
Kiara melihat Diska turun dari mobil dan berjalan ke arahnya. Ia tersenyum kecut karena sudah menduga reaksi Diska tentu tidak akan terima saat diusir begitu saja dari kantor.
"Heh, Ja.lang!" teriak Diska saat berjalan menghampiri Kiara.
Kiara tidak menjawab, hanya tersenyum mengejek yang membuat Diska semakin naik pitam.
"Dasar pelacur! Aku tau niat busuk kamu! Kamu nggak akan bisa merebut Xavier dari aku. Xavier itu bukan orang bodoh. Dia pasti akan tau sifat aslimu, dasar wanita ular bermuka dua!" hina Diska.
Kiara tertawa kecil seperti telah mendengar sebuah lelucon. "Kalau aku pelacur, lalu kamu apa? Kamu menggoda laki-laki yang sudah jelas tidak menyukaimu, dan kamu tetap memaksa. Kamu tahu, kamu seperti apa? Kamu seperti kecoa yang meski diinjak berkali-kali tetap tidak mau mati."
__ADS_1
Kiara bangun dari duduknya dan berjalan pelan mendekati Diska, tanpa rasa takut.
"Lalu, kamu bilang aku bermuka dua?" Tawanya semakin menjadi, lalu ia menatap Diska dengan beringas. "Iya, aku memang bermuka dua, lalu kenapa? Kamu mau lapor ke Xavier? Silahkan! Kita lihat siapa nanti yang akan dia percaya. Sadarlah dengan posisimu saat ini yang tidak bisa dibandingkan sedikit pun dengan ujung jariku." Kiara mengejek Diska sambil memainkan ujung kukunya. Seringai mengerikan terbit di ujung bibirnya.
Diska sangat marah mendengar ejekan Kiara yang sangat meremehkannya. Ia kembali berteriak, "Dasar keparat! Kamu terlalu percaya diri. Kamu pikir kamu siapa? Kamu hanya pekerja yang dibayar olehnya layaknya seorang budak. Aku yang lebih lama mengenalnya, dan aku yang lebih dekat dengan Xavier dan keluarganya. Jangan bermimpi bisa melawan saya, dasar wanita murahan!"
Namun, Kiara tetap tenang meski hinaan datang bertubi-tubi. Karena baginya, Diska hanya terlihat konyol seperti badut di sirkus. Kiara malah tersenyum sinis, dan membalas Diska. "Tidak perlu berteriak seperti cacing kepanasan, karena ini belum seberapa, Diska."
“Apa yang kamu–”
__ADS_1
Namun, belum selesai ia bicara, Diska dikejutkan dengan jari jemari Kiara yang menjepit dagunya dengan kasar. Lalu, suara Kiara yang penuh dengan ancaman mengalir dengan lembut ke telinga Diska, "Selama diriku masih bernafas, jangan harap hidupmu bisa tenang. Akan kupastikan setiap harinya bagaikan hidup di neraka!"
Setelah itu, dengan kasar Kiara menghempaskan dagu Diska hingga wanita itu berpaling dan tangan Kiara bergerak terangkat menghentikan sebuah taksi yang kebetulan lewat.
Saat Kiara turun ke jalan dari halte, Diska yang semula terkejut langsung sadar dan menjadi histeris karena merasa telah diinjak-injak harga dirinya. Ia pun dengan agresif mengangkat tangannya hendak menampar Kiara. Namun, dengan sigap Kiara langsung menahan gerakannya itu dan menatap Diska dengan mencengkram erat tangan Diska.
"Kamu pikir aku perempuan lemah yang akan diam saja saat kamu tampar? Tidak." Kiara mengangkat tangannya yang lain dan langsung menampar Diska dengan sangat keras sampai Diska jatuh tersungkur. "Itu balasan untuk tamparanmu tadi siang." Kiara berjalan menuju taksinya dan meninggalkan Diska yang merasakan perih di pipinya.
🦄🦄🦄
__ADS_1
Gimana gaessss? Apakah kalian puas? Kasih vote, bunga, dan kopi ya. Kalo ada asupan gizi, mungkin..........ada bonus 🙃🙃🙃🙃
🦄🦄🦄🦄🍭🍭🍭🍭