Ksatria Suling Gading

Ksatria Suling Gading
Hutan Larangan


__ADS_3

di suatu desa sedang terjadi keributan, para penduduk desa sedang mengeroyok lima orang perampok yang tertangkap basah mencuri disebuah kedai tuak milik warga, walaupun para perampok itu menguasai beladiri mereka sangat kewalahan menghadapi penduduk yang begitu banyaknya mengeroyok mereka..


"sialan kalau begini terus bisa bisa kita akan tamat disini.."


"lalu bagaimana ini kakang, mereka sangat banyak, apakah kita harus memanggil bantuan kakang?"


"baiklah kau segera pergi ke markas, panggil semua anggota dan guru kita, akan ku binasakan semua penduduk desa sialan ini.."


perampok itu segera membuka jalan agar temannya bisa kabur dan kembali membawa bantuan...


"kakang bertahanlah, aku akan segera kembali bersama guru.."


"baik, cepatlah sedikit, aku akan bertahan disini.."


dengan keadaan yang terdesak perampok yang paling senior itu mengeluarkan jurus andalannya dan membabat penduduk yang mengepungnya..


"kurang ajar kau membunuh saudaraku..."


teriak seorang warga penuh amarah..


selang beberapa lama, perampok yang berjumlah 4 orang mulai kewalahan, mereka sudah terluka lumayan parah, tepat ketika mereka hendak menyerang untuk menghabisi para perampok terjadi ledakan dan melempar beberapa orang sampai tewas..


hahahaha........


suara tawa yang cukup keras mengagetkan para penduduk, mereka melihat keatas di atap rumah berdiri seorang kakek tua diikuti belasan orang lainnya...


"beraninya kalian mengeroyok murid ku, dasar kalian wong edan hari ini akan ku cincang kalian semua.."


sebelum kakek itu menyerang, ia dikagetkan dengan suara orang yang berteriak..


"berhenti....."


"OHH jadi kau sudah berani menampakkan diri ki Sapto, sudah lama aku mencari mu kemana mana tapi kau muncul sendiri hahaha..."


kakek yang bernama Sapto cukup kaget melihat seorang yang sama tuanya dengan dirinya berdiri ditengah jalan sambil melipat tangan depan dada..


"heh kau ternyata kawan lamaku, bagaimana kabarmu kawan, apakah kau masih ingin menerima bogem ku ini hahahaha.."


sambil meniup kepalan tangan..


"Cuih.. dulu kau dapat mengalahkan ku karena kau curang dengan meracuniku, hari ini jangan harap kau bisa bernafas sampai esok.."


"hahahaha...


sombong juga kau Jiwo, baiklah aku harap kau bisa menghiburku, tunjukkan kemampuanmu padaku.."


seketika ki Sapto melompat tinggi dan mendarat tak jauh dari Jiwo, mereka langsung saling menyerang, sementara anak buah dan murid ki Sapto menyerang murid Jiwo dan penduduk, Jiwo yang tak menyangka akan bertemu Sapto sehingga ia hanya mengajak empat muridnya ..


konsentrasi Jiwo terpecah saat beberapa penduduk menjadi korban murid ki Sapto, ia sangat geram melihat kekejaman mereka..


"biadab, akan cabut kalian sampai keakar akar.."


"hah kau kira aku ini rumput ilalang," mereka kembali bertukar jurus, saling mencari celah masing masing untuk menumbangkan lawan..


saat situasi semakin tidak mendukung, tiba tiba masuk seorang pemuda kedalam pertarungan, ia melawan murid ki sapto dan dengan mudah menumbangkan mereka..


saat tersisa 3 orang lagi, ki Sapto melompat mudur, ia menatap nanar muridnya yang tergeletak ditanah, sementara sisa muridnya yang lain sudah terlihat babak belur oleh murid Jiwo..


saat Hanuraga hendak menyerang ki sapto, jiwo berteriak menghentikannya..


"anak muda, dia bagianku kau jangan ikut campur, kini aku bisa pokus menghadapimu, persiapkan dirimu Sapto.."


Jiwo melopat sambil melepaskan pukulan maut yang dipenuhi tenaga dalam..


Sapto menangkis dengan tangan yang disilang didepan mukanya..


namun itu hanya serangan tipuan, tapak tangan kiri Jiwo mengarah ke ulu hati dan Sapto terlambat menyadari perubahan serangan itu..


tapak pencabut nyawa....


bughh....


ukh....


Sapto terhuyung mundur, namun Jiwo dengan cepat kembali menyerang, ia melayangkan tendangan mengarah kekepala..


Sapto terlempar dan berguling ditanah, ia berusaha berdiri..


Jiwo tak menyianyiakan kesempatan itu, ia merapal mantra dan melompat kearah Sapto yang belum bangkit..


ctassss....

__ADS_1


Sapto menangkis serangan tapak kiri jiwo, namun pukulan kanan jiwo telah mengenai rusuk kanannya..


bugh .... aaaaakh...


Sapto tersungkur sambil memegangi rusuk kanannya, saat berusaha berdiri Sapto memuntahkan darah segar..


Ia masih mencoba berdiri dan menatap Jiwo dengan amarah yang berkobar..


"Jiwo, suatu saat kau juga akan mengalami kematian tragis.."


tepat setelah berbicara, sapto kembali memuntahkan darah dan lngsung terjatuh menghembuskan nafasnya..


"kini kau tau siapa yang lebih tangguh diantara kita," Jiwo masih memandangi mayat sapto dan berlalu menghampiri Hanuraga..


"nak terimakasih atas bantuan mu tadi, perkenalkan namaku Jiwo, dan mereka adalah murid ku.."


"terimakasih kembali tuan, namaku Hanuraga,"


"sepertinya kau bukan penduduk sini nak, darimana asalmu?"


"aku seorang pengembara tuan, tadi saat aku ingin kekedai makanan tak sengaja kulihat tuan melawan perampok itu.."


"ooh begitu, lalu kemana tujuanmu nak jika kau lelah kau bisa istirahat diperguruanku.."


Jiwo ingin mengajak Hanuraga keperguruannya melihat bakat Hanuraga, Jiwo ingin menjadikannya murid..


"tidak usah tuan, aku tak ingin merepotkan tuan Jiwo.."


"tak apa, hayoo ikut saja nak, istirahatlah sebentar.."


Hanuraga merasa tak enak jika menolak maka ia hanya bisa menurut saja..


saat sampai, Hanuraga melihat banyak murid yang sedang berlatih beladiri..


"selamat datang diperguruan maung ireng milik ku nak,"


Jiwo menunjuk kan perguruan nya dengan bangga sambil mengajak Hanuraga berkeliling agar Hanuraga berminat jika ditawari menjadi muridnya..


Hanuraga dijamu diruang pertemuan


"silahkan nak, nikmatilah.."


"terimakasih tuan..."


"aku berasal dari Bali Dwipa tuan Jiwo, aku baru sampai kemarin dan sampai disini tadi pagi.."


"ooh begitu, aku sedang mencari murid penerusku dan melihatmu aku berniat mengangkatmu sebagai murid pribadiku.."


Jiwo memasang wajah serius sambil menatap hanuraga..


"uhuk uhuk...."


"mohon maaf tuan jiwo, perjalananku masih sangat jauh, aku juga tidak bisa menetap..."


mendengar jawaban hanuraga, jiwo cukup kecewa dan marah dihatinya, selama ini banyak pemuda yang ingin menjadi murid pribadi nya namun semua ditolak oleh jiwo..


"hmmmm....."


"apa hanya itu alasanmu menolak aku sebagai gurumu?"


"benar tuan, aku tak bisa menerima guru lgi.."


"hahaha apakah kau sudah punya guru? aku ingin tahu siapa gurumu, mungkin aku bisa menjajal ilmunya agar kau yakin betapa digdaya nya aku.."


Hanuraga tertegun mendengar jiwo yang menyombongkan diri...


"perguruanku ada di Bali Dwipa tuan Jiwo, cukup jauh juga, dan saat ini aku sudah meneruskan sebagai sesepuh, jadi aku tak bisa menerima guru lain, jadi maafkan aku.."


"apa....!!!"


"hahahahahaha ...... anak muda jangan membohongiku, usiamu belum sampai untuk menjadi seorang pelatih pun, bagaimana jika kau berlatih tanding dengan murid senior diperguruan ku.."


"maaf tuan aku tak bisa, tujuanku bukan untuk itu, aku hanya singgah atas tawaran tuan Jiwo.."


Hanuraga langsung pamit pada jiwo dan segera keluar..


saat sampai dihalaman Hanuraga sudah diambut beberapa murid dan tetua perguruan..


seorang murid tinggi kekar dengan rambut ikal ter urai melompat ketengah halaman..


"aku Kerto murid senior perguruan maung ireng, berlatihlah sebentar dengannku adik kecil.."

__ADS_1


Kerto tersenyum meremehkan..


Hanuraga menghela nafas panjang melihat situasi ini..


"aku sudah berusaha agar kita tidak bersinggungan, baiklah aku akan berlatih tanding, tapi ini hanya sebatas latihan, jadi kalian jangan menahan diri.."


Hanuraga meng iyakan tantangan yang di berikan pada nya..


Jiwo duduk di depan sambil menikmati tuak,..


"Kerto, tunjukkan pada hanuraga sedikit jurus kita.."


sambil tersenyum dingin..


"baik guru, akan kutunjuk kan sedikit rasanya tulang terkilir..


bersiaplah adik kecil.."


Kerto melesat menyerang hanuraga, namun dalam beberapa gerakan kerto sudah terkapar..


"maaf saudaraku, gerakanmu sangat kaku, kusarankan kau lebih sering melatih kelenturan,"


Hanuraga memberi hormat.. sementara Kerto meringis kesakitan memegangi paha dan dadanya..


salah satu tetua melompat dekat Hanuraga, "nak kau boleh juga, aku ingin menjajalmu juga nak.."


Hanuraga menghembuskan nafas kasar... "sebaiknya kalian maju saja semua, termasuk anda tuan Jiwo.."


Jiwo hampir menyemburkan tuak dari mulutnya..


"ahahahaha..... apa kau yakin nak?"


Jiwo melangkah maju memasuki halaman, begitu juga para tetua..


"benar tuan Jiwo, aku sedang terburu buru, aku ingin kehutan larangan.."


"hah...


jangan gila, tak ada orang yang berani mendatangi hutan itu.."


"tak apa tuan, aku memang hendak menuju kesana, jadi majulah sekalian..."


"sombong.... seorang tetua maju menyerang, Hanuraga menangkis dengan santai..


"majulah kalian semua," Hanuraga berteiak mempropokasi..


Jiwo menggelengkan kepala dan melesat maju, namun hanya dengan beberapa jurus semua tetua dikalahkan hanya menyisakan Jiwo se orang diri


namun Jiwo merasa heran, ia sampai mengeluarkan seluruh kemampuannya namun tak bisa menyentuh Hanuraga..


"kenapa kau hanya menghindar nak, apakah kau takut beradu jurus denganku?"


"aku sedang memperhatikan gerakanmu tuan Jiwo, seranganmu masih memiliki banyak celah.."


"oh begitukah? kalau begitu coba kau serang aku..."


Jiwo melesat maju namun ia tersentak kaget karena serangan jurus andalannya dipatahkan dengan mudah, dan dalam berapa gerakan Jiwo dibuat terlempar dan tejatuh dengan keras, ..


"uhuk....."


"cepat sekali.."


Jiwo membatin sambil meringis menahan sakit didadanya...


"nak dari perguruan mana kau sebenarnya..?"


"aku dari watukaru, terimakasih jamuannya tuan Jiwo, aku mohon diri..."


Hanuraga segera pergi meninggalkan perguruan maung ireng...


Jiwo dan para tetua hanya bisa bengong, mereka dikalahkan dengan sangat mudah oleh seorang pemuda...


Hanuraga tiba di pinggir sebuah hutan yang dikenal sangat angker, tidak ada orang yang berani memasuki hutan ini, jangankan orang biasa, para pendekar pun tak berani memasuki hutan ini...


bahkan sering dibilang jalmo moro jalmo mati...oleh karena itu hutan ini tak terjamah manusia..


dari pinggir hutan Hanuraga merasakan suatu energi yang cukup kuat, iapun segera memasuki hutan yang sangat rimbun itu..


( kini hutan ini dikenal dengan nama Alas purwo )


* likenya dong biar makin semangat nih*

__ADS_1


🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2