuk berubah, semua yang kau lakukan ini tidak benar.."
Kunta berdiri dengan susah payah, lengan kirinya seperti tak ber pungsi..
__ADS_1
ia berpikir keras, akan sangat malu diberi pengampunan oleh orang yang jauh lebih muda darinya, namun ia tidak ingin kalah begitu saja, harga dirinya lebih tinggi dari apapun...
"nak kuakui kau lebih digdaya dariku, tapi aku tak mengharapkan pengampunan mu, lebih baik aku kalah dan mati secara ksatria.."
Hanuraga sedikit tertegun dengan kata Kunta..
belum sempat hanuraga berucap lagi, Kunta sudah menerjang kerahnya, dengan sisa tenaga ia memusatkan seluruh tenaga dalam pada pukulan kanannya..
"hiyaaaaaaaat....."
crash....
ugh huk... huk... Kunta jatuh berlutut, dan jatuh tertelungkup sudah tak bernyawa lagi..
melihat semua itu dengan segera para bawahan Kunta berlutut pada Hanuraga sambil memohon agar tidak dibunuh..
"haiss kalian kira aku akan sekejam itu, aku mau bertanya.."
"b...baik nak eh t..tuan... akan kami jawab.."
salah satu perampok yang sedikit berumur memberanikan diri menjawab...
"apakah hanya kalian anggota dari perampok ini...??"
pertanyaan Hanuraga bagaikan belati yang menusuk jantung mereka..
"b..benar tuan, hanya kami saja, kami juga beberap sasih baru bergabung.."
"hmmmm....."
Hanuraga berpikir sejenak..
"aku bisa tahu jika kalian berbohong, aku akan bersikap tegas pada kalian yang berbohong,, siapa yang bergabung pada kelompok ini dengan paksaan segera pisahkan diri kalian..."
tampak enam belas orang memisahkan diri, sisanya hanya diam berkeringat dingin, ....
"kenapa kalian mau dipaksa bergabung," Hanuraga bertanya pada perampok tua tadi karena dia juga memisahkan diri..
"begini tuan, kami adalah beberapa pendekar dari berbagai desa, kami semua kalah dari Kunta, jelas dia bukan tandingan kami, namun kami akui setelah beberapa sasih kami mulai terlena dengan hasil rampasan, kami mengaku salah tuan, kami siap dan iklas jika hidup kami berakhir ditangan tuan.."
sambil bersujud..
"baiklah, perbaiki jalan hidup kalian dan kembalilah kedesa asal kalian, disetiap hati yang paling jahat sekalipun pasti ada setitik kebaikan, segeralah berubah, aku harap kalian tak mengambil jalan salah lagi, bukankah kalian melihat Kunta yang kukuh pada dirinya melawanku sampai kematiannya karena tak mau menerima pengampunan, aku bahkan merasa dia lebih berjiwa ksatria dari kalian..."
"terima kasih tuan kami berjanji tak akan terjerumus lagi.."
"baiklah, jika suatu saat aku bertemu kalian dan masih melakukan kejahatan maka tak ada lagi ampunanku, sekarang pergilah..."
setelah mengucapkan terimakasih pada Hanuraga merekapun pergi meninggalkan markas perampok itu...
Hanuraga segera menoleh pada sisa perampok lainnya...
"katakan padaku , apakah kalian...."
"tidak, kami tak sudi menerima ampunan, lebih baik kami mati, ..."
mereka segera menyerang kembali..
Hanuraga sedikit kaget dan bingung kenapa mereka malah memilih mati, saat mereka semua maju menyerang, Hanuraga masih menghindar sambil bertanya....
"kenapa kalian malah menyerang lagi, apakah kalian memang ingin mati sebagai ksatria atau menerima ampunanku dan segera bertobat..."
"kami dari aliran hitam dan pantang tunduk padamu..."
salah satu dari mereka menjawab sambil menyerang, tak ada pilihan lain Hanuraga pun akhirnya menyerang mereka yang tetap pada pendirian
__ADS_1
Hanuraga melepaskan tenaga dalam dari tapaknya dan membuat semua perampok itu terhempas, mereka semua berkelojotan sebelum menghembuskan nafas terakhir...
Hanuraga hanya menghela nafas melihat mereka yang sudah terkapar, lalu iapun berbalik ketempat Wirta disandera.....