
pagi yang cerah di suatu desa nampak beberapa pemuda yang mengikuti seleksi keprajuritan keluar dari tempat pendaftaran, mereka akan segera uji kemapuan fisik dengar bertarung di atas arena, dan ujian itu sudah berlangsung selama satu minggu..
disela ramainya para pengunjung dari luar desa yang terus berdatangan untuk menyaksikan pertandingan segera dimanfaatkan oleh penduduk untuk mencari rejeki, begitu juga dengan kedua orang tua angkat Hanuraga..
Kerti tampak sibuk melayani pembeli, jajanan yang ia jual selain hasil bumi sangat laku karena memang rasanya yang nikmat..
"wah... dagangan mu laku keras..."
Retus menyapa dari belakang..
"iya Bli tolong bantu aku jangan hanya melihat saja.."
"iya iya.."
sambil membantu istrinya, Retus menyerahkan kantong yang nampak berat pada istrinya..
"apa ini Bli? apa kau merampok ?!!"
"hah kau ini, tadi aku coba bertaruh sedikit eh malah menang banyak, padahal aku cuma membawa uang sedikit hahahaha..."
"kau simpan saja Bli, aku juga mendapat hasil yang lumayan banyak dari berjualan.."
"yasudah aku simpan lagi.."
"gunakan dengan baik, jangan berjudi terus.."
"iya aku tahu hahaha..."
***
sementara di atas gunung Watu Karu, Hanuraga sudah selesai dengan latihan yang diberikan gurunya, kini ia sudah berdiri dan tidak merangkak seperti hewan melata..
"nak kau sudah menunjukkan disiplin yang tinggi, selama kau merangkak aku selalu mengawasi mu, dan kau tetap menjalaninya.."
"hem... kini kau akan menjalani latihan jurus pertama yang akan ku turunkan padamu.."
"baik Mahaguru, murid akan berlatih dengan giat.."
"ingat anak ku, setelah kau menguasai apa yang ku ajarkan jangan pernah lupa akan apa yang ku sampaikan dahulu, jangan mengajarkan ajaran adiluhung ini diluar perguruan, bersipat lah bijaksana dan menjunjung tinggi kebenaran dan kebaikan, jika sampai kau menyalahgunakan semua ilmu yang kau dapat pasukan dari puncak barat tak akan segan mencarimu.."
Hanuraga tercengang dengan apa yang ia dengar, ...
"hem tutup mulutmu nanti ada serangga yang masuk.."
"hufff.. maaf mahaguru aku hanya terkejut.."
"pasukan yang kumaksud adalah pasukan Bala Dewata, dimana semua anggotanya memiliki ilmu yang maha tinggi.."
"baiklah mari ikut dengannku, kita kembali ketempat lapang dekat gubuk ku.."
"kita sudah sampai, pulihkan dirimu sejenak anakku, nikmatilah hidangan ini.."
__ADS_1
Hanuraga melihat talas rebus dan beberapa daun sirih di atas daun talas..
"jangan hanya dilihat, puaslah dirimu dengan talas rebus dan beberapa helai daun sirih, itu akan meningkatkan staminamu, bersyukurlah dengan apa yang diberi alam padamu.."
Ki Mudra menasehati dengan penuh wibawa dan senyum yang menyejukkan hati..
"terima kasih guru, aku mohon diri.."
Hanuraga duduk dibawah pohon sambil memakan ubi talas dan sesekali mengunyah sirih..
"hek.... agak pedas.."
Hanuraga bergumam dalam hati saat mengunyah sirih, namun ia bingung saat teringat seorang nenek dengan santainya mengunyah sirih...
"ah mungkin beliau sudah terbiasa,"
pikirnya sambil menghabiskan makanan di depannya..
"salam mahaguru, aku sudah cukup beristirahat, apakah aku bisa mulai latihan?"
"hahaha semangat yang bagus, baiklah aku akan mengajarkan mu jurus harimau atau dalam kitab disebut Sheru Sakti Yogha Chara Bhumi Sastra.."
"kenapa aku mengajarkan jurus ini yang pertama, karena jurus inilah aku mendapat julukan macan kembar Watu Karu.."
tampak kekaguman diwajah Hanuraga, ia begitu antusias untuk mempelajarinya..
"jurus ini terdiri dari delapan belas jurus, dan setiap jurus ada beberapa gerakan,.."
"perhatikan dengan baik.."
"sekarang ingatlah dan perhatikan,.."
Ki Mudra menggambar pola langkah di atas tanah..
dan Hanuraga memulai mengikuti pola langkah dan mengingat semua gerakan dari gurunya..
walau awalnya gerakan terlihat kaku namun setelah beberapa waktu, Hanuraga mulai menguasai dan bergerak dengan luwes..
"bagus anakku, karena hari masih pagi kau ulangi terus dari awal sampai aku selasai bermeditasi.."
Ki Mudra duduk dibawah pohon yang rindang dan segera duduk dengan sikap lotus..
Hanuraga yang belum sempat menjawab gurunya hanya tersenyum, iapun terus mengulangi gerakan dari jurus pertama berkali kali sampai hari menjelang malam pun masih terdengar suara Hanuraga yang berguling kesana kemari bagaikan harimau yang menerkam ..
"bagus nak, sekarang kau ulangi lagi dan buatlah jurusmu bertenaga, ulangi terus samapai aku menyuruhmu berhenti.."
Ki Mudra mebali bermeditasi, sementara Hanuraga melanjutkanjurus pertama harimau dengan sungguh sungguh,..
saat hampir tengah malam Hanuraga sudah kelelahan, nampak hanuraga bagaikan harimau yang menerkam dengan cakarnya, meloncat dan berguling kesana kemari dengan sangat lincah, ..
tepat setelah ia selesai dengan nafas yang cepat dan dibasahi keringat, Hanuraga di datangi gurunya..
__ADS_1
"cukup nak, aku kagum pada bakat dan kedisiplinan mu, aku bangga padamu..
sekarang kembalilah dan istirahat, besok aku akan kembali mengajar mu.."
"baik guru, aku mohon diri.."
setelah membersihkan diri, Hanuraga terlelap setelah membaringkan tubuhnya melepas lelah setelah latihan selama ini ia baru tidur digubuk nya..
Tak terasa sudah hampir dua bulan lamanya Hanuraga dilatih dibawah bimbingan Ki Mudra, siang dan malam ia lalui dengan latihan, tak mengenal rasa lelah dan rasa sakit..
Hanuraga sudah menguasai ke delapan belas jurus harimau, dan kini ia akan dilatih dibawah bimbingan Ki Madra..
kini Hanuraga diladih jurus ular ( Taksaka Shakti Yogha Chara Bhumi Sastra )
sama seperti sebelumnya, Hanuraga dilatih siang malam hanya istirahat sebentar..
kadang ia latihan dibawah derasnya hujan dan teriknya matahari,,
demi sebuah pencapaian dan tekad besar untuk mempelajari dan mewarisi ajaran puncak Watu Karu Hanuraga mengesamping kan rasa lelah dan rasa sakit..
genap sudah tiga tahun dilatih dibawah bimbingan kedua Maha Yogi, Hanuraga sudah menguasai beberapa jurus, diantaranya harimau, ular, belalang sembah, rajawali, bhumi langit dan sura timira,..
"nak kemarilah.."
"hormat murid pada kedua Mahaguru.."
menangkupkan tangan depan dada..
"sudah beberapa jurus yang kau kuasai, kali ini kami berdua akan membimbing mu agar menguasai ketujuh puluh dua jurus.."
"baik Mahaguru.."
akhirnya setelah latihan bertahun tahun, Hanuraga menguasai semua jurus dan hampir semua ilmu tenaga dalam maha dashyat, kadang ia dilatih tanding oleh gurunya dengan beberapa senior dan hasilnya Hanuraga menang telak..
di usia yang masih sangat muda belasan tahun, Hanuraga terlahir menjadi ksatria pilih tanding, namua ia belum selesai untuk latihan..
"maaf Mahaguru, aku penasaran, setelah latihan semua jurus dan tenaga dalam, latihan apa yang harus aku lalui guru?"
"ada beberapa latihan yang masih harus kau jalani untuk memperdalam semua ilmu yang kau peroleh anak ku, ketahuilah bahwa dirimu berjodoh menjadi penerus perguruan ini kelak.."
"maaf Mahaguru, bisa dibilang kedua Mahaguru abadi, aku merasa tidak pantas untuk mewarisi perguruan ini.."
"ketahuilah nak, kami berdua sudah berumur sangat panjang, bahkan kami sudah bertapa ajian kamoksan namun kami tidak bisa karena masih terikat duniawi, setelah menemukan mu kami tau bahwa kau berjodoh dan kami akan pergi mengasing kan diri dan mundur dari dunia persilatan.."
Hanuraga tertegun mendengar penjelasan kedua gurunya..
"baiklah jika begitu Mahaguru, aku sudah siap mengemban tugas ...."
akhirnya Ki Mudra dan Ki Madra akan memberikan arahan untuk menyempurnakan semua ajaran yang sudah diperoleh Hanuraga.....
HALO SEMUA, INI KARYA PERTAMAKU..
__ADS_1
MOHON DUKUNGANNYA YA..
RAHAYU RAHAYU RAHAYU SAGUNG DUMADI 🙏🙏🙏