Ksatria Suling Gading

Ksatria Suling Gading
Musnahnya Perguruan Walet Putih


__ADS_3

setelah kalahnya fang an digunung rante, mao sheng di kembali mengincar perguruan yang ada disetiap daerah, kini ia sedang menuju perguruan angin timur untuk menghancurkan perguruan itu dan menyerap semua tenaga milik orang orang dari perguruan untuk menambah kekuatannya sendiri


tetua bagaimana ini, apakah pemuda itu bisa mengalahkan mao sheng di, jujur aku sangat kawatir jika pemuda itu kalah yang menjadi sasaran berikutnya adalah perguruan kita


benar apa katamu tetua karjo, kita hanya bisa berharap dan jikapun anak itu kalah kita harus mempersiapkan diri


baik tetua guna, tadi salah satu murid sudah melapor padaku, bahwa perguruan walet putih bersedia membantu kita


apa.... kenapa aku tak tahu kalau kita meminta bantuan pada perguruan itu


maaf tetua, aku lupa memberitahukan padamu, sesepuh baru kemarin pulang setelah pemuda itu pergi melawan mao sheng di, dan sesepuh sudah tahu akan kemampuan lawan yang sakti, oleh karena itu beliau menyuruhku meminta bantuan, awalnya aku ragu meminta bantuan namun setelah sesepuh mengatakan bahwa sesepuh dari walet putih adalah kakak seperguruannya, maka akupun memerintahkan murid kita membawa surat kesana


lalu bagaimana, apakah kita akan menunggu bantuan datang tetua karjo?


tidak tetua, sesepuh memerintahkan agar kita segera bergerak keperguruan walet putih, kita akan menggabungkan kekuatan seandainya mao sheng di mencari sampai kesana


itu sudah pasti jika pemuda fang an kalah, ia tak akan puas sebelum menghancurkan semua perguruan yang ada, aku tak habis pikir kenapa dia begitu ingin memusnahkan semua perguruan dinegri kita


aku juga tak tau tetua, apa mungkin ia memiliki tujuan lain?


aku juga tidak tahu, sudahlah segera oerintahkan seluruh murid untuk segera bergerak keperguruan walet putih


baik tetua, aku akan segera memerintahkan seluruh murid agar segera mungkin berangkat...


perguruan walet putih dan angin timur berdekatan, kedua perguruan itu hanya dipisahkan oleh desa dan sungai, kedua sesepuh perguruan itu juga merupakan saudara perguruan yang mendirikan perguruan mereka masih masih beberapa puluh tahun silam


terlihat rombongan perguruan angin timur bergerak beriringan meninggalkan perguruan mereka menuju perguruan walet putih, para tetua memimpin didepan sementara sesepuh mereka ki jogo sudah menunggu diperguruan walet putih


sementara itu disebuah kedai teh


uhuk uhuk..


haaaaaah hosssssshhhh...


hati hati tuan teh itu masih sangat panas, lidah tuan bisa melepuh


hehehe maaf maaf, aku terlalu bersemangat mencium bau teh yang harum


tuan pandai memilih teh kami, daun teh ini kami bawa langsung dari negri kami,..


hmmmm...... tuan, ...


bicaralah ....


maaf sebelumnya tuan, belakangan ini kami tak ada pengunjung karena berita pendekar dari tionggoan, apakah tuan tak takut membeli teh pada kami?


tak usah dipirkan, apakah karena seorang pendekar yang nengacau aku harus waspada juga, jika dipikir lagi tak akan mungkin seorang pendekar berjualan teh, apalagi dia dikabarkan menghancurkan beberapa perguruan, sudah pasti ia juga merampas harta diperguruan itu


tuan benar juga, andai saja semua bisa berpikir seperti tuan muda, tapi apalah daya semua penduduk tak berani berbelanja pada kami, semoga saja semua ini cepat berlalu,,,


maaf tuan aku sudah mengganggu, silahkan nikmati teh anda


pemilik kedai teh itu membiarkan hanuraga menikmati tehnya, ..

__ADS_1


hanuraga hanya menggelengkan kepala melihat langkah gontai pemilik kedai teh yang menuju tempat pembayaran


siapa pendekar dari tionggoan ini, kenapa sampai ia menghancurkan beberapa perguruan yang ada, aapakah ia memiliki dendam pada beberapa perguruan, tidak mungkin rasanya, jika hanya satu atau dua perguruan masih masuk akal, tapi ininsudah ada beberapa perguruan yang hancur oleh orang ini....


hanuraga membatin sambil menikmati teh dari daratan china yang mengeluarkan bau harum menyegarkan karena dicampur dengan beberapa rempah dari nusa ning nusa


beberapa orang melihat hanuraga sedang duduk dikedai teh dan mereka sangat heran kenapa hanuraga berani membeli pada orang tionggoan, mereka pun memberanikan diri masuk dan menyapa hanuraga


maaf kisanak, apakah anda tak takut pada orang tionggoan itu..


sambil menunjuk pemilik kedai


kenapa aku harus takut, aku hanya membeli teh lagipula dia hanya menjual teh bukan pendekar yang hendak menghancurkan perguruan, jika dia orang itu, aku yakin desa ini sudah luluh lantak


beberapa pemuda itu saling pandang sambil manggut manggut


benar juga kata anda anak muda..


salah satu dari mereka menimpali


kalau begitu kami juga akan memesan teh..


sambil menunggu teh oara pemuda itu berbincang mengenai pendekar yang bertarung dibukit rante dan kini pendekar itu akan segera menuju perguruan angin timur


mendengar itu, hanuraga menoleh kepada para pemuda yang duduk disebelahnya..


maaf tuan dimana letak perguruan angin timur?


hehem, kenapa anda menanyakan perguruan itu, apakah anda hendak kesana?


aku hanya inin menyaksikan dari jauh saja, jika terjadi sesuatu aku akan lari..


hanuraga menjelaskan sambil nyengir seperti anak kecil


hais... sudahlah jika kau kenapa kenapa jangan salahkan kami, pergilah kebalik bukit disana dan setelah kau melewati desa yang ada dibalik bukit kau akan sampai diperguruan angin timur


terimakasih tuan sekalian..


hanuraga segera bangkit dan bergegas pergi setelah membayar tehnya


saat ini maonsheng di sudah sampai didepan gerbang angin timur, ia sengaja berjalan samapi pintu gerbang yang terbuat dari susunan kayu


buka gerbang ini atau akan kuhancurkan.....


mao sheng di sudah berteriak tiga kali namun tak ada yang menyahut, bisa saja ia melompati namun ia sengaja berteriak, ia ingin bersenang senang kali ini


huh baiklah.. hyaaat....


Dhuaaaaarrrr....


pintu gerbang itu hancur seketika, namun saat sampai didalam perguruan angin timur ia merasa aneh karena tak menemukan satu orangpun, merasa kesal ia mengamuk menghancurkan semua bangunan yang ada


setelah puas, mao sheng di menuju sebuah desa namun ditengah jalan ia melihat beberapa pemuda sedang asik mengobrol

__ADS_1


hai kalian....


saat para pemuda menoleh kearah suara, betapa kagetnya mereka melihat pendekar dari tionggoan, mereka semua lari tunggang langgang, namun salah satu dari mereka dihadang dang lehernya dicengkram kuat


katakan padaku, kemana perginya semua orang perguruan angin timur


aa uu hhhhh


ooh maaf aku mencekikmu terlalu kuat hahaha


mao sheng di melepaskan cengkramannya


ampun tuan pendekar jangan bunuh hamba...


pemuda itu begitu ketakutan sampai bagian bawahnya basah dan bau pesing


aku akan melepaskanmu, tapi katakan kemana semua orang itu pergi


m...mereka semua pergi tuan


iyaaa tapi pergi kemanaaaaa....


mao sheng di hampir kehilangan kesabaran


mereka pergi keperguruan walet putih tuan, perguruan itu tak jauh dari sini..


sambil menunjuk kearah utara


hmmmm...


terimakasih


sekarang lepaskan aku tuan, aku sudah memberitahumu tuan


baiklah, aku sudah berjanji...


hek......


mao sheng di kembali mencengkram leher pemuda itu..


aku berjanji melepaskan nyawamu hahahaha


krekkkkkk.....


dengan santainya mao sheng di mematahkan leher pemuda itu, dan segera melesat keperguruan walet putih


saat sampai didepan perguruan walet putih, mao sheng di menyunggingkan senyum menakutkan, ia segera memukul gerbang dengan tenaga dalam


Dhuaaaaar.........


ledakan itu mengejutkan seluruh orang yang ada diperguruan walet putih, mereka segera berhamburan keluar termasuk para tetua walet putih dan angin timur


kurang ajar, siapa yang berbuat onar di perguruan ini hah

__ADS_1


salah satu tetua pertama perguruan walet putih begitu murka saat tiba dekat gerbang


karena debu yang tebal karena ledakan tadi ia tak bisa melihat jelas sosok yang berdiri didepan gerbang yang hancur dan terbakar, namun saat kepulan debu mulai berkurang betapa kagetnya semua orang yang berdiri dihalaman perguruan yang luas itu......


__ADS_2