
Dada Kiara terasa sesak saat mengatakan ingin mengakhiri hubungannya dengan Xavier. Meski kenyataannya ia memiliki sedikit rasa untuk Xavier, tapi ia juga meragukan perasaan Xavier untuknya. Bukankah Xavier melakukan segalanya saat ia telah menjadi cantik?
Xavier sendiri tidak merasa seperti yang Kiara tuduhkan karena pada kenyataannya memang dia tidak pernah melihat secara langsung penyiksaan Kiara yang dilakukan oleh Diska. Namun, ia juga tidak bisa membuktikan itu, karena saat mereka bertemu dan ia tidak mau mengenali Kiara sebagai teman. Xavier tahu, saat itu Kiara sudah sangat kecewa dengan sikapnya.
“Kia, aku mohon. Jangan tinggalin aku lagi,” pinta Xavier sembari menggenggam tangan Kiara dengan erat. “Aku ingin menikahimu, Kia. Aku yang sudah ambil mahkota berharga kamu.”
“Xavier, aku nggak mau menikah sama orang yang mencintaiku secara fisik. Kalau aku nggak cantik, belum tentu kamu mencintaiku, ‘kan? Aku juga nggak mau hidup sama orang yang menikahiku karena rasa bersalah. Biarkan aku pergi dan hidup bahagia dengan kehidupanku yang baru.” Kiara melepaskan genggaman tangan Xavier dan membuka pintu taksi yang sudah dipesannya.
“Kia, kasih tau aku, kamu mau ke mana?”
“Ke mana aja. Aku nggak akan sembunyi lagi dari kamu kok, kalau kamu bisa menemukan aku dan meyakinkan aku tentang perasaan kamu, mungkin itu artinya kita berjodoh. Tolong biarkan aku pergi kali ini, dan semoga kamu bisa menemukanku lagi.” Kiara masuk ke taksi dan dengan cepat menutup pintunya, meninggalkan Xavier sebelum mendengar jawaban laki-laki itu.
__ADS_1
Tanpa terasa air mata mulai meluncur dari sudut matanya. Dadanya terasa sakit, saat harus meninggalkan Xavier dalam keadaan seperti ini. Sebenarnya ini sangat berat, tapi Kiara harus melakukannya supaya Xavier bisa membuktikan perasaannya.
“Aku harap kamu bisa menemukanku, Xavier. Mungkin aku terlalu egois, tapi aku juga ingin menenangkan hatiku. Setelah apa yang terjadi pada Diska, aku mulai sadar, bahwa dendam nggak bisa membuat hatiku tenang. Aku butuh waktu Xavier. Kalau kamu jodohku, pasti Tuhan akan mempertemukan kita dengan cara apa pun,” batin Kiara sembari mengusap air matanya.
Taksi itu membawa Kiara semakin jauh dari Xavier. Membawa luka dan kenangan yang ingin sekali dihapus dari ingatannya. Seandainya saja, Kiara dan Xavier tidak bertemu dalam keadaan yang salah ini.
Di satu sisi, Xavier merasakan separuh jiwanya menghilang seiring dengan hilangnya taksi yang membawa Kiara itu dari pandangannya. Hatinya tercabik-cabik hingga lukanya terasa perih dan menyiksa. Harus dengan cara apa lagi ia meyakinkan Kiara tentang perasaannya. Tidak cukupkah yang ia lakukan pada Diska demi Kiara?
**
“Apa aku sudah boleh mencarimu sekarang? Aku sangat merindukanmu Kiara. Ke mana aku harus mencari?” Xavier membuka ponselnya, ia lalu menelepon seseorang.
__ADS_1
“Bisakah kamu membantuku?” tanya Xavier setelah seseorang menjawab teleponnya.
**
Di tempat lain, seorang wanita sedang bekerja dengan serius bersama atasannya. Selama tiga bulan ini, wanita itu menjadi sekretaris khusus dari seorang bos muda yang tampan.
“Kia, sepertinya kita akan lembur,” ucap sang bos muda.
“Baiklah Pak Leon. Kita akan menyelesaikannya hari ini,” jawab sekretarisnya.
Laki-laki bernama Leonel itu menatap sekretarisnya yang bekerja sangat serius. Ia tidak menyangka bisa menemukan pegawai yang berasal dari negara yang sama dengan tempat tinggalnya dulu.
__ADS_1
🦄🦄🦄Selemat sore gaess. Maaf telat updatenya hihihi🍭🍭🍭