Ku Tak Tau Apa Itu Cinta

Ku Tak Tau Apa Itu Cinta
BAB 45


__ADS_3

"apakah kau sudah menyelidiki siapa perempuan itu dan apa hubungan mereka??? tanya seorang pria tampan pada orang suruhannya.


"wanita itu adalah Presdir baru di Aurora grup tuan. dan sepertinya dia wanita yang di cari tuan Allen 3 tahun lalu. lanjut orang itu.


"OOO...sepertinya permainan akan semakin menarik....senyum smirk tersungging di wajah tampan pria itu.


"kau terus selidiki wanita itu jangan sampai ada yang terlewat. lanjutnya.


"baik tuan...kalau begitu saya pergi dulu...orang itu akhirnya pergi meninggalkan ruang kerja milik pria tampan itu.


"Al...aku tidak akan pernah membiarkanmu bahagia...gumamnya sambil mengepalkan tangannya.


___ ___ ___ ____ ____ ____ ___


sudah seminggu ini Edgar bolak balik perusahaannya dan perusahaan zhi'er.


banyak karyawan zhi'er yang bertanya-tanya kenapa bos besar dari Aell grup keluar masuk di perusahaannya, apakah perusahaan lagi ada masalah dan akan di akuisisi oleh Aell grup atau bosnya ada hubungan khusus dengan bos dari Aell. begitu banyak pertanyaan dan desas desus yang tersebar di perusahaan zhi'er.


Edgar sangat serius dengan pekerjaannya, sampai saat ada seseorang membuka pintu ruangannya. yang ternyata Han dan Amora.


"maaf tuan, nona Amora menerobos masuk sebelum saya ijinkan...ucap Han sambil menundukkan kepalannya.


Edgar menatap tajam kearah Amora. sejak beberapa tahun belakangan ini dia merasa bahwa Amora berubah menjadi menyebalkan.


padahal dulu mereka sangat akrab. tapi Edgar sendiri tidak bisa memungkiri bahwa dirinya benar-benar tidak menyukai apa yang Amora lakukan.


"ada apa?? tanya Edgar masih dengan tatapan tajamnya.

__ADS_1


Amora pun mendekat kearah Edgar dan meraih lengan Edgar.


"Al..kenapa kamu akhir-akhir ini menghindari ku?? tanya Amora dengan sedikit manja.


"aku masih banyak pekerjaan, jadi pergilah kalau memang tidak ada yang penting..Edgar mengusir Amora.


"Al apa kau mengusirku??? kenapa sekarang berubah?? dulu kita selalu bersama, kau selalu menjagaku...Al aku ingin kita seperti dulu...ucap Amora masih dengan memeluk lengan Edgar.


Edgar yang merasa risih melepas lengannya dari pelukan Amora.


"kau bukan anak kecil lagi yang perlu ku jaga. kita sudah sama-sama dewasa, kita mempunyai privasi sendiri-sendiri. ucap Edgar lagi dan mefokuskan pandangannya ke layar komputer di depannya.


"dan satu lagi...dulu aku dekat denganmu hanya karna mama dan Tante Linda memintaku menjagamu. dan sekarang kau boleh pergi...aku sedang sibuk..ucap Edgar lagi dan tak memperdulikan lagi keberadaannya.


wajah Amora merah padam menahan amarahnya. Han yang mengerti tuannya tidak mau di ganggu meminta Amora untuk keluar dari ruangan Edgar.


Amora berjalan meninggalkan ruangan Edgar dengan menghentak-hentakkan kakinya. suara tapak kaki yang begitu keras menggema di seluruh ruangan. Jessica yang melihat Amora kembali dengan penuh amarah menahan senyumannya.


ya dulu dia memang dekat dengannya karna permintaan mamanya dan mama Amora. tapi sikapnya yang selalu manja dan sedikit berlebihan, lama-lama membuat Edgar risih. perlahan namun pasti Edgar mulai menghindari Amora, tapi usahanya dari beberapa tahun lalu seperti sia-sia saat Amora kembali dari kuliahnya di luar negeri, dan mamanya memintanya untuk bertunangan dengan Amora. Amora kembali mendekatinya walau Edgar selalu menghindarinya.


Edgar merasa begitu lelah, padahal jam pulang kantor juga masih lama. tiba-tiba dia sangat rindu dengan Zhi'er. hari ini dia tidak ke perusahaan zhi'er karna pagi tadi dia ada meeting yang mengharuskan dia datang.


Edgar memijit pelipisnya. dengan segera dia menyambar jas dan kunci mobilnya. segera dia keluar dari kantornya.


sedangkan zhi'er memasuki ruangannya setelah melakukan rapat dengan bagian keuangan. dia segera mendudukkan tubuhnya di kursi kebesarannya. hari ini moodnya kurang bagus. wajah cantiknya yang biasanya selalu tersenyum hari ini tampak datar dan terkesan sedikit menakutkan.


Jerry dan jenny saling pandang melihat nona muda mereka yang seharian ini berwajah muram. bahkan hari ini zhi'er melewatkan makan siangnya.

__ADS_1


"nona apakah ada yang anda butuhkan??? tanya jenny pada zhi'er.


"tidak ... kalian keluarlah! carilah makan! kalian pasti belum makan...titah zhi'er yang masih asik dengan ponselnya.


"baiklah nona...kami keluar dulu...kalau ada apa-apa tolong hubungi kami... ucap Jerry mengangguk hormat dan keluar yang di ikuti jenny. mereka pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan minta di isi dari tadi.


zhi'er menyandarkan punggungnya di sandaran kursi. matanya menatap langit-langit kantornya. ada rasa sepi saat Edgar tidak datang ke kantornya. ya...seminggu ini dia sudah terbiasa dengan adanya Edgar di ruangannya. dia menghela nafas panjang...perlahan di tutupnya matanya.


Edgar masuk kedalam ruangan zhi'er, dia menutup pintunya perlahan dan berjalan mendekati meja kerja zhi'er. di lihatnya zhi'er tertidur di kursinya. Edgar menatap wajah cantik di hadapannya yang tampak damai dalam tidurnya. diapun menyunggingkan senyuman di bibirnya. dengan perlahan di angkatnya zhi'er dan dia pindahkan ke sofa yang berada di ruangan itu. dia lepaskan jas yang di pakainya dan menutupkan di kaki jenjang zhi'er.


Edgar berjongkok di hadapan zhi'er, di Sibakannya sebagian rambut yang menutupi wajah zhi'er. tak bosan dia pandangi wajah cantik itu. pandangannya jatuh di bibir tipis berwarna merah milik zhi'er. bibir itu seperti candu yang membuatnya ketagihan. tanpa sadar Edgar sudah mendekatkan wajahnya ke wajah zhi'er. hembusan hangat dari nafas Edgar menerpa wajah zhi'er. zhi'er mengerakkan kepalanya yang membuat Edgar langsung menarik kembali wajahnya.


Edgar duduk di kursi sebelah zhi'er dan mulai mengotak Atik ponselnya.


jenny yang sudah kembali dari kantin segera kembali ke kantor zhi'er. tapi belum sempat jenny membuka pintu, Linda dan Shinta sudah menahannya.


"hehe Jen jangan masuk...kata Linda


"kenapa aku tidak boleh masuk??? tanya jenny bingung.


"ehhmmm itu...ada...ehhmmm ada CEO Allen di dalam... bisik Shinta.


"jadi kau jangan masuk dulu...bisiknya lagi.


"aku harus masuk, jangan sampai nona kenapa-kenapa...kata jenny sambil melangkah kearah pintu...tapi sebelum sampai pintu Linda dan Shinta sudah menarik tangan jenny dan menyeretnya menjauhi pintu.


"lepaskan... apa-apaan kalian ini...bentak jenny kesal.

__ADS_1


jenny akhirnya duduk di sofa yang berada di ruang tunggu depan meja Shinta dan Linda.


dengan wajah kesal dia memainkan ponselnya. sedangkan Linda dan shinta masih berdiri di tempatnya sambil memandangi jenny. setelah dirasa jenny tidak ada pergerakan Linda dan Shinta akhirnya kembali ke meja masing-masing dan kembali menatap layar monitor yang ada di depannya.


__ADS_2