Ku Tak Tau Apa Itu Cinta

Ku Tak Tau Apa Itu Cinta
BAB 45


__ADS_3

Edgar menatap instens wajah cantik di depannya. tatapannya berhenti saat mata mereka bertemu...Edgar merasakan debaran jantungnya semakin kencang, rasa nyeri kembali dia rasakan...Edgar menekan dadanya dengan sebelah tangannya dia menegakkan badannya. tampak wajahnya menyiratkan kesakitan. zhi'er yang melihatnya pun segera berdiri dengan wajah cemas.


"apakah anda baik-baik saja tuan??? tanya zhi'er sambil memegang lengan Edgar.


"heemmm...aku hanya tidak bisa bernafas...sahut Edgar.


"duduklah tuan, akan saya panggilkan dokter...ucap zhi'er .


"tidak usah...tolong jangan kemana-mana..Edgar menarik tangan zhi'er yang tadi memegang lengannya. hingga zhi'er tersentak kaget dan langsung berbalik menabrak dada bidang Edgar.


Edgar meringis, tapi dengan cepat tangan kirinya menarik pinggang zhi'er dan tangan kanannya menarik tengkuk zhi'er, zhi'er yang ingin protes bibirnya telah di bungkam oleh Edgar. zhi'er melototkan matanya..dia tidak menyangka Edgar akan mencuri ciumannya lagi. zhi'er melototkan matanya saat ada kilasan bayangan dalam ingatannya.


"tunggu apa ini, kenapa selalu ada bayangan itu saat dia menciumi" batin zhi'er.


jenny hanya bisa menutup kedua mulutnya dan memejamkan matanya. dia tidak menyangka akan melihat adegan itu lagi.


"gila, benar-benar gila...batin jenny.


setelah beberapa saat Edgar melepaskan ciumannya dan zhi'er pun mendengus kesal


"dasar buaya darat...zhi'er mengayunkan tangannya ingin menampar Edgar...tapi belum sempat tangannya menyentuh pipi Edgar, Edgar sudah mencekal pergelangan tangannya.


"apakah calon suami akan mendapatkan tamparan saat mencium calon istrinya?? ...tanya Edgar sambil tersenyum menggoda kearah zhi'er.


"maafkan aku...tapi aku tidak ingin kehilanganmu lagi..batin Edgar.


"kau...ucap zhi'er sambil menudingkan telunjuknya kearah Edgar. dia melangkah pergi meninggalkan Edgar dan duduk di sofa.


Edgar melangkah mendekati Zhi'er , tapi saat berada di dekat Jenny, Edgar berhenti dan menghadap wanita itu.


"apakah kau bisa meninggalkan kami berdua??? tanya Edgar serius.


jenny bergeming tak menjawab Edgar, dia tetap berdiri tegak tanpa ekspresi.

__ADS_1


Edgar pun berlalu meninggalkan jenny dan duduk di sebelah zhi'er.


"apakah kau marah??? tanya Edgar dengan wajah polos seperti bayi.


"kau...tunjuk zhi'er kesal.


"kau masih berani bertanya...lanjutnya lagi.


"aku sudah pernah bilang...aku akan mencium dan .memelukmu duluan saat kita bertemu.


jadi mulai sekarang biasakanlah...karna setiap hari kita akan bertemu. jawab Edgar sambil mengacak rambut zhi'er.


"hei kau merusak rambutku...menyebalkan sekali...zhi'er membetulkan rambutnya yang berantakan.


Edgar tersenyum dan menarik zhi'er kepelukannya..zhi'er meronta tapi tidak bisa. Edgar memeluk kuat dirinya dan mendaratkan ciuman di pucuk kepalanya lama. Zhi'er menegang...ada rasa yang tidak bisa dia ungkapkan. ada kebingungan di dalam pikirannya. dan berbagai pertanyaan yang juga tidak bisa dia jawab.


Edgar melepaskan pelukannya. di tatapnya zhi'er dengan tatapan lembut. ada desir aneh di hati zhi'er saat tatapan mata mereka beradu. zhi'er segera mengalihkan pandangannya. dia tidak ingin berlama-lama menatap mata itu. mata yang selalu membuat hatinya tidak nyaman dan jantungnya berdetak tak karuan.


tiba-tiba Edgar menarik kepala zhi'er kerahnya, hal tersebut membuat zhi'er terjengkit kaget. Edgar mengecup kening zhi'er lama...kemudian dia menjatuhkan lagi itu itu. di penggangnya kedua bahu zhi'er. dan di pandanginya wajah zhi'er.


"hemmm...gumam Zhi'er.


"apakah kau bisa melepaskan aku...aku ada beberapa pekerjaan yang harus aku lakukan..ucap zhi'er dengan tatapan memohon.


Edgar tersenyum dan kemudian mengannguk.


"hemm...bekerjalah...aku akan menunggumu di sini...titah Edgar bagai seorang bos yang memerintah anak buahnya.


"lebih baik anda pulang saja...bukankah Anda juga harus bekerja. ucap zhi'er dengan sedikit penekanan di setiap katanya.


"apakah kamu mengusirku??? tanya Edgar dengan tatapan tajam.


"tidak...saya hanya mengingatkan anda saja...jawab zhi'er sedikit kikuk dengan tatapan mengintimidasi dari edgar.

__ADS_1


"mulai sekarang aku akan bekerja dari sini....bekerjalah aku tidak akan mengganggumu... zhi'er membulatkan matanya saat mendengan ucapan Edgar.


"apa maksud anda tuan??? tanya zhi'er dengan sedikit terkejut.


"apakah kamu bisa tidak memanggilku dengan anda atau tuan??? tanya balik Edgar.


"tuan apa maksudnya anda akan bekerja dari sini??? tanya zhi'er lagi dengan nada sedikit kesal karna pertanyaannya tidak di jawab oleh Edgar.


"sayang...bahasamu kaku sekali...bisakah kamu tidak begitu formal dengan ku??? panggil namaku seperti dulu...bicaralah santai dengan ku....zhi'er lagi-lagi melototkan matanya saat mendengar panggilan sayang dari Edgar.


"tok tok tok...terdengar pintu di keruk dari luar..dan masuklah Jerry kedalam ruangan.


zhi'er segera bangkit dan meninggalkan Edgar. dia melangkah menuju meja kerjanya.


tak lama terdengar ketukan suara lagi di pintunya dan masuklah Linda dengan membawa beberapa dokumen.


"nona ini dokumen yang anda minta...dan ini ada beberapa yang perlu anda tandatangani..ucap Linda sambil menyodorkan beberapa dokumen kehadapan zhi'er.


zhi'er segera menandatangani dokumen yang ada di hadapannya dan mengembalikan ke Linda lagi.


"ohya Linda...siapkan minuman untuk tuan Allen...titah zhi'er yang di angguki oleh Linda.


"baik nona saya permisi dulu...Linda melangkah meninggalkan ruangan zhi'er.


"Han bawa semua dokumennya, kita berangkat...dan jenny...kau di sini saja...kau temani tuan Allen...titah zhi'er yang di angguki oleh jenny.


zhi'er melangkah mendekati Edgar.


"maaf tuan saya harus meninggalkan anda disini..karna saya ada urusan lain...kalau anda membutuhkan sesuatu, anda bisa meminta pada jenny atau Linda juga shinta...ucap zhi'er dan segera meninggalkan Edgar sebelum Edgar sempat bertanya dia mau kemana.


Edgar menghembuskan nafas kasar. dia kembali mengotak-atik ponselnya...setelah beberapa saat dia menoleh kerah jenny yang masih setia berdiri tegak tanpa ekspresi.


"apakah kau tidak capek??? duduklah...titah Edgar.

__ADS_1


jenny yang sudah merasa kesemutan akhirnya memilih duduk di sebelah Edgar. tak ada percakapan di antara mereka...jenny tak melepaskan pandangannya dari Edgar...dan edgar tak melepaskan pandangannya dari ponselnya..


__ADS_2