
zhi'er melangkah dengan lesu meninggalkan kafe...pikirannya kembali teringat akan Edgar...dia bingung...sebenarnya hubungan dan rasa apa yang dia miliki untuk Edgar...
apakah itu memang hubungan sebatas teman...??? pertanyaan demi pertanyaan muncul di benaknya...tanpa di sadari ya dia sudah melintasi jalan yang padat akan kendaraan...hampir saja dia tertabrak mobil kalau seseorang tidak menariknya..
"aaoow...teriak zhi'er saat tubuhnya menabrak tubuh orang yang menolongnya..zhi'er mengangkat wajahnya dan melihat seorang laki-laki sedang memeluknya.
"apa yang anda lakukan??? tanya zhi'er setengah membentak dam melepaskan diri dari pelukan pria itu.
"seharusnya aku yang bertanya...apa yang sedang kau pikirkan Sampai kau mau mengakhiri hidupmu sendiri...bentak pria itu yang tak lain adalah William...dosen baru di kampus zhi'er
"apa maksud anda?? tanya zhier keheranan.
"apa kamu sadar... seandainya aku tidak cepat menarik mu...tadi kamu sudah tertabrak mobil...jawab Willi kesal.
zhi'er mencerna apa yang di katakan oleh Willi...di melihat sekitarnya...benar saja dia sekarang berada di trotoar jalan...zhi'er dengan wajah menyesal mengucapkan permintaan maaf dan juga terima kasihnya kepada William.
"terima kasih Mr...maaf tadi saya sudah salah paham...sekali lagi terima kasih dan maaf...maaf atas kekasaran saya...zhi'er membungkukkan badannya berulang kali ke William... yang membuat William merasa tidak nyaman apalagi di lihat orang-orang yang berlalu lalang disitu.
"sudahlah jangan seperti ini...ujar Willi sambil memegang bahu zhi'er agar dia berdiri tegak...Willi menatap wajah cantik zhi'er...tatapan mata mereka beradu.
"deg...."
"kenapa dadaku selalu berdebar kencang saat melihatnya... gumam Willi dalam hati.
"terima kasih...ucap zhi'er melepaskan tangan Willy dari bahunya.
"apa yang harus saya lakukan untuk membayar kebaikan anda...tanya zhi'er kemudian.
"tidak perlu...aku tidak sengaja melihatmu...jadi aku membantumu. jawab willy masih menatap zhi'er...
"tapi saya harus membalas kebaikan anda Mr.
"baiklah kalau kamu memaksa...
"apakah kamu mau menemaniku makan malam???tanya Willy sambil tersenyum kearah zhi'er.
"tapi Mr. saya...ucapan zhi'er terpotong...dia tidak meneruskan ucapannya.
"tadi kamu memaksa ingin membalas kebaikanku...sekarang aku hanya minta padamu untuk menemaniku tapi kau tidak mau...ya sudahlah tidak usah...ucap Willy panjang lebar dan akan melangkah pergi.
__ADS_1
"bukan itu maksud saya Mr...zhi'er berbicara dengan nada sedikit ragu.
"jadi maksud kamu apa??? tanya Willy penasaran dan menoleh ke arah zhi'er.
zhi'er bingung mau bilang apa...memang sebenarnya dia sangat keberatan menemani dosennya itu makan malam...tapi apalah daya...dia tetap harus membalas Budi kepada dosennya itu... akhirnya dengan terpaksa zhi'er menyetujui permintaan dosennya itu.
"baiklah Mr....saya akan menemani anda makan malam. kapan dan jam berapa?
"baiklah..
nanti malam jam 7 aku akan menjemputmu...beri alamat mu!!!...ucap Willy kemudian..
"begini saja Mr....mr. beritahu saya saja alamat kita makan malam...nanti pasti saya akan datang...zhi'er menyakinkan Willy dan balik meminta alamat tempat mereka akan makan malam.
"ok...datanglah nanti di restoran RR...di jalan XN
. Willy memberikan alamatnya kemudian dia pun berlalu pergi. setelah beberapa saat zhi'er menghentikan taksi di depannya dan kembali ke apartemen...di merebahkan tubuhnya yang sangat lelah...tak lama kemudian pun ia tertidur lelap dalam mimpi.
***
setelah kejadian yang terjadi di depan jalan depan kafe... zhi'er dan William semakin akrab...William yang memang menaruh rasa untuk zhi'er sejak pertama bertemu sangat menikmati kedekatannya dengan Zhi'er...sedangkan zhi'er hanya menganggap Willian sebagai sahabatnya dan dosennya...seperti sahabat-sahabat nya yang lainnya.
sedangkan di negara xx Edgar di sibukkan dengan berbagai pertemuan dengan kliennya...dia hanya sempat beberapa kali telpon atau berkirim pesan dengan Zhi'er... selebihnya dia sangat sibuk...apalagi permintaan mamanya akhir-akhir ini yang semakin gila menurutnya...seperti hari ini...mamanya meminta edgar menghadiri pesta pernikahan anak dari relasi papanya...dan Amora sebagai pendampingnya di acara itu...
"ya ..ma...jawab Edgar dari dalam kamarnya....
Edgar keluar dengan setelah jas dan dasi kupu-kupu...dia terlihat sangat tampan...Amora yang melihat Edgar datang langsung berdiri dan melihat Edgar tak berkedip... bibirnya melelengkung menciptakan senyuman indah yang menghiasi wajahnya..walaupun Edgar selalu bersikap dingin kepadanya...tapi Edgar sangat baik terhadapnya...itulah uang selalu membuat Amora tidak pernah putus asa mendekati Edgar...apalagi ada dukungan dari bibirnya..yaitu mamanya Edgar.
sedangkan Amora juga terlihat sangat cantik malam ini
Edgar berjalan ke arah Amora dan berhenti tepat beberapa langkah dari Amora...dia melihat Amora sebentar kemudian dia mengajaknya segera berangkat.
"ayo berangkat...ucap Edgar singkat dan langsung meninggalkan Amora..
Amora segera berjalan dengan cepat untuk mengejar Edgar... Hans yang melihat tuannya datang langsung membukakan pintu mobil.
Amora langsung masuk ke dalam mobil di ikuti oleh Edgar.
__ADS_1
mobil melaju ke arah hotel XxX...hening... tanpa ada percakapan antara mereka berdua..
mobil terus melaju membelah jalanan ibukota...kurang lebih 30 menit mereka sampai di hotel XxX...mereka masuk ke ballroom hotel dimana tempat di adakan nya pernikahan..semua orang melihat kedatangan mereka berdua...Edgar yang terlihat sangat tampan dan Amora yang sangat cantik...mereka bagai sepasang kekasih. Edgar berjalan mendekati seorang laki-laki paruh baya yang terus tersenyum menyapa para tamunya.
"halo tuan Rudi...selamat atas pernikahan putri anda...maaf papa tidak bisa datang karena ada urusan mendadak....ucap Edgar sambil menyalami tuan Rudi.
"halo tuan Allen....tidak masalah....karena tuan Harry telah mengutus anda datang...terimakasih atas kedatangan anda...ucap tuan Rudi.
"silahkan menikmati jamuan yang telah di sediakan...ucap tuan Rudi lagi sambil tersenyum...
"terima kasih tuan saya ke sebelah sana dulu...ucap edgar sambil menunjuk ke arah Kevin dan beberapa orang yang lagi mengobrol.
"silahkan tuan...tuan Rudi kembali tersenyum.
Edgar berjalan ke arah Kevin yang masih asik mengobrol...
"hai Kev...sapa Edgar yang di balas pelukan oleh Kevin...
"hai Kev...Amora melangkah mendekati Kevin...Kevin terkesiap saat mendengar suara Amora...gadis yang pernah mengisi hatinya...yang sampai saat ini sangat sulit dia lupakan...perasaan yang pernah dia buang jauh-jauh karna ternyata Amora menyukai Edgar...Kevin tersenyum saat dia melihat Amora muncul dari balik punggung Edgar.
"hai...sudah lama tidak ketemu....sapa Kevin sambil mengulurkan tangannya...
Amora menyambut uluran tangan Kevin dengan senyum indahnya.
"mana pasangan mu kev...tanya Amora sambil menoleh kesebelah Kevin.
"aku datang sendiri...tidak ada yang mau sama aku...kata Kevin sambil tersenyum yang di paksakan.
"tidak mungkin tidak ada yang mau sama kamu Vin...pasti kamu yang terlalu pemilih...ucap Amora sambil tertawa renyah yang disambut tawa juga oleh yang lain.
"kalian ngobrol dulu aku mau ke sana ...ucap Edgar sambil melangkah meninggalkan kevin, Amora dan beberapa temannya yang sedang asik mengobrol.
malam semakin larut..acara demi acara telah berlalu...Edgar sudah merasa sangat bosan...dia memang tidak pernah menyukai yang namanya pesta..dia melirik jam tangan mahalnya...waktu sudah menunjukkan 22.30...edgar melihat kearah Amora...
"apa kau masih ingin disini??? tanya Edgar kepada Amora.
"tidak...kalau kau sudah mau pulang...aku ikut pulang...jawab Amora sambil tersenyum ke arah Edgar.
"baiklah...
__ADS_1
"Kev, Don aku duluan ...ucap Edgar sambil menepuk bahu Kevin ...dia langsung beranjak dari duduknya dan melangkah meninggalkan pesta...Edgar menghubungi han untuk menyiapkan mobil...Amora mengikuti di sebelahnya...mereka menuju tempat parkir hotel....dimana assisten Han sudah menunggu mereka.
mobil melaju dengan perlahan meninggalkan hotel...Edgar menyuruh Hans langsung ke rumah amora untuk mengantarkan gadis itu pulang dulu..baru dia akan langsung kembali ke apartemennya.