
hari sudah menunjukkan jam 5 sore tapi cuaca masih nampak cerah...Edgar terbangun karna suara dering ponselnya...di raihnya ponselnya yang ada di nakas...di lihatnya siapa yang menelpon...ternyata assisten Han.
"ada pa Han???
"tuan saya ada di depan..
membawakan baju tuan".
"heemmm"...Edgar turun dari ranjang dan keluar dari kamar...dia turun dan melihat sekeliling sepi...dia tidak melihat zhi'er..
"mungkin dia masih tidur
.. gumamnya.
Edgar berjalan kedepan dan membuka pintu...assisten Han yang melihat pintu terbuka dan bosnya berdiri tegak di depannya langsung memberikan paper bag yang dia bawa...
"apa kau tidak mau masuk???"
"tidak tuan...saya tidak mau mengganggu tuan dan nona...ucap assisten Han membuat Edgar melotot...
"kau pikir aku dan zhi'er melakukan apa hah???...sarkas Edgar dengan tatapan tajam membunuh.
"maaf tuan...bukan maksud saya...ucapan assisten Han terpotong karna sudah Edgar langsung memotongnya.
*sudahlah...kau pergi saja....nikmati hati terakhir libur mu...karna setelah kita pulang aku akan menyiksamu...Edgar langsung menutup pintu dan berlalu... assisten Han yang mendengarnya hanya melangkah lesu...
"bagaimana mau menikmati liburan kalau sudah di beritahu tentang siksaan...gumam assisten Han sambil melangkah pergi menuju mobilnya...dan melajukan meninggalkan apartemen Zhi'er.
Edgar meletakkan paper bag yang di berikan assisten Han dia atas sofa ruang keluarga...kemudian dia menuju kamar tamu...di ketiaknya pintu berulangkali tapi tidak ada sahutan...dia kemudian membuka pintu perlahan tapi dia tidak menemukan zhi'er...dia pikir mungkin di kamar mandi tapi kamar mandi pun juga tidak ada...
"dia kemana
..gumamnya sambil melangkah meninggalkan kamar tamu...dia berlari menuju kekamar zhi'er yang dua tempati dan mengambil ponselnya...dia menghubungi ponsel zhi'er tapi tidak di angkat...dia kembali berlari turun dia mondar mandir di ruang keluarga dan mencoba menelpon zhi'er tapi tetap tidak di angkat...dia mengambil jaketnya dan hendak keluar...tapi setelah dia membuka pintu ternyata hujan sangat deras.
"tadi begitu cerah kenapa tiba-tiba hujan...gumamnya.
Edgar mencari payung mungkin zhi'er memilikinya...agak lama dia mencari payung barulah ketemu...edge keluar dan bermaksud mencari zhi'er...tapi masih beberapa langkah..di lihatnya seseorang berlari kearahnya dengan membawa beberapa kantong belanjaan...Edgar berjalan mendekat...ternyata zhi'er sedang berlari pulang dan kehujanan...
"kenapa kamu hujan-hujanan?? Edgar berbicara dengan suara rendah tapi mengintimidasi...zhi'er yang sudah menggigil tidak menjawabnya...Edgar memayungi pulang dan masuk rumah...
"kau tunggu di sini aku ambilkan handuk...Edgar berjalan memasuki kamar tamu dan mencari handuk di lemari yang ada di sana...dia akhirnya mendapatkannya...dia pun melangkah keluar dan mendekati Zhi'er yang sudah kedinginan...Edgar langsung meletakkan handuk dia atas kepala zhi'er dan menggosok pelan rambut zhi'er.
"apakah kau tidak bisa membawa payung???dan kenapa kau tidak bilang padaku kalau mau belanja???...Edgar bertanya masih dengan suara rendahnya sambil menggosok rambut zhi'er dan menatap wajah kecil didepannya.
__ADS_1
"aku tidak tau kalau hari ini akan hujan...dan aku juga tidak mau mengganggu istirahat mu...zhi'er menjawab dengan suara pelan...
Edgar menggosok pelan rambut zhi'er...dia mendongakkan kepala zhi'er...di tatapnya wajah kecil yang kedinginan dan sedikit takut-takut itu...
Edgar mendekatkan wajah Zhi'er dan cup...edgar mencium bibir zhi'er... zhi'er yang kaget membelalakkan matanya dengan mulut masih tertutup...
Edgar menarik tengkuk zhi'er dan menekannya sehingga bibir mereka benar2 menempel erat... zhi'er masih membelalakkan matanya dengan bibir tetap tertutup..
Edgar mengigit kecil bibir bawah zhi'er.. zhi'er mengaduh dan membuka mulutnya.. Edgar segera ******* lembut bibir zhi'er... zhi'er menutup matanya dan menggenggam erat jari tangan nya sendiri...selang beberapa saat Edgar melepaskan ciumannya ...di pandanginya gadis kecil di depannya yang masih diam terpaku....
dia pun menurunkan handuknya dan melilitkannya di tubuh zhi'er...Edgar membopong zhi'er naik ke lantai atas ke kamar zhi'er...dia membawa masuk dan langsung membawa zhi'er ke kamar mandi dan mendudukkan zhi'er di atas kloset yang tertutup...dia mengisi bathtub dengan air hangat dan meneteskan beberapa tetes aroma terapi...
"mandilah...biar kamu tidak sakit...aku akan menunggumu di luar...Edgar melangkah keluar kamar mandi...dia turun ke bawah...di ambilnya belanjaan Zhi'er...dia lihat ternyata persediaan bahan makanan...Edgar memasukkan barang yang zhi'er beli sebagian kedalam kulkas...
setelah itu Edgar mencari-cari jahe...dia pun mendapatkannya dan mengambil beberapa dan mencucinya bersih ..dia geprek jahenya dan Mai merebusnya...Edgar membuatka teh jahe untuk zhi'er biar badannya hangat...setelah selesai Edgar membawanya naik keatas...di ketuknya pintu kamar tapi tidak ada jawaban...Edgar masuk kedalam kamar tapi zhi'er tidak ada...
"apa dia masih di kamar mandi... gumam Edgar pelan."
Edgar meletakkan teh jahe tadi di atas meja...kemudian dia duduk diatas sof...dan mengambil sebuah majalah....tak berapa lama zhi'er keluar dari kamar mandi..Edgar yang mendengar suara pintu terbuka langsung menoleh...di lihatnya zhi'er sedang memakai piyama mandi dan bertelanjang kaki...zhi'er melilitkan handuk di kepalanya...Edgar yang melihat pemandangan itu hanya mampu menelan ludahnya sendiri...segera dia mengalihkan pandangannya ke majalah lagi berpura-pura tidak melihat nya...zhi'er yang terkejut melihat Edgar masih di kamarnya segera menuju lemari baju dan mengambil bajunya dan kembali ke kamar mandi...Edgar yang dari tadi menahan nafasnya pun segera membuang nafas kasar.
setelah beberapa saat zhi'er keluar dari kamar mandi sudah berpakaian lengkap hanya masih melilitkan handuk di kepalanya...Edgar meletakkan majalahnya dan melihat ke arah zhi'er...dan menyuruhnya datang mendekat.
"kemarilah...duduklah disini...Edgar menepuk sofa di sisinya yang kosong...
zhi'er datang mendekat dan duduk di samping Edgar...
"terima kasih...zhi'er menerima teh itu dan meminumnya sampai habis...karna memang sudah tidak terlalu panas dan meletakkan kembali gelasnya di atas meja.
"kemarilah...aku bantu mengeringkan rambutmu...Edgar meraih handuk yang masih melilit di kepala zhi'er...dan mengakibatkan rambut zhi'er jatuh tergerai.
"tidak usah aku bisa sendiri...zhi'er merebut handuk yang di pegang oleh Edgar...Edgar menatap tajam ke arah zhi'er dengan tatapan dingin...
*aku hanya ingin membantumu...besok aku sudah kembali ke negara xx...biarkan aku membantumu...suara rendah tapi terdengar dingin membuat zhi'er membeku...
Edgar segera membalikan badan zhi'er untuk membelakanginya...aroma shampo dan sabun menguat dari rambut dan badan zhi'er masuk ke indera penciuman edgar...dia segera mengeringkan rambut zhi'er...
"tunggu disini sebentar...Edgar berjalan ke arah meja rias dan mengambil sisir...dia kembali duduk di belakang zhi'er dan menyisir rambut zhi'er..
"apakah kau senang selama disini??? tanya Edgar tiba-tiba kepada zhi'er.
"eemmm...jawab zhi'er dengan gumaman.
"apakah kau masih suka memeluk dan mencium orang lain??? tanya Edgar lagi yang membuat zhi'er membalikan badan nya menghadap Edgar.
__ADS_1
"tidak...mana aku pernah begitu...jawab ketus zhi'er dengan wajah kesal.
Edgar yang mendengar jawaban zhi'er tersenyum dan mengacak-acak rambut zhi'er yang baru selesai dia sisir.
"kenapa kau selalu melakukan ini...zhi'er tambah kesal dan menepis tangan Edgar. Edgar tambah melebarkan senyumnya.
"jangan pernah kau berani melakukan hal yang pernah kau lakukan padaku kepada orang lain...ucap Edgar dengan tatapan tajamnya..
zhi'er hanya memandang wajah Edgar dengan dengan bingung...tapi dia tetap mengangguk kan kepalanya tanpa mengerti maksud Edgar.
Edgar kembali tersenyum dan mau mengacak rambut zhi'er lagi..tapi zhi'er sudah menghindar dengan cepat...
"gadis pintar..ucapan Edgar...
"karna kau sudah berkelakuan baik dan menurut...hari ini aku akan memberimu hadiah...ucap Edgar sambil mengambil sesuatu dari dalam saku mantelnya.
"apa ini...tanya zhi'er saat melihat kotak yang sangat indah berwarna hitam yang di berikan Edgar kepadanya.
"bukalah...perintah Edgar dengan tatapan yang selalu zhi'er tak dapat artikan...
zhi'erpun membuka kotak itu...dan terpampang kalung yang begitu indah dengan liontin hati berwarna merah...kalung itu sangat sederhana tapi begitu cantik di mata zhi'er.
"terimakasih...ini sangat cantik...ucap zhi'er dengan senyum indah terlukis di wajahnya.
"apakah kau suka???
"heemmm...gumam Zhi'er....
"biar aku yang memasangkannya...Edgar mengambil kalung itu dan segera memasangkannya di leher zhi'er.
"jangan pernah kau lepas...apapun yang terjadi..!!! ...apa kau mengerti...tanya Edgar yang sudah selesai memasangkan kalung di leher zhi'er dan memegang kedua bahu zhi'er.
zhi'er hanya mengangguk kan kepalanya.
"kalau begitu bisakah kita amalan malam...aku sudah sangat lapar...ucap Edgar sambil meraba perutnya...
zhi'er tersenyum dan bangkit berdiri...
"ayo...aku akan masak
untuk mu...zhi'er mengulurkan tangan nya dan disambut oleh Edgar..mereka berjalan keluar kamar dan menuju dapur...zhi'er mengeluarkan bahan makanan yang mau di masak...
sedangkan Edgar duduk di kursi didepan meja dapur dengan menopang dagunya dengan kedua tangannya...sambil memandangi zhi'er yang sedang sibuk membersihkan bahan-bahan untuk dimasak. dia sangat menikmati pemandangan di depannya...entah apa yang dia pikirkan sampai membuat dia tersenyum-senyum sendiri.
__ADS_1
**kalungnya kecil imut cocokkan sama orangnya😊😊**