Ku Tak Tau Apa Itu Cinta

Ku Tak Tau Apa Itu Cinta
#BAB 55#


__ADS_3

sudah 2 hari Edgar berada di kota B. dan sudah 2 hari pula Edgar tidak menghubungi zhi'er. masalah yang timbul di anak cabang perusahaannya benar-benar menguras tenaga dan pikirannya. sebelum berangkat dia perkirakan hanya 3 atau 4 hari dia di kota B, tapi ternyata sepertinya dia akan tinggal lebih lama disini.


zhi'er yang sudah beberapa hari tidak menyalakan ponsel miliknya yang khusus dia gunakan untuk berkomunikasi dengan edgar, hari ini tergelitik untuk menghidupkan ponsel itu. dia akui dia sangat merindukan Edgar. walaupun mereka tidak pernah mengatakan kata-kata cinta dan mengatakan mereka sepasang kekasih. tapi setelah insiden yang membuat Edgar terluka parah beberapa tahun lalu membuka hatinya seberapa pentingnya Edgar buatnya. dan seberapa besar perhatian dan cinta Edgar untuknya.karna itu, beberapa waktu lalu saat Edgar mengumumkan kalau dia adalah tunangannya, dia tidak protes sama sekali. karna dia sudah tahu seperti apa yang dia inginnya.


Samapi bibi Ling bercerita tentang masa lalu mamanya dan akhirnya membuat lubang besar menganga di depannya.


zhi'er melihat ada banyak panggilan tak terjawab dari Edgar, dan di lihatnya juga beberapa pesan yang di kirimnya.


zhi'er membaca pesan-pesan itu satu persatu, sampai dia membaca kalau mereka bukan saudara. ada rasa bahagia yang membuncah di hatinya. tanpa sadar airmata nya menetes membasahi pipinya.


"benarkah??? kalau begitu aku anak siapa??? gumam Zhi'er yang tiba-tiba keraguan kembali menyergap hatinya.


zhi'er menghela nafas panjang. banyak keraguan di hatinya. dia hanya menatap bulan yang bersinar indah dari balkon kamarnya. berkali-kali zhi'er menghela nafas panjangnya.


malam semakin larut, tampak Edgar masih berkutat dengan dokumen-dokumen di depannya. Edgar menyuruh Han untuk kembali kekamarnya dan menyelesaikan kembali besok.


Han keluar dari kamar Edgar. baru saja dia keluar dari kamar Edgar dia bertemu dengan Amora.


"hai Han...kau juga ada disini??? tanya Amora sambil melihat kamar yang berada di belakang Han.


"apakah kakak sepupuku juga disini??? tanya Amora yang mendekati pintu hotel.


"maaf nona...hari sudah larut...saya berharap nona tidak mengganggu tuan.ucap Han yang menghadang langkah Amora.


"kau benar-benar seperti a***** setia saja. dia kakakku...apa masalahmu aku mengganggu dia atau tidak jawab Amora kesal.


"tuan sedang lelah nona, banyak hal yang harus tuan kerjakan besok. dan ini sudah sangat larut tidak baik untuk seorang wanita...jawab Han masih dengan kata-kata sopannya. walau dalam hati sebenarnya ingin sekali dia menyeret perempuan di hadapannya itu.

__ADS_1


Amora menatap Han sinis dan melangkah pergi meninggalkan Han yang masih berdiri setia berdiri di depan kamar tuannya. setelah Amora tidak tampak dari pandangannya Han pun melangkah menuju kamarnya.


.


.


.


.


.


.


.


hari ini Edgar kembali ke hotel sendiri. karna Han masih ada beberapa pekerjaan yang belum di bereskan. Edgar masuk kedalam lift yang telah terbuka dan memencet no lantai kamarnya. saat pintu lift hampir tertutup tampak seseorang berlari dan menghadang pintu lift sehingga terbuka kembali. Edgar tidak memperhatikan siapa orang yang masuk kedalam lift bersamanya. hari ini dia cukup lelah untuk memperhatikan orang lain.


"apa kau tidak apa-apa??? tanya Edgar dan dia baru tahu gadis yang di sebelahnya adalah Amora.


"apa yang kau lakukan disini??? tanya Edgar dengan mata menyipit.


"ehhmmm aku ada pekerjaan di sini.kemarin aku baru sampai....jelas Amora.


Edgar yang mendengar jawaban Amora hanya diam dan tidak ada keinginan untuk bertanya lagi. tak lama kemudian pintu lift pun terbuka dan Edgar melangkah keluar lift.


belum sempat dia melangkah jauh terdengar suara mengasuh dari arah belakangnya. edgarpun menoleh dan di lihatnya Amora berjongkok sambil memegang kakinya.

__ADS_1


Edgar berbalik dan berjalan mendekati Amora.


"ada apa??? tanya Edgar dingin.


"kakiku sakit, sepertinya terkilir. jawab Amora dengan wajah menyeringai kesakitan.


"berdirilah...ujar Edgar sambil mengulurkan tangannya.


Amora menatap Edgar dengan mata berbinar. ada sesungging senyum tipis di sudut bibirnya. tapi esgra tidak memperhatikan semua itu Amora menyambut tangan Edgar dan mencoba berusaha berdiri. tapi saat berdiri dia dia menjerit kecil dan tubuhnya langsung ambruk ke dada Edgar, reflek Edgar langsung memeluk tubuh Amora. senyum tersungging di bibir Amora.


Edgar segera mengurai pelukannya dan memegang bahu Amora. dan menuntun Amora berjalan menyusuri lorong hotel.


"kamu tinggal di kamar berapa? tanya Edgar tanpa melihat ke arah Amora yang belum melepas senyum dari bibirnya.


"aku tinggal di kamar 1306 .. jawab Amora dengan suara menahan sakit.


Edgar terus memapah Amora berjalan kembali kekamarnya. sesampainya di depan kamarnya Amora segera membuka pintu kamarnya. Edgar berhenti di depan kamar, dia enggan untuk masuk.


"aku antar kamu sampai sini... ucap Edgar melepaskan pegangan tangannya pada bahu Amora.


"OOO..terima kasih jawab Amora... dia berjalan melangkah masuk tapi belum apa-apa dia sudah terjatuh. Amora menjerit kecil. Edgar segera melangkah mendekati amora., dia memapah Amora sampai keranjangnya.


"aku pergi dulu...aku akan memanggil dokter. jaga dirimu baik-baik...ucap Edgar.


"tidak usah...sebentar lagi assiatenku akan datang kamu tidak usah memanggil dokter...balas Amora.


"baiklah aku pergi... jawab Edgar dan langsung melangkah meninggalkan Amora.

__ADS_1


Amora hanya memandangi tubuh Edgar yang menghilang di balik pintu dan tersenyum menyeringai.


"ini baru awal Al...aku tidak akan pernah melepaskanmu ...gumam Amora dengan seringaiannya yang masih menghiasi bibir tipisnya.


__ADS_2