
di sebuah rumah sakit, tampak Han sedang gelisah, dia mondar mandir di koridor depan ruang operasi...sudah 4 jam lamanya Edgar di dalam sana tapi dokter belum keluar-keluar...dia hanya bisa melihat perawat yang mondar-mandir juga masuk ruang operasi keluar ruang operasi. setelah sekitar 8 jam operasi selesai...dokter keluar dan Han segera mendekatinya..
"dok bagaimana kondisi sahabat saya??? tanya Han dengan ekspresi cemas.
"kita harus bersyukur peluru tidak menembus jantungnya...peluru sudah di keluarkan...tapi masa kritisnya belum berakhir...terlambat sedikit saja tadi kami tidak bisa menolongnya...terang dan gamblang dokter menjelaskan semuanya.
"dok...bukankah perutnya yang tertembak??? tanya Han bingung...
"iya dia terkena 2 tembakan..satu di punggungnya dan 1 di perut...terang dokter dan beranjak pergi.
"B*****t...akan kucari kalian sampai dapat...akan ku habisi kalian...geram Han sambil mengepalkan tangannya...dia merasa bersalah karna janjinya untuk selalu melindungi sahabatnya itu tak bisa dia tepati. sudah beberapa kali Edgar berjuang antara hidup dan mati. Han benar-benar kelihatan sangat frustasi...dia terduduk lemas di bangku tunggu dengan tangannya menyangga kepalanya.
sedangkan Edgar langsung di pindahkan ke ICU...dia belum sadar dan juga belum melewati masa kritisnya. dokter menyampaikan jika dia bisa melewati malam ini... kemungkinan dia akan selamat sangatlah besar.
Han bersandar di sandaran kursi...hari ini adalah hari yang berat baginya...dia memejamkan matanya matanya sebentar...kemudian dia menelpon Robby untuk menggantikan dirinya menjaga Edgar...dia ingin menemui pelaku penembakan yang beberapa jam lalu sudah di temukan. kurang lebih 30 menit Robby tiba di rumah sakit...dia langsung mendekati Han dan duduk di sebelahnya...pelan dia menepuk lengan rekan nya itu...
"ehhmmm kau sudah datang...tanya hanya sambil mengerjapkan matanya.
"iya...bagaimana keadaan tuan??? tanya Robby sambil berdiri mendekati jendela kaca di depannya.
__ADS_1
"dokter mengatakan dia belum lepas dari masa kritisnya...jika dia bisa melewati malam ini...maka kemungkinan selamatnya besar...jawab Edgar dengan suara parau.
"ehm...tenanglah...pasti tuan bisa melewati semua ini...dan kita percaya bahwa dia akan sembuh...kata Robby sambil memegang pundak Han.
"ok..aku pergi dulu...aku titipkan sahabatku padamu...jaga dia baik....Han berdiri dan menwpuk bahu Robby...dan jika terjadi sesuatu dengannya cepat kabari aku...lanjutnya lagi..kemudian melangkah pergi..Robby hanya menganggukkan kepalanya. menatap punggung Han yang menjauh dan hilang dari pandangannya.
sementara itu di apartemen zhi'er...zhi'er yang masih shock...dia hanya menatap kosong langit-langit kamarnya...dari tadi dia juga tidak makan...dia melewatkan makan siang dan makan malam...John masuk kedalam kamar zhi'er dengan seorang wanita paruh baya...wanita itu membawakan zhi'er segelas susu.
"nona ini susunya...tolong di minum...dari tadi nona belum makan apapun...nanti nona sakit...Jhon memberikan gelas susunya ke zhi'er tapi tidak di respon oleh zhier.
"nona...saya letakkan susunya di sini...tolong nanti di minum!!! Jhon meletakkan susu di atas nakas...dia menyuruh pelayan untuk mengambil nasi yang tak di sentuh oleh zhi'er.
zhi'er masih tetap pada posisinya...jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. zhi'er bangkit dari tidurnya. dia menyibak Tirai jendela kamarnya...dipandanginya taman apartemennya. zhi'er membuka jendela lebar-lebar , di tariknya tirai jendela dan sprei, di ikatnya ujung sprei ke ujung tirai dan di tambahkannya selimut...kemudian dia lemparkan ikatan sprei tadi keluar jendela...dan ujungnya dia ikatkan di salah satu kaki meja belajarnya yang ia dekatkan di jendela. zhi'er memasukkan ponsel dan juga dompetnya di tas slempang yang ia bawa...kemudian dia menjatuhkan gelas yang berisi susu tadi...zhi'er segera bersembunyi di samping lemari menyisakan sedikit ruang bagus sekali untuk sembunyi...suara yang sangat keras dari pecahnya gelas di kamar zhi'er membuat John dan beenrapa orang yang berjaga langsung berlari masuk kedalam kamar. John mengumpat kesal saat melihat sprei tergantung di jendela...dia segera menyuruh anak buahnya mengejar zhi'er.
setelah mereka keluar dari kamar dan tidak terdengar lagi suaranya..zhi'er keluar dari persembunyiannya. dia mengendap-endap keluar dari kamar menuruni anak tangga....dia menyelinap keruang keluarga, setelah memastikan tidak ada orang zhier segera berlari keruang tamu dan membuka pintu apartemennya...dia pun segera berlari keluar dan terus berkeluar komplek apartemen...dia menuju jalan raya...dengan nafas ngos-ngosan... zhi'er berhenti di tepi jalan...matanya nyalang melihat sekitar...dia takut John dan anak buahnya memergoki dirinya...zhi'er kembali berlari menjauhi jalanan menuju kompleks apartemennya...dia terus berlari...setelah di rasa cukup jauh dia pun berhenti...dia berniat menunggu taksi..tapi tanpa dia ketahui anak buah John melihat dirinya yang sedang berdiri di bahu jalan..
"nona...mendengar suara teriakan zhi'erpun segera menoleh..di lihatnya 2 orang berpakaian hitam-hitam berlari kearahnya, tanpa menunggu lagi zhi'er segera menyebrang jalan.
"nona tunggu...bahaya...teriak salah seorang dari mereka...tanpa menghiraukan peringatan dari mereka zhi'er berlari menyebrang...dan tanpa dia sadari sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi kearahnya... dan...
__ADS_1
"braakk....
suara benda bertabrakan terdengar sangat keras...tubuh zhi'er melayang keatas sebelum akhirnya terjatuh keatas aspal...suara ban berderit...karna gesekan dengan aspal...
2orang anak buah John terdiam melihat tubuh nonanya tergeletak di atas jalan bersimbah darah...beberapa orang langsung berlari mengerumuni tubuh zhi'er.
"cepat telpon tuan john...cepat perintah salah satu dari mereka. setelah selesai menelpon John mereka menghampiri pengemudi yang masih tertegun karna shock di dalam mobil.mereka menghajar orang tersebut..dan mengikatnya di mobil...tak lama kemudian John pun tiba di lokasi kejadian dan segera berlari kearah zhi'er.
"nona...nona...bangun nona...seru Jhon sambil menepuk-nepuk pipi zhi'er...tapi zhi'er tak merespon matanya tetap terpejam, wajahnya pucat..seperti tak teraliri darah...memang darah keluar merembes dari kepala bagian belakang zhi'er.
"apa yang kalian lakukan ha?..bentak John membuat 2 orang itu gemetar ketakutan.
"dimana ambulansnya?? kenapa lama sekali??? teriak John
"apakah kalian sudah menelpon ambulans hah??? jangan bilang kalian tidak menelponnya...teriak John...
"sudah tuan sebentar lagi pasti datang...jawab mereka serentak.
tak lama kemudian ambulans pun datang.. zhi'er segera di pindahkan ke brankar dan kemudian di bawa kedalam ambulan..John ikut masuk kedalam ambulans sebelumnya dia menyuruh 2 orang tadi membawa pengemudi yang menabrak zhi'er ke tempat yang aman.
__ADS_1