
sementara itu Edgar sudah di pindah ke ruang rawat, tampak nyonya Ellin tertidur di samping Edgar dengan terus menggenggam tangan putranya. sedangan Amora dia tertidur di sofa. tampak seorang lelaki muda masuk dengan perlahan, dia meletakkan bunga di atas meja dan kemudian mendekat ke ranjang Edgar di sisi sebelahnya. dia memandang wajah pucat di depannya, mengelus lengan Edgar dengan perlahan...
"maafkan kakak yang tidak bisa menjagamu" gumamnya pelan. kemudian diapun melangkah mendekati nyonya Ellin...di kecupnya kepala perempuan itu dan mengelus pundaknya.
"maafkan Willi ma...gumamnya kemudian melangkah keluar ruangan. sebenarnya nyonya Ellin terbangun saat William masuk tadi...dia mengira perawatan yang akan memeriksa Edgar dan mengecek selang infus dll, tapi ternyata dia mendengar ucapan maaf kepada edgar....
"deg...willi...gumamnya dalam hati...
ingin sekali dia bangun dan memeluknya...tapi dia menahannya. setelah William pergi...nyonya Ellin membuka matanya yang tampak basah. nyonya Ellin bangkit dari duduknya dan berjalan ke toilet..dia membersihkan mukanya...setelah selesai dia pun keluar dari toilet...dan di lihatnya suaminya sudah duduk di sebelah ranjang Edgar...
"aku bawakan kalian sarapan... makanlah dulu...ucap tuan Harry.
"bi ada apa??? Allen pasti sembuh bi jangan menangis terus...Amora yang melihat mata bibinya sembab menghibur dengan penuh perhatian.
"terimakasih sayang...bibi tidak apa-apa...kamu cepat cuci mukamu!..sebentar kita sarapan..nyonya Ellin berjalan menuju kesofa dan membuka kantong yang di bawakan suaminya tadi.
"ma aku ingin bicara. ucap tuan Harry sambil.mendekati istrinya yang duduk di sofa.
"bicaralah! sahut nyonya Ellin.
"ma aku ingin Willi kembali dan membantu si oerusahaan papa...ucap tuan Harry pelan sbil melihat wajah istrinya. karna tidak ada sahutan tuan Harry pun melanjutkan ucapannya.
"aku akan mengurus perusahaan Allen selama dia di rumah sakit. jadi aku meminta William untuk mengurus perusahaan papa. lanjut tuan Harry masih memandang wajah istrinya. setelah lama menunggu jawaban istrinya.
"terserah papa, apa yang terbaik menurut papa, mama akan mendukung...ucap mama Ellin dengan senyum di bibirnya.
"benarkah??? kau memang yang terbaik...seru tuan Harry yang langsung memeluk istrinya dan mendaratkan ciuman di pipi istrinya itu.
"ehem... deheman Amora membuat kedua orang paruh baya itu segera melepas pelukannya.
*paman dan bibi romantis sekali...walau sudah tua tidak mengurangi keromantisan paman...Amora juga nanti kalau menikah ingin punya suami seperti Pama...ucapan Amora dengan senyum manjanya.
"sini sayang...panggil nyonya Ellin sambil menepuk sofa di sampingnya. Amora duduk di samping nyonya Ellin.
__ADS_1
"sayang...nanti setelah Allen benar-benar sembuh...aku akan meminta dia melamarmu, bagaimana??? tanya nyonya Ellin sambil mengelus punggung tangan Amora.
Amora yang mendengar pertanyaan nyonya Ellin tersipu malu, mukanya merah seperti kepiting rebus.
"benarkah bi??? tanya Amora sambil menunduk malu.
"benar sayang...jawab nyonya tersenyum sambil terus mengelus punggung tangan Amora.
"pa...tadi William datang...ucap nyonya ellin, Amora yang mendengar pun tersentak dan langsung mendongakkan kepalanya wajahnya langsung ceria.
"benarkah bi...tadi kak Willi datang??? kenapa bibi tidak membangunkan ku...sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya...ucap Amora dengan wajah sendu.
"bibi juga lama tidak bertemu dengannya...airmata jatuh di pelupuk mata nyonya Ellin...ada segurat sesal disana.
"baguslah kalau dia mau kesini..ucap tuan Harry sambil menepuk-nepuk bahu istrinya.
"apakah papa yang memberitahu kalau Allen di rumah sakit??? tanya nyonya Ellin.
"iya...kemarin papa memanggilnya...papa juga menyuruhnya untuk mengurus perusahaan...tapi dia menjawab akan memikirkannya lagi.
setelah sampai hotel...tuan Harry segera menelpon William, mengajaknya ketemu di restoran hotel.
setelah mandi dan bersiap tuan Harry segera pergi ke restoran hotel. William yang terkejut mendapat telpon dari papanya segera melajukan mobilnya menuju hotel yang di maksud. setelah sampai disana di lihatnya lelaki paruh baya yang masih terlihat tampan seperti dulu sebelum dia meninggalkan rumah. William mendekati tuan Harry.
"pa...sapa William dan mendekati papanya.
tuan hari langsung berdiri dan memeluk William. susut mata lelaki tua itu basah.
"papa apa kabar...tanyanya.
"papa baik-baik saja...tapi adikmu tidak baik-baik saja. jawab tuan Harry melepaskan pelukannya.
"apa maksud papa??? tanya William penasaran.
__ADS_1
"duduklah dulu...titah tuan Harry.
mereka akhirnya duduk. tuan Harry menyarankan untuk memesan makanan dan minuman dulu. setelah memberikan pesanannya Kepada pelayan tuan Harry pun memulai pembicaraannya.
"Allen sekarang koma di rumah sakit...ucap tuan Harry dengan wajah sendunya.
"kenapa bisa pa...dua hari lalu kami bertemu dia masih baik-baik saja...ucap William dengan wajah tak percaya.
"jadi kalau sempat ketemu...tanya tuan Harry.
"iya pa...walau kami tidak sempat bicara. jawab William.
"kemarin saat dia akan ke bandara dia di serang...dia kena tembak di punggung di perutnya..William yang mendengar cerita tuan Harry menatap orang tua yang kelihatan rapuh itu dengan wajah sedih. bagaimanapun dia adik yang selalu dia sayangi...jarak umur yang begitu jauh..membuat Edgar selalu mengikuti kakaknya kemanapun kakaknya pergi, hal itu juga yang terkadang membuat William menjadi kesal. sampai akhirnya 8 tahun lalu dia baru tahu kalau dia sebenarnya hanyalah anak angkat, dulu dia tidak tahu kenapa mamanya selalu meminta kepadanya untuk mengalah kepada Edgar. setelah kejadian di mana Edgar harus di rawat beberapa Minggu di rumah sakit barulah dia tahu alasan sebenarnya.
"pulanglah...mamamu juga sangat merindukanmu...mamamu tidak bermaksud melukai perasaanmu...setelah kau pergi...mamamu hanya bisa menangis bila merindukanmu.
"papa juga sudah tua...papa ingin kau membantu papa mengurus perusahaan papa.
"pa...disini aku juga bekerja...bisakah beri aku waktu untuk memikirkannya?..tanya William.
"bisa...tapi jangan lama-lama, papa dan mama sudah tua...adikmu juga belum sadar.
"iya pa...nanti akan aku hubungi papa jika aku sudah punya jawabannya...
"ohya pa...dimana Allen di rawat???
"dia di rawat di NHS di ruang rawat xx..
"kalau begitu Willi pamit dulu pa...Willi masih ada kelas...besok kalau ada waktu Willi akan mengunjungi Allen...salam buat mama.
"hemmm hati-hati lah...jawab tuan Harry.
William beranjak dari duduknya dan merangkul orang tua tersebut. setelah itu dia pergi meninggalkan hotel dan melajukan mobilnya menuju Cambridge university.
__ADS_1
flashback off#