Kubuat Kau Bertekuk Lutut

Kubuat Kau Bertekuk Lutut
KKBL Bab 51


__ADS_3

Kiara dan Xavier duduk berdua di sofa sambil menikmati teh yang Kiara buat. Kiara terus meyakinkan Xavier bahwa Diska bisa saja melahirkan kapan saja. Kiara sudah tidak sabar membongkar semuanya untuk membalas sakit hatinya pada Diska.


“Kalau Diska melahirkan dengan operasi sesar, bekas lukanya akan lama sembuh, dan saat kenyataannya terungkap, aku yakin dia akan merasakan sakit jiwa dan raganya.” Kiara menyesap teh hangat itu dan mengamati Xavier yang sepertinya ragu-ragu.


Xavier menatap Kiara dan menggenggam tangannya. “Kalau itu yang kamu mau, nanti aku bicarakan sama dia. Aku tidak mau membuatnya berpikiran bahwa aku hanya menginginkan bayinya. Kamu mengerti itu, ‘kan?”


Kiara menghela napas berat. Ia membalas tatapan Xavier dan berkata, “Tapi yang kamu lakukan hanya akan memanjakannya. Enak sekali dia, aku tidak terima dengan cara pembalasanmu yang seperti itu, Xav.” Kiara mendengus kesal, perlakuan Xavier pada Diska benar-benar membuatnya muak.


Xavier menangkup wajah Kiara. Ia tidak mau melihat kekesalan menghiasi raut wajah wanita pujaannya itu. Dengan lembut ia bertanya “Baiklah. Apa rencanamu, Sayang?”


Kiara tersenyum lalu mencium pipi Xavier. “Aku akan membuatnya sakit hati dan fisik sampai dia menyesali perbuatannya di masa lalu,” jawabnya.


“Lakukanlah sesukamu, tapi jangan lakukan itu di hadapanku.”

__ADS_1


Kiara mengangguk setuju, lalu Xavier kembali mendaratkan ciumannya di bibir Kiara.


***


Diska berjalan sendiri ke tempat parkir rumah sakit, pengawal pribadinya sedang menebus vitamin sehingga ia memutuskan untuk menunggu di mobil. Saat Diska semakin dekat, Kiara tiba-tiba muncul di hadapannya. Kiara berpura-pura sedang menerima telepon dan tak melihat Diska.


“Iya Sayang, dokter bilang aku cuma kelelahan, bukan hamil. Kayaknya kamu terlalu berharap kalau aku hamil deh,” ucap Kiara sembari melirik ke belakang. Ia sangat yakin Diska bisa mendengar semua yang dia ucapkan dengan jelas. “Tenang saja Xavier, setelah menikah nanti, aku akan memberikan anak yang banyak untukmu.”


“Oh, hai Nona Diska. Apa kabar?” tanya Kiara dengan nada mengejek.


Diska yang sedang hamil besar tidak leluasa mendekati Kiara yang bergerak lincah. “Apa yang tadi kamu katakan? Kenapa kamu bilang akan menikah dengan Xavier?” tanya Diska dengan napas tersengal-sengal. Kehamilannya saja sudah membuatnya sesak napas, ditambah melawan Kiara membuatnya semakin sulit bernapas.


Kiara mendekat dan mulai memutari tubuh Diska yang sedang memegangi perut buncitnya. “Oh kamu menguping ya. Ya, seperti yang kamu dengar. Xavier sangat menginginkan anak dariku sampai-sampai dia berimajinasi kalau aku hamil. Padahal aku tidak pernah mau hamil di luar nikah. Ya, meski hampir setiap malam kami bermain, tapi aku juga rutin meminum obat supaya tidak hamil. Aku sangat menghargaimu, aku menunggu bayimu lahir dulu, Nona Diska.” Kiara tertawa keras.

__ADS_1


Diska merasa sangat geram, ia ingin menjambak rambut Kiara tapi Kiara berhasil menghindar. “Dasar wanita pembohong! Kamu pikir aku akan percaya?” teriak Diska dengan suara lantangnya. Hatinya tercabik-cabik saat membayangkan Xavier menghabiskan malam bersama Kiara, sementara ia hanya tidur sendirian di kamarnya.


“Oh, mau bukti.” Kiara membuka dua kancing atas kemejanya, lalu menunjukkan bagian lehernya yang membekas merah. “Xavier membuatnya di mana-mana jadi lebih mudah menunjukkan buktinya. Atau mau lihat yang di sini juga?” Kiara menunjuk area bukit kembarnya yang tertutup kemeja.


Diska yang melihat tanda merah itu semakin terbakar api. “Wanita penggoda. Kamu pikir kamu bisa menang melawanku?” Mata Diska sudah memerah, amarahnya sudah sampai di ubun-ubun, tapi Kiara malah tertawa keras.


“Oh, aku takut.” Kiara menutup mulut dengan kedua tangan, tak lama ia kembali tertawa dan mencengkeram pipi Diska dengan satu tangan. Kemudian, ia mendorong Diska ke belakang sampai wanita hamil itu hampir terjatuh jika tidak terhalang tembok.


“Berani sekali kamu.” Diska berusaha menyerang balik, tapi Kiara dengan cepat menendang lutut Diska, dan memaksa wanita itu untuk duduk.


Kiara lalu mengeluarkan rokok dari tasnya. Ia mengambil sebatang rokok dari bungkusnya dan menyalakannya. “Kita lihat nanti siapa yang akan menang.” Dengan gerakan cepat Kiara memasukkan sekotak rokok itu ke dalam tas Diska setelah melemparkan batang rokok yang masih mengepulkan asap itu di samping Diska.


🦄🦄🦄Sabar ya gaess, ngetiknya sambil puasa jadi agak males wkkk ramein dulu komennya nanti baru aku up lagi kalu sudah 50 komen lebih🍭🍭🍭

__ADS_1


__ADS_2