Kubuat Kau Bertekuk Lutut

Kubuat Kau Bertekuk Lutut
KKBL Bab 40


__ADS_3

Kiara menatap lekat-lekat wajah Xavier yang pucat itu. Hatinya bergetar menahan sesak saat mengingat laki-laki di hadapannya itu sudah bertunangan dengan wanita yang paling ia benci.


"Aku akan cerita semuanya, tapi kamu harus percaya sama aku." Xavier bersusah payah untuk duduk. Tubuhnya yang lemas, sebisa mungkin ia tahan agar tidak kembali pingsan.


Kiara memberikan teh hangat untuk Xavier. Dengan senang hati Xavier pun meminumnya, padahal sebelum Kiara datang, ia menolak apa pun yang diberikan padanya.


"Makan dulu, nanti kalau kamu nggak sembuh-sembuh aku nggak bisa keluar dari sini." Kiara mengambil mangkok berisi bubur hangat di meja, lalu mulai menyuapi Xavier. Ada perasaan yang ikut menghangat saat ia menyuapkan sendok demi sendok ke mulut Xavier.


"Makasih Kia, karena kamu masih peduli sama aku," kata Xavier setelah selesai makan buburnya.


"Minum obatnya dan ganti baju!" Kiara membereskan mangkok bekas makan Xavier.


Saat berdiri, Xavier merasa sangat pusing sampai-sampai ia hampir terjatuh, Kiara yang berusaha menangkapnya justru ikut terjatuh. Keduanya sama-sama terjatuh di sofa. Debaran di dada Xavier semakin terasa cepat, begitu pun dengan Kiara. Dengan mencium aroma tubuh Xavier saja, pikiran dan hatinya mulai tak karuan.


Kedua mata itu saling bertemu, mengisyaratkan rasa rindu yang menyeruak menciptakan rasa yang tak bisa dikendalikan. Jika saja Xavier tidak ingat Kiara bisa pergi kapan saja, mungkin laki-laki itu akan mendaratkan ciuman kerinduannya di bibir Kiara.


Namun, tentu saja Xavier sangat menjaga perasaan Kiara karena takut kehilangan lagi.

__ADS_1


"Tolong bantu aku ke kamar mandi," kata Xavier yang membuat keadaan mendadak canggung.


Kiara bangun dan menolong Xavier. Tanpa banyak bicara, ia memapah Xavier ke kamar mandi.


"Jangan pergi ya, aku bisa mati kalau kali ini kamu pergi. Semua rencanaku akan gagal dan berantakan." Xavier tersenyum sebelum Kiara menutup pintu.


Apa sih rencana Xavier sebenarnya?


Kiara duduk kembali di sofa, menunggu Xavier berganti pakaian. Ia sangat penasaran memikirkan rencana Xavier itu. Kiara mencoba menebak-nebak menurut pikirannya sendiri. Cukup lama Kiara melamun, sampai akhirnya suara pintu terbuka membuyarkan lamunannya.


Kiara mendekati Xavier dan kembali membantunya ke sofa. Kali ini, Xavier duduk dan meminum obat demam yang telah Kiara siapkan.


Xavier menghela napas berat. Ia berdoa dalam hatinya, semoga Kiara setuju dan tidak berpikiran negatif soal rencananya.


Xavier mendekatkan bibirnya di telinga Kiara lalu membisikkan rencana apa yang telah ia susun selama ini. Kiara mendengarkan semuanya dengan berdebar.


"Apa!?" Kiara tersengal-sengal karena menahan napas saat Xavier berbisik.

__ADS_1


"Itu rencanaku, dan tidak ada orang yang tahu selain kamu. Aku nggak mau buat kamu salah paham nantinya, makanya aku kasih tau kamu." Xavier menggenggam tangan Kiara. Sekali lagi ia berusaha meyakinkan pujaan hatinya itu bahwa rencananya pasti akan berhasil. "Aku melakukan semuanya demi kamu. Kalau aja Diska nggak bulli kamu waktu dulu, mungkin hubungan kita bisa diperbaiki lagi. Aku sangat merasa bersalah Kiara, aku mohon percaya aku."


Kiara tidak sanggup berkata-kata. Apa yang Xavier rencanakan itu terlalu berisiko, apalagi kalau sampai orang tua Diska tahu.


"Aku melakukan semua ini demi kamu, aku cinta kamu Kiara." Xavier menundukkan kepalanya. Ia sudah sangat pasrah jika sampai Kiara menolak rencananya dan ia akan terjebak dengan Diska.


"Terserah kamu, Vier."


Xavier seolah mendapatkan sihir kesembuhan secara tiba-tiba. Ia mengangguk dan memeluk Kiara dengan erat.


"Aku janji, semua akan berakhir indah dan aku akan menikahimu." Perasaan Xavier kini terasa lega karena ia sudah mengatakan semua pada Kiara, sehingga ia tidak khawatir lagi jika Kiara salah paham.


Aku harus mencari tahu soal kebenaran rencana Xavier. Tidak akan aku biarkan jika sampai dia membohongiku.


🦄🦄🦄


Hem hem hem, aku nggak berkata apa-apa, takut salah 😜😜

__ADS_1


🍭🍭🍭


__ADS_2