Ksatria Suling Gading

Ksatria Suling Gading
Gunantra


__ADS_3

Kabar mengenai hancurnya markas para perampok yang berada didekat hutan segera menyebar bagai angin, banyak penduduk yang tidak percaya segera melihat ke sana untuk memastikan kebenaran berita tersebut, setelah ketiadaan para perampok kini para pedagang dari berbagai daerah mulai kembali datang dan pergi dengan aman..


Hanuraga kini sedang melanjutkan perjalanannya, dia terus bergerak mengikuti jalan yang di lewti para pedagang, .


hiyaa hiyaa...


suara kusir kereta kuda terdengar nyaring membuat hanuraga minggir sambil memperhatikan rombongan dagang yang mendahuluinya, hanuraga sedikit heran sambil memperhatikan mereka..


"kenapa mereka terlihat aneh.."


Hanuraga bergumam sambil terus memandangi rombongan itu..


"Hem...


maaf nak, apa yang aneh?"


seorang yang juga berjalan menghampiri Hanuraga...


"maaf tuan kenapa orang itu sangat berbeda, mereka berkulit putih dan matanya seperti menyipit??"


"ooh kau ini pasti dari desa yang jauh, tapi pakaianmu seperti seorang pendekar saja hahaha.."


"betul tuan, saya memang dari desa dekat Watu Karu, saya hanya orang biasa tuan.."


"oooh maaf namaku Witra, aku kepala keamanan di desa, mereka itu orang orang dari Tiongoan ( china ) mereka kesini untuk berdagang.."


Hanuraga hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum..


"kau mau kemana nak?"


"entahlah tuan aku hanya seorang pengembara ..."


"hmmm kalau begitu mari kita berjalan bersama, kita searah, didepan sana ada desaku.."


"baik tuan aku juga ingin beristirahat disana.."


"eh nak apakah kau tak tahu perampok yang sangat meresahkan beberapa tahun ini kabarnya dibantai habis oleh seorang" pemuda?


Hanuraga hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala..


"ah aku kira kau tau, ya sudah aku akan memberitahumu, mereka perampok yang sangat kejam dan pemimpinnya sangat sakti, aku yang penasaran baru saja datang darisana dan benar kelompok itu sudah tidak ada hanya menyisakan bekas markas mereka yang hancur, setelah mereka dihancurkan para pedagang kembali berdatangan, seperti yang kau lihat tadi..."


Hanuraga hanya menjadi pendengar Witra berceritra, sampai tak beberapa lama kemudian mereka tiba didepan desa yang cukup besar, tampak digapura desa ada beberapa prajurit yang berjaga...


"maaf apakah anda penduduk desa ini atau pedagang?"


salah satu penjaga bertanya pada Witra..


Witra sedikit terkejut karena merasa aneh,


heh aku ini kepala keamanan kalian, apakah kalian anak baru?


kedua penjaga saling pandang, lalu sambil tersenyum menghampiri Witra,


"maaf tuan aku tidak tau haha silahkan tuan kepala.."


Witra sedikit bingung, siapa yang merekrut mereka, sungguh bukan etika keprajuritan..


Witra adalah seorang komandan prajurit yang ditugaskan sebagai keamanan desa karena pedagang dari berbagai daerah yang sudah mulai ramai berdatangan..


dirinya merasa sedikit bingung saat mendapati anggotanya kebanyakan orang orang baru dan tingkah mereka bukan seperti seorang prajurit, Witra tak mau ambil pusing diapun memutuskan kembali kerumahnya..


"nak apakah kau mau beristirahat dirumahku?"


"maaf tuan saya tidak enak merepotkan tuan.."


"sudahlah jangan sungkan begitu, kau pasti juga lelah, mari ikut aku..."


setelah beberapa lama dirmah Witra, Hanuraga mohon diri, dan memutuskan untuk berkeliling desa..

__ADS_1


desa yang cukup ramai batin hanuraga sambil melihat ramainya pedagang dipinggiran jalan,


saat hanuraga ingin masuk kesebuah kedai makanan ia melihat seorang pemuda yang bersitegang dengan prajurit..


"heh kau ini sudah melakukan kejahatan jadi jangan melawan, kami akan membawamu pada kepala keamanan.."


"sembarangan saja kalian, kejahatan apa yang aku lakukan, aku hanya ingin menjual kayu bakar disini kenapa kalian melarangku sedangkan banyak ada pedagang juga berjualan disini, lalu kenapa kalian melarangku?"


"kau tidak membayar tempat untuk berjualan, selain itu kau juga mengambil kayu dihutan milik kepala keamanan.."


"sejak kapan hutan itu milik kepala keamanan, hutan itu tidak ada yang memiliki jadi bebas kami mencari apapun disana.."


plakk.....


suara tamparan yang sedikit nyaring mengagetkan semua orang, pemuda itu tersungkur ketanah sambil memegangi pipinya,..


"cuih kau diberitahu malah melawan kami, seret dia.."


"baik ketua.."


para prajurit itu menyeret si pemuda dengan paksa sambil memukulinya..


Hanuraga merasa sangat heran melihat kejadian didepannya, ia merasa aneh karena Witra tidak akan sekejam itu pada penduduk desa..


"maaf tuan kenapa pemuda tadi dipukuli?"


Hanuraga bertanya pada penduduk disampingnya..


"hhhhhhhh itu sudah biasa terjadi nak, sepertinya sebentar lagi Witra juga akan diseret.."


"hah kenapa bisa begitu, bukannya tuan Witra sendiri kepala keamanan disini?"


"sudahlah nak kau jangan ikut campur, mereka cukup kejam, orang itu memperingati hanuraga sambil berlalu pergi.."


merasa ada yang aneh Hanuraga diam diam mengikuti prajurit yang menyeret pemuda tersebut..


tok tok tok..


"siapa" sahut Witra dari dalam rumahnya..


saat membuka pintu ia melihat beberapa prajurit berdiri dengan tampang sangar,


"Witra kau ikut kami jika tidak kami akan melumpuhkan mu.."


"hah apa maksud kalian, kalian ini prajurit baru kurang ajar, aku ini kepala keamanan.."


"lumpuhkan dia.."


"baik ketua.."


Witra pun terdesak karena dia dikeroyok dalam rumahnya yang sempit, sampai tak berapa lama Witra diseret keluar dan dibawa kesuatu tempat..


saat Hanuraga mengikuti para prajurit rasa penasarannya semakin menjadi..


"kenapa mereka membangun pos dibukit belakang desa?


ini sungguh aneh,"


Hanuraga melompat dan bersembunyi di rimbunnya pohon..


"hahaha Gunantra kau sudah keuberi kesempatan namun kau masih tak mengindahkan perintah ketua kami.."


"cuiih....


jangan harap aku menyerahkan adik perempuan ku pada bajingan seperti kalian.."


"hahahahaha.....


kalian lihat, pemuda ini ternyata sok kuat di depan kita, baiklah jika itu maumu aku akan membunuh mu sekarang dan tentu kami akan menjemput adikmu dan kami berikan pada ketua hahaha"

__ADS_1


"tuan setelah ketua bosan apakah aku juga boleh mencicipi juga?"


salah satu prajurit menyela ketuanya..


"hahahaha tentu saja kalian semua boleh tapi setelah aku dulu hahahahaha...."


mereka semua tertawa sambil mengejek pemuda didepannya..


Gunantra hanya bisa menahan amarah karena tangan dan kakinya di ikat pada pohon...


"sekaran temuilah sang suratma ( dewa kematian ) dialam sana,.."


saat salah seorah prajurit hendak menyayat leher gunanta prajurit itu malah roboh dengan ranting yang menancap tepat dilehernya...


para prajurit itu melongo karena terkejut, namun mereka segera sadar saat Hanuraga melompat turun dari pohon...


"tak kusangka ternyata kalian prajurit gadungan,.."


Hanuraga tersenyum sambil melepaskan ikatan pada gGunantra..


"hehehe ada bocah yang berlagak kuat didepan kita, habisi dia dan Gunantra.."


prajurit yang berjumlah 20 orang itu segera menyerbu Hanuraga dan Gunantra, namun hanya dalam waktu singkat mereka semua sudah dikalahkan dan terkapar ditanah...


pemimpin mereka menjadi ciut nyalinya melihat bawahannya dikalahkan dengan sangat mudah oleh pemuda didepannya..


"tuan maaf aku mengaku kalah tuan, bagaimana kalau tuan bergabung bersama kami, kami dari perkumpulan wesi ireng akan memberikan semua yang tuan inginkan..."


pemimpin prajurit palsu itu membujuk Hanuraga karena ia melihat kemampuan anak muda didepannya sangat hebat, pikirnya kemampuan anak muda ini hampir sama dengan ketuanya..


Hanuraga berpikir sejenak , lalu berbisik pada Gunantra, Gunantra menganggukkan kepala tanda setuju, ia hanya bisa mengikuti saja...


"baiklah aku akan bergabung bersama kalian, tapi pemuda ini akan menjdai bawahanku jadi lupakan untuk menyakitinya.."


"hmmm baiklah kalau begitu, apakah benar kau ingin bergabung?"


"benar, sekarang antar aku menemui ketua.."


"baik mari ikut denganku hahahahahaha...."


pemimpit prajurit gadungan itu menggiring Hanuraga menuju markasnya dikaki bukit dengan tertawa bangga, ia berpikir akan mendapat hadiah besar dari ketuanya karena berhasil merekrut pendekar yang lumayan hebat...


saat sampai disana hanuraga melihat semua prajurit yang asli sedang terikat, begitu juga dengan Witra, saat Witra menatap Hanuraga dan hendak berteriak minta tolong, Hanuraga menggelengkan kepala ....


"lapor ketua, aku membawa...."


"mana adik si Gunantra apakah kau taruh diluar?"


ketua kelompok yang bernama Kunta itu sudah tak sabar karena dia terpikat pada kecantikan adik Gunantra..


"maaf ketua hamba belum membawanya, tapi hamba membawa seorang pemuda.."


"apaa.......!"


"kau kira aku ini lelaki kurang normal, kenapa kau malah membawa pemuda, kurang ajar kau..."


saat Kunta hendak memukul bawahannya segera melanjutkan..


"pemuda yang kubawa pendekar yang sangat hebat ketua.."


"hmmm... lalu apa tujuannya.."


"ia akan bergabung dengan kita ketua.."


"bagus kalu begitu, lalu dimana dia?"


"aku disini...."


Kunta dan bawahannya tersentak kaget sat melihat Hanuraga.....

__ADS_1


__ADS_2