
Dokter memeriksa keadaan Diska dengan beberapa pertanyaan. Karena Diska menunjukkan tanda-tanda kesembuhan, dokter pun memberikan beberapa obat dan juga menjadwalkan psikoterapi untuk Diska. Kiara turut bahagia atas kesembuhan Diska karena sebenarnya dia pun merasa kasihan pada wanita itu.
“Kiara, aku ingin ketemu anakku. Xavier, tolong kembalikan anakku. Aku tidak mau tinggal di sini.” Diska turun dari ranjangnya dan bertekuk lutut di hadapan Kiara dan Xavier. “Maafkan aku Kiara, tolong kasih aku kesempatan untuk berubah,” ucapnya sembari menangis di lutut Kiara.
“Diska jangan gini Dis.” Kiara membantu Diska untuk bangun.
Dokter mengamati semua perilaku Diska itu untuk memastikan apakah dia mengalami kemajuan dalam pengobatannya.
“Aku ingin ketemu anakku, Kiara. Kalau kamu hamil pasti kamu bisa mengerti perasaanku. Setiap malam aku selalu didatangi dia, aku ingin peluk dia Kiara. Tolong aku,” pinta Diska yang sudah berderai air mata.
“Diska, yang bisa mengeluarkan kamu dari sini itu Andreas. Aku sama Kiara nggak akan bisa apa-apa tanpa persetujuan Andreas,” kata Xavier.
Kiara memeluk tubuh Diska. Sebagai perempuan tentu dia mengerti perasaan Diska saat ini. “Maaf Diska.”
“Kalau kamu mau ketemu anakmu, kamu harus benar-benar sembuh total,” sahut Andreas yang tiba-tiba muncul di ruang perawatan Diska.
“Andreas.” Diska menoleh pada Andreas. Dia melepaskan pelukan Kiara lalu menghampiri laki-laki itu. “Aku minta maaf sama kamu. Tolong kembalikan anakku Andreas.”
“Dia juga anakku Diska. Kalau kamu mau ketemu dia, kamu harus sembuh total dan memperbaiki diri.”
Diska mengangguk setuju. “Aku janji. Aku akan menjadi lebih baik lagi. Aku akan melakukannya untuk anakku,” ucapnya menggebu-gebu.
“Ini fotonya, namanya Atala.”
Diska memandangi foto anaknya yang sedang tersenyum lebar. Rasa rindu di hatinya semakin membuncah. Ingin sekali dia memeluk bayi itu dan meminta maaf. Selama dirawat dia sudah merenungkan banyak hal, dan anaknya yang selalu datang dalam mimpinya membuat perubahan besar dalam hati Diska. Dia ingin berubah demi anaknya itu.
__ADS_1
***
***
***
(Baca setelah berbuka Meski nggak terlalu hot!!)
Kiara sedang menunggu Xavier yang masih menelepon di balkon apartemennya. Wanita itu sudah mempersiapkan diri untuk malam indah setelah pernikahan mereka yang tertunda. Gara-gara tamu bulanannya, Kiara tidak bisa melayani suaminya saat malam pernikahan mereka.
Xavier memasuki kamar setelah selesai menelepon. Matanya membelalak sempurna saat melihat bentuk tubuh Kiara dari belakang yang memakai pakaian seeksi. Sebuah liingeeri merah yang memperlihatkan lekuk tubuhnya dengan jelas.
Jantung Xavier mendadak tidak aman saat Kiara mengusap rambutnya sendiri, meski tidak terlihat wajahnya, tapi tetap saja wanita itu berhasil membangunkan sesuatu yang terasa sesak di balik celana Xavier.
“Sayang, kamu sudah selesai tamunya?” tanya Xavier yang kini berjalan mendekati Kiara.
“Udah dari pagi,” jawab Kiara tanpa menoleh.
Xavier semakin dekat dan memeluknya dari belakang. “Kalau begitu ini waktunya kita lembur,” bisik Xavier yang kemudian menghirup aroma tubuh Kiara melalui lehernya.
Kiara memasrahkan diri pada Xavier. Sementara Xavier dengan leluasa menja.mah setiap inci tubuh Kiara dengan bebas. Mereka lalu berciuman dan berbagi perasaan cinta dengan saling menyentuh. Hingga tanpa sadar, Xavier telah meloloskan seluruh kain yang menutupi tubuh Kiara.
“Kamu curang, kenapa baju kamu masih utuh?” protes Kiara dengan manja.
“Kalau begitu kamu lepas sendiri dong,” balas Xavier menggoda istrinya.
__ADS_1
Tanpa berlama-lama, Kiara membuka satu per satu pakaian yang menutupi tubuh Xavier, hingga akhirnya kini mereka sama-sama terbebas.
“Aku mencintaimu.” Xavier kembali mencium bibir Kiara dan menyesap lebih lama bibir kenyal yang menggoda itu. Tangannya mulai bergerak meraih bukit kenyal yang puncaknya mulai mengeras.
Setelah puas dengan bibir Kiara, Xavier pun menikmati suguhan lezat dari bukit itu. Dia sangat menikmati mainan baru yang terasa enak itu. Tentu saja perlakuan Xavier itu membuat sesuatu di bawah tubuh Kiara terasa basah. Saat Xavier menyentuhnya, laki-laki itu pun tersenyum penuh kemenangan. “Kamu kayaknya sudah siap, Sayang.”
Kiara hanya mengangguk dengan wajah merona menahan malu. Meski ini bukan yang pertama kali untuk mereka, tapi tetap saja malam ini berkesan karena mereka melakukannya setelah halal.
Xavier mengarahkan bagian tubuhnya yang sudah mengeras layaknya tongkat dan siap ditancapkan. Dengan hati-hati, dia memasukkan anggota tubuhnya itu pada tempatnya.
Kiara yang merasa telah dimasuki sesuatu pun mulai melenguh. Walau sakit dan perih, tapi dia mencoba menahannya karena dia tahu setelah ini hanya akan ada rasa nikmat.
Xavier merasa seperti diurut-urut. Rasa nyeri dan nikmat menjalar sampai ke kepalanya. Dia terus bergerak memompa dengan pelan. Senyum yang terkembang di wajah Kiara membuatnya bahagia dan bergerak semakin cepat.
Tidak! Tidak akan aku biarkan malam ini cepat berakhir.
Malam ini, mereka kembali menyatu dalam ikatan cinta yang sejati. Perjuangan mereka yang tidak mudah, akhirnya berujung bahagia. Xavier dan Kiara telah membebaskan diri mereka dari rasa dendam, begitu pun dengan Diska yang kini berjuang untuk meraih kebahagiaannya bersama sang putra. Xavier dan Kiara menikmati hidup mereka sebagai suami istri yang bahagia.
...Tamat...
Untuk Info GA, tetap aku umumin tanggal 1 Mei 2022 ya, sesuai janji aku di awal. So, nanti aku cek lagi untuk komentarnya. Untuk 5 pemenang top fans, aku tunggu sampai tanggal 1 Mei jam 12 WIB.
Pemenang akan aku umumkan di ig, fb, dan grup chat NT. Pastikan kalian sudah follow akun aku di nt ya supaya dapat info novel novel baruku. Untuk Rindu dan Leon, nanti tunggu info lebih lanjut.
...🦄🦄🦄Terima kasih🍭🍭🍭...
__ADS_1