
Kiara kehilangan kata-katanya saat Leonel menanyakan tentang rasa penasarannya itu dengan ekspresi curiga. Dia memang penasaran sekali, tapi bukankah Leonel sendiri yang memancingnya untuk penasaran. Kenapa sekarang justru laki-laki itu bertanya seolah dia dia tidak melakukan apa pun?
"Kiara, menurut kamu apa Kak Xavier itu suka sesama jenis?" tanya Leonel yang tiba-tiba mencondongkan tubuhnya ke depan, sangat dekat dengan wajah Kiara.
Kiara mendelik tidak terima. Jelas-jelas malam itu dia dan Xavier melakukan hubungan suami istri. Xavier memperlakukannya dengan lembut dan layak. Tidak mungkin kalau Xavier menyeleweng. "Tidak mungkin, Pak. Saya saja sudah ...." Kiara berhenti berbicara. Ia teringat bahwa Leonel sama sekali tidak tahu tentang hubungannya dengan Xavier.
"Sudah apa?" tanya Leonel yang merasa pancingannya berhasil. Leonel tahu, Kiara sangat memcintai Xavier, mungkin hatinya saja yang masih ragu dengan perasaannya sendiri.
Ting!
Pintu lift terbuka, sudah saatnya dia dan Leonel berpisah. Sehingga, Kiara memiliki alasan untuk tidak menjawab pertanyaan Leonel tadi.
__ADS_1
"Pak, maaf saya buru-buru, saya permisi dulu." Kiara langsung buru-buru pergi setelah Leonel keluar dari lift.
Hari ini mungkin dia bisa selamat, tapi Leonel masih punya cara lain untuk menyadarkan Kiara atas perasaannya pada Xavier.
***
Kiara dan Leonel sudah berada di pesawat. Hari ini mereka terbang ke Indonesia dan Kiara sudah menyuruh orang untuk menjemput mereka. Akan tetapi, Leonel memiliki rencana lain untuk mereka.
"Soal teman kecil Xavier, apa kamu masih penasaran?" tanya Leonel yang tiba-tiba kembali membahas Xavier. Padahal sudah beberapa hari Kiara berusaha menelan rasa penasarannya itu dan melupakannya.
"Kalau Bapak mau cerita, saya akan dengarkan, Pak. Tapi, kalau Bapak tidak mau cerita, saya juga tidak masalah karena Pak Xavier bukan siapa-siapa saya," jawab Kiara.
__ADS_1
Leonel menahan senyumnya, dia tahu Kiara sedang kesal. "Dia itu sebenarnya bodoh. Suka sama perempuan tapi diam saja. Sejak kecil, dia sudah suka sama perempuan itu. Saat SMA, penampilan perempuan itu di luar dugaanya. Namanya laki-laki itu punya ego yang tinggi, jadi dia mengabaikan perempuan itu. Bodohnya, dia nggak tau kalau perempuan itu jadi korban bulli. Dan parahnya, dia malah berteman dengan orang yang bulli perempuan itu."
Kiara terdiam, mendengarkan setiap apa yang Leonel ceritakan. Atasannya itu bercerita tentang masa lalu Kiara dari sudut pandang Xavier. Seakan Leonel ingin memberikan klarifikasi pada Kiara tentang sosok Xavier yang sesungguhnya.
"Sampai jadi CEO dan lulus kuliah, dia nggak menjalin hubungan dengan wanita mana pun, tapi kemarin saya sempat telepon Tante Kimmy dan Tante cerita soal Xavier yang udah berhasil move on dari teman masa kecilnya itu. Xavier pacaran sama sekretarisnya, tapi kamu tahu tidak, pacarnya itu ninggalin dia. Jadi, Xavier seperti terkena karma dari Tuhan langsung."
Leonel memperhatikan raut wajah Kiara yang tegang saat mendengarkan ceritanya. "Kalau kamu jadi Xavier, kamu mendingan jomblo terus dan menunggu wanita itu, atau menikah dengan wanita yang dijodohkan orang tuanya?"
"Apa Pak Xavier mau dijodohkan? Sama siapa, Pak?"
"Saya sih kurang tahu, tapi kayaknya sama anaknya teman Om Arsen."
__ADS_1
Kiara jadi was was mendengar perkataan Leonel mengenai Xavier yang akan dijodohkan. Apakah Xavier menerima perjodohan itu dan ia tidak bisa membuktikan ketulusan cintanya pada Kiara?
🦄🦄🦄Masih penasaran nggak, udah nggak berat kan alurnya 🤣🤣🍭🍭🍭