
sedangkan di negara XX...Jerry mendapat kabar dari orang kepercayaannya di London bahwa zhi'er lagi dekat seseorang...dan mereka menambahkan...bahwa orang yang sempat mereka laporkan pernah mendatangi apartemen zhi'er bulan lalu kini terlihat lagi di sekitar nona mereka.
"kalian kirimkan foto-foto mereka...perintah Jerry ke anak buahnya yang dia suruh mengawasi zhi'er. Jerry melihat ponselnya...dan melihat beberapa foto yang dikirimkan oleh anak buahnya...Jerry melototkan matanya melihat 2 orang pria yang bersama zhi'er...
"bagaimana nona bisa kenal mereka???gumam jerry..Jerry memijit pelipisnya yang terasa pusing...
"bagaimana aku harus melaporkan ke nyonya...huufft...jerry menghembuskan nafas kasar.
dia tidak menyangka gadis yang baru-baru ini dia ketahui sebagai nona mudanya berhubungan dengan 2 orang pria dari keluarga admatja...
sedangkan di apartemennya... zhi'er sedang mempersiapkan barang-barang yang hendang dia bawa pergi ke negara xx. Edgar memberitahunya bahwa besok mereka berangkat...sebelumnya Edgar bilang lusa...tapi karna Edgar bilang urusannya sudah selesai jadi besok mereka sudah bisa kembali kenegara xx.dan otomatis zhi'er ikut karna dia sudah berjanji akan ikut Edgar.
"Ed...wo haimeiyou gen wode laoshi shuo, ruguo wo qingjia. (Ed...aku belum bicara dengan guruku kalau aku mengambil cuti).
"Han yijing Nung Haole...ni fangxin.( Han sudah mengurusnya...kamu tidak usah khawatir)
"OO....ucap zhi'er membulatkan mulutnya...dia melanjutkan menata perlengkapannya...setelah selesai dia meletaknya kopernya di dekat lemari...kemudian dia berjalan mendekati Edgar yang sedang membaca buku.
"Ed...panggil zhi'er
"hemm gumam Edgar masih fokus dengan bukunya.
"Ed...panggilnya lagi...
"hemmm...Edgar masih fokus dengan bukunya tanpa menghiraukan zhi'er yang melihatnya dengan tatapan jengkel...
karna merasa di abaikan zhi'er pun turun kebawah...di lihatnya Han yang sedang duduk di ruang tamu sambil memangku laptopnya.
__ADS_1
"cih...tidak melihat mereka beberapa bulan saja...mereka berubah tambah dingin...kalau mereka lama-lama disini...kayaknya tidak akan ada musim panas lagi...gerutu zhi'er terus melangkah kedapur untuk menyiapkan makan malam.
Edgar yang masih membaca bukunya baru menyadari kalau zhi'er sudah tidak ada di dekatnya...kemudian di menutup bukunya dan melangkah keluar dari kamar...baru saja dia keluar baru harum masakan sudah tercium oleh indera nya....dia pun menuruni tangga dan melangkah menuju dapur...di lihatnya zhi'er sedang menyiapkan makanan di atas meja makan...saat melihat zhi'er akan mengangkat mangkok sup...dia pun mendekati Zhi'er.
"biar aku saja... zhi'er yang mendengar suar edgra menoleh kebelakang..di lihatnya Edgar menggulung lengan kemejanya sampai siku..zhi'er membiarkan Edgar membawakan mangkok sup ke atas meja makan...stelah semua selesai ..zhi'er memanggil Han untuk makan bersama.
mereka makan dalam hening...zhi'er yang masih kesal dengar Edgar tak sepatah katapun dia ucapakan untuk Edgar...setelah makan malam selesai zhi'er yang akan membereskan makanan dan piring kotor di larang oleh Edgar.
"biarkan saja...aku dan han akan membantumu membereskannya. ucapnya...kau duduklah saja!!! katanya lagi...
Hierpun meninggalkan ruang makan...dia duduk di ruang keluarga dan menyalakan televisi...tidak ada acara yang dapat menarik perhatiannya...dia hanya mengganti-ganti Chanel televisi tanpa tau mana yang mau dia tonton.
sedangkan Han yang mendengar ucapnya tuannya hanya bengong saja...otaknya berpikir keras...sejak kapan tuannya alih profesi... saat dia masih melamun...dia di kejutkan suara dingin bosnya.
"apakah kau akan tetap diam seperti itu...atau kau akan segera bangkit untuk membereskan ini semua..tanya Edgar dengan suara dingin membekukan.
karna tidak ada acara televisi yang menarik... zhi'er akhirnya meninggalkan ruang keluarga...di melirik kearah dapur dan di lihatnya Edgar dan Han sedang sibuk didapur..zhi'er tersenyum saat melihat mereka membereskan dapur dan mencuci peralatan masak dan peralatan makan.
"feichang keai( benar-benar imut)...zhi'er terkekeh melihat tingkah mereka... zhi'er terus melihat yg tingkah 2 orang laki-laki gunung es yang sedang bekerja di dapur...senyum tak lepas dari bibirnya...sampai tak dia sadari kalau mereka berdua sudah selesai dengan pekerjaannya.
Edgar yang melihat zhi'er menyandarkan badannya di tembok ruang makan pun mendekatinya. tanpa zhi'er sadari Edgar sudah mengunci tempatnya berdiri...dan jarak antar mereka berdua begitu dekat.
"sesenang itulah dirimu melihatku??? tanya Edgar di telinga zhi'er.
"hah...ti tidak...pergi sana...zhi'er mendorong dada Edgar agar menjauh tapi itu hanya sia-sia saja...Edgar menatap lekat wajah imut di depannya...rasanya dirinya sudah tidak tahan menahan semua gejolak hatinya. tatapan matanya yang sendu membuat zhi'er menangkupkan kedua tangannya di pipi Edgar.
"apakah kamu sakit??? pasti kamu capek..ayo duduklah...ucap zhi'er beruntun...dan meuntun Edgar ke sofa diruang keluarga...mereka duduk berdampingan.
__ADS_1
Han yang melihat mereka berdua...meninggalkan ruangan dan pindah keruang tamu.
"apa mereka tidak melihatku...Han menggerutu sambil melangkah pergi.
zhi'er meletakkan punggung tangan nya di dahi Edgar untuk memeriksa suhu panasnya.
"ehhhm..tidak panas, geleng zhi'er
zhi'er menempelkan dahinya di dahi edgar...dia tetap tidak Merasakan apa-apa.
"aku tidak sakit...berhentilah bersikap konyol...serkas Edgar.
"apa maksudmu...aku mengkhawatirkan mu dan ku mengatakan aku konyol...seru zhi'er.
kekesalan yang tadinya sudah hilang..sekarang muncul.lagi...dengan kesal zhi'er meninggalkan Edgar naik keatas menuju kamarnya. dia membanting pintu kamar sangat keras...hingga edgarpun meolehkan kepalanya ke lantai atas.
"apa...dia mengatakan aku konyol saat aku mengkhawatirkannya...dasar Bandi dingin tak nerperi kemanusiaan..tahu begitu dulu aku tidak menyelamatkannya...biar saja dia mati di makan binatang buas...gerutu zhi'er sambil membanting badannya di atas kasur.
"emmm benar-benar nyaman...gumamnya.
karna lelah akhirnya zhi'er tertidur dengan posisi kakinya menggantung di sisi ranjang.
sedangkan Edgar dia sibuk mengutak-atik ponselnya...setelah cukup lama, dia melihat kearah tangga dan kemudian beranjak menuju kamar Zhi'er.
dia melihat zhi'er yang tertidur dengan posisi kaki menggantung... pelan-pelan dia betulkan letak tidur zhi'er dan memakaikannya selimut. di usapnya kepala zhi'er dan di kecup dengan sangat dalam. Edgar keluar dari kamar zhi'er.
dia menyuruh Han menyiapkan mobil. mereka pun meninggalkan apartemen zhi'er. mobil melaju dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota.
__ADS_1