Ku Tak Tau Apa Itu Cinta

Ku Tak Tau Apa Itu Cinta
BAB 43


__ADS_3

zhi'er tiba-tiba hatinya merasa sedih saat tatapannya bertemu dengan mata Edgar. rasa sedih itu tidak bisa ia bendung, matanya sudah mulai mendung dan tak bisa lagi untuk di tahan, tak terasa airmata pun jatuh membasahi pipinya. Edgar yang melihat zhi'er menangis menjadi bingung.


"ada apa??? kenapa kamu menangis?? tanya Edgar bingung dan khawatir.


"perasaan apa ini, kenapa hatiku begitu sedih saat melihat matanya...mata itu....sepertinya aku mengenal mata itu...dimana??? batin zhi'er.


"ada apa??? tanya Edgar lagi saat melihat zhi'er terisak dan airmata nya semakin deras keluar. Edgar segera membenamkan kepala zhi'er di dadanya..dikecupnya pucuk kepala zhi'er lama. Edgar masih membenamkan wajah zhi'er di dadanya sampai dia tidak mendengar Isak tangisnya lagi.


"apakah sudah merasa baikan...tanya Edgar yang menjauhkan tubuhnya dengan memegang kedua bahu zhi'er.


"maaf kan saya tuan...baju anda basah karna saya...ucap zhi'er sambil menundukkan kepalanya tidak berani menatap mata Edgar lagi.


"apakah kamu benar-benar tidak ingat padaku?? ini adalah pertanyaan Edgar yang kesekian kalinya.


"maaf tuan...saya benar-benar tidak mengenal anda...maaf waktu sudah cukup malam, saya pamit...zhi'er melepaskan tangan Edgar dari bahunya..zhi'er mundur dan membalikkan badannya melangkah pergi.


Jerry dan jenny pun mengikuti zhi'er setelah mengangguk hormat pada Edgar. Edgar hanya diam terpaku di tempatnya. dia melihat punggung zhi'er yang berlalu menjauh dari pandangannya.


Jerry segera memutari mobil, sedangkan jenny membukakan pintu mobil untuk zhi'er. zhi'er sudah membungkuk kan badannya bersiap memasuki mobil. tapi tiba-tiba sebuah tangan menarik tangannya dan tangan satunya menarik pinggangnya yam membuat tubuhnya berputar 180 derajat dan jatuh di pelukan Edgar.


belum sempat zhi'er mengucapkan sepatah katapun, Edgar sudah mendaratkan bibirnya di bibir zhi'er.


zhi'er terkejut dan membulatkan matanya.


Jerry juga Han yang melihat ulah Edgar hanya bisa melototkan matanya. sedangkan jenny dia hanya bisa menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


saat ini Edgar sudah tidak peduli dengan keadaan sekitarnya. yang ada hanya rasa rindu yang sudah dia tahan 3 tahun ini, Edgar ******* bibir zhi'er lembut. zhi'er hanya diam tak membalas ciuman Edgar. zhi'er melihat kilatan bayangan dirinya tersenyum dan berlari memeluk seseorang. dan masih ada lagi tapi semua terasa buram.


setelah beberapa saat lamanya edgarpun melepaskan ciumannya. zhi'er mengerjap-ngerjapkan matanya dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


"apakah kamu tidak ingin aku melepaskannya??? apakah kamu masih mau?? tanya Edgar dengan nada menggoda.


Zhi'er mendorong tubuh Edgar agar menjauh dari tubuhnya. zhi'er melangkah mundur dan membalikkan badannya dan memasuki mobilnya. saat jenny akan menutup pintunya Edgar menghalanginya dan membungkukkan badannya melihat zhi'er.


"dulu setiap kali bertemu ...kamu yang selalu berlari memelukku dan mencium ku. mulai hari ini setiap kita bertemu, aku yang akan memelukmu dan mencium mu. dan aku akan membuatmu tidak akan pernah bisa melupakan ku lagi.. Edgar tersenyum kearah zhi'er dan menutup pintu mobil pelan.


jenny masuk kedalam mobil di samping Jerry yang mengemudi. mobil perlahan pergi meninggalkan halaman hotel dan melaju membelah jalanan ibukota.


"prok prok prok...suara tepuk tangan membuat Edgar menoleh.


"waow, setelah sekian lama akhirnya kau mendapatkan mainan baru juga...


"apakah dia akan berakhir seperti Alexa?? atau dia mungkin lebih beruntung daripada Alexa...pria itu meremas kemeja Edgar dan dan menarik dasi Edgar yang membuat wajah Edgar mendekat kearahnya dan dia pun berbisik di telinga Edgar.


"tapi ingatlah...aku tidak akan pernah membiarkanmu bahagia....pria itu mendorong tubuh Edgar dengan kuat, tapi tak mampu membuat Edgar sampai terjatuh.


Han yang sudah geram sejak tadi, segera melangkah mendekati pria itu tapi lagi-lagi di tahan oleh Edgar.


Han yang mendengar Edgar kembali memundurkan langkahnya. Edgar merapikan bajunya kembali. kemudian melangkah mendekati pria itu dan berkata.


"selama ini aku diam saja saat kau melakukan apapun terhadapku, tapi jika aku tahu kau mencoba menyakiti dia sedikit saja...aku tidak akan pernah membiarkanmu hidup dengan tenang...Edgar menatap pria itu dengan tatapan dingin dan tajam yang mampu membuat musuhnya ciut.


"cih...kau kira aku takut hah???dia berdecih sambil teriak kearah Edgar.


Edgar hanya menampilkan senyum smirknya dan meninggalkan pria itu kembali ke pestanya yang belum selesai.


"aahhhkk...b*****t...teriaknya sambil menendang-nendangkan kakinya di udara.


sedangkan Edgar sudah masuk kembali ke pesta, dia menyapa kolega-kolega nya. nyonya Ellin yang tidak melihat Edgar maupun Amora menjadi gelisah.

__ADS_1


"Pa...kenapa Al dari tadi tidak kelihatan, dimana dia??? Amora dari tadi juga tidak kelihatan...adapa sebenarnya???


"papa juga tidak tahu..tadi sepertinya dia terburu-buru...tidak seharusnya dia meninggalkan pesta...ujar tuan Harry.


"oh itu dia.... Will panggilkan adikmu...titah tuan Harry kepada William.


"baik pa...William langsung berdiri dan mendekati Edgar.. dia mengangguk ke teman adiknya dan membisikkan sesuatu ke telinga Edgar. Edgar pun mengangguk dia menyuruh William duluan. kemudian dia berpamitan ke koleganya dan berjalan mendekati kedua orang tuannya. dia duduk di sebelah William.


"ada apa pa???tanya Edgar sopan.


"darimana kamu..kenapa kamu meninggalkan pesta? dan dimana Amora??? berondong tuan Harry.


Edgar mengerutkan keningnya.


"Amora??? aku tidak tahu pa...dari tadi aku tidak melihatnya...kenapa papa tanya kepadaku??? Edgar balik bertanya kepada papanya.


"papa coba tanya ke om Handono dan istrinya, kenapa tanya ke Al. ujar Edgar lagi.


"benar kamu tidak tahu...tanya mama Ellin.


"ma...untuk apa Al berbohong...jawab Edgar sedikit tidak suka dengan pertanyaan mamanya.


"Al..kamu tahu kan hari ini adalah hari dimana mama ingin mengumumkan bahwa kalian akan bertunangan. tapi kamu dan Amora malah menghilang....ucap mama Ellin dengan wajah kecewa.


"ma...sudah Al katakan, Al tidak mau bertunangan ataupun menikah dengan Amora...Al tidak mencintainya ma...jawab edgar lagi.


"cinta akan tumbuh dengan sendirinya nanti setelah kalian bersama...ucap mama Ellin ketus.


"Ma...Al sudah katakan Al tidak mau...Al akan menikah tapi tidak dengan Amora...jawab Edgar lagi dan beranjak dari duduknya.

__ADS_1


Edgar menundukkan badannya dan berkata pelan kearah mama Ellin.


"Al akan segera membawa calon istri Al kerumah...mama tidak usah khawatir...setelah mengatakan itu Edgar berlalu meninggalkan keluarganya dan kembali menyapa tamu-tamu nya. Edgar tampak tersenyum menyapa mereka, ada gurat kebahagian di wajahnya. William yang melihat adiknya sejak tadi hanya tersenyum. akhirnya setelah 3 tahun dia melihatnya tersenyum bahagia, bukan senyum paksaan.


__ADS_2