
sementara itu di sebuah kamar hotel tempat di dalamnya pesta, Edgar tampak duduk tegang dengan rahang mengeras di depan kedua orang tuanya.
"mama tidak mau tahu...mama sudah memilih Amora untuk menjadi istrimu titik...kata mama Ellin.
"ma...sudah aku katakan berulang kali. aku tidak mau menikah dengan Amora. aku tidak mencintainya ma....sergah Edgar.
"cinta bisa datang saat kalian bersama..jadi apapun alasanmu mama tidak terima.ucap mama Ellin dengan nada sedikit tinggi.
"ma...teriak edgar.
"sudah-sudah...kenapa kalian jadi bertengkar sih...ucap papa Harry menengahi
"Al...papa mau tanya...siapa gadis itu???tanya papa Harry.
"kekasih Al pa...jawab Edgar pelan.
"papa sudah tau kalau dia kekasihmu...tadi kamu sudah mengenalkannya kepada papa....ucap papa Harry.
"maksud papa apa??? tanya Edgar.
"kamu tidak bodoh Al...jadi kamu pasti tau maksud papa...jawab papa Harry.
Edgar menghela napas panjang...di tatapnya kedua orang tuanya.
"namanya Yan Zhi Aurora dia gadis yang pernah menolongku waktu kecelakaan di daerah pedalaman di daerah JT. setahuku dia tinggal dengan bibinya di sebuah villa yang di kelilingi kebun bunga di daerah itu. dia pernah kuliah di Cambridge university dan sekarang menjabat CEO di Aurora Group...ucap Edgar dan kemudian dia bangkit berdiri.
"tunggu Al...cegah papa Harry.
"di mana kedua orang tuanya??? tanya papa Harry lagi.
__ADS_1
" dia yatim piatu...ucap Edgar dan langsung keluar dari kamar hotel tempat kedua orang tuanya menginap.
Edgar membuka pintu sebuah kamar di sebelah kamar orang tuanya. hari ini dia malas naik keatas kekamar yang biasa dia pakai kalau menginap di hotel. Edgar melempar jasnya keatas sofa, mengendurkan dasinya dan langsung membanting tubuhnya ke atas kasur. matanya menerawang menatap langit-langit kamarnya. karna tubuhnya yang terasa lelah akhirnya diapun terlelap tanpa mengganti baju dan melepas sepatunya.
hari ini Edgar tampak gelisah...dia mondar mandir di dalam kamarnya...dia terus melihat ponselnya...sudah ratusan kali dia menelpon zhi'er tapi tak di angkat. dan sudah puluhan pesan dia kirim tapi tak satu pun di balas.
"ada apa dengannya??? apa dia sakit?? ah...tapi tidak mungkin...kemarin dia baik-baik saja...gumam Edgar sampul memijit pelipisnya.
edgar segera memakai jaket dan menelpon petugas yang memarkirkan mobilnya untuk segera menyiapkan mobil di depan hotel. kemudian melangkah keluar kamarnya. dia segera memasuki lift dan menuju lantai satu. Edgar bergegas menuju mobilnya yang sudah terparkir di depan pintu hotel. dengan kecepatan tinggi dia melaju menuju rumah zhi'er.
seharian ini zhi'er hanya duduk di taman sambil membaca buku dan mendengarkan musik dari ponselnya. jenny yang berdiri di sampingnya sesekali melirik kearah zhi'er yang menurutnya sedikit aneh. wajah yang biasanya ceria dan penuh senyum mereka tiba-tiba menjadi mendung.
bibi Ling yang melihat dari kejauhan hanya bisa menarik nafas panjang. dia hanya bisa menyuruh jenny menemaninya dan memberikan apa yang di minta zhi'er.
tampak seorang maid keluar dari dalam rumah membukakan pintu.
"maaf tuan ada perlu apa??? tanya maid itu.
"apakah zhi'er ada??? Edgar balik bertanya.
"siapa bi??? tanya bibi Ling dari dalam.
"ada yang mencari nona muda nya...jawab maid.
bibi Ling menghampiri Edgar yang masih di depan pintu.
"apakah zhi'ernya ada??? tanya Edgar dengan wajah penuh selidik.
__ADS_1
"dia lagi istirahat...silahkan duduk...ucap bibi Ling mempersilahkan Edgar masuk.
Edgar masuk keruang tamu dan duduk di sofa, dia memperkenalkan diri dan mengutarakan maksud kedatangannya.
"saya tau siapa anda...kata bibi ling ambil tersenyum.
"saya tidak akan basa basi...saya berharap anda tidak berhubungan lagi dengan Zhi'er kami !!! ucap bibi Ling yang sontak membuat Edgar membelalakkan matanya.
"apa maksud anda??? tanya Edgar dengan nada sedikit tinggi.
"tenanglah tuan...saya mengatakan ini untuk kebaikan kalian berdua..ucap bibi Ling lagi.
"kebaikan apa maksud anda??? tolong jangan bertele-tele...kata Edgar dengan rahang mengeras.
"Karena ada kemungkinan anda berdua bersaudara...jelas bibi ling tanpa menutup-nutupi lagi.
"itu tidak mungkin, anda jangan membuat sebuah lelucon...teriak Edgar.
"maaf tuan, saya hanya mengatakan hal yang sebenarnya...saya berharap anda mengendalikan emosi anda...kalau tidak silahkan keluar...kata bibi Ling lagi sambil menunjuk pintu keluar.
Edgar duduk diam dengan tatapan tajam. dia tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh bibi Ling.
"apa anda mempunyai bukti bahwa kami bersaudara??? tanya Edgar lagi dengan nada yang sedikit melunak.
"tanyakan kepada papa anda!! apakah dia mengenal gadis bernama zhinan Aurora. dan tanyakan padanya, ada hubungan apa mereka!!! kata bibi Ling sambil bangkit berdiri.
Edgar segera bangkit dari duduknya, dia menatap bibi Ling dengan tatapan kecewa, sedih bercampur jadi satu. dan dia pun akhirnya melangkah keluar dan segera memasuki mobilnya dan melaju meninggalkan rumah zhi'er menuju mansion orang tuanya. Edgar melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. gurat kesedihan begitu tampak di wajahnya. hatinya begitu sakit dan air mata tiba-tiba lolos jatuh membasahi pipinya. Yach seorang Edgar yang dingin dan keras, lagi-lagi melunak dan leleh, menangis hanya untuk seorang zhi'er.
Edgar terus melajukan mobilnya...hanya satu tujuannya adalah papanya.
__ADS_1