
Xavier meninggalkan Diska di rumah orang tuanya. Laki-laki itu memilih pergi untuk menemui Kiara daripada membujuk Diska supaya tidak lagi marah. Diska yang ditinggalkan hanya bisa memaki cermin di kamarnya. Ia sangat kesal karena Kiara berani melawannya, padahal seharusnya dia merasa malu karena terpergok menggoda Xavier.
Diska menelepon seseorang untuk mencelakai Kiara, tapi pengawal suruhan Xavier mengetahui rencananya dan langsung mengabari Xavier.
“Wanita itu. Berani sekali menggoda suamiku. Awas saja kalau sudah melahirkan, aku akan membalasnya lebih dari ini,” gumam Diska yang kini bersandar di kepala ranjangnya. Kakinya yang bengkak membuat Diska tidak leluasa bergerak bebas. Baru ke kantor Xavier saja dia sudah merasa sangat lelah.
Kimmy datang membawa tukang pijat karena tadi malam Diska sempat mengeluh kakinya sakit. Diska pikir dia akan mengadukan tentang Kiara pada Kimmy, tapi ia langsung kepikiran jika Xavier tahu dia pasti akan diceraikan. Tidak, dia harus bersabar menunggu anaknya lahir dan segera menikahi Xavier supaya semua orang tahu tentang pernikahan itu, baru dia akan menyerang Kiara sebagai perebut suami orang.
“Diska, kamu tadi dari mana?” tanya Kimmy yang menemani Diska saat dipijat oleh terapis khusus. Kimmy berusaha bersikap baik pada Diska karena Arsen terus menasehatinya untuk memperhatikan Diska yang sedang hamil.
Diska menelan ludahnya dengan susah payah. Dia tidak mungkin mengatakan bahwa dia datang ke kantor melabrak Kiara, bisa bahaya kalau Kimmy sampai ikut campur sekarang. Xavier pasti akan marah besar.
“Aku Cuma jalan-jalan aja tadi Mi, habis periksa kandungan,” jawab Diska berbohong.
__ADS_1
Kimmy bisa melihat kebohongan itu melalui sorot mata Diska. Ia juga tahu Xavier yang mengantarnya pulang dan langsung pergi meninggalkannya. Pasti mereka habis bertengkar.
“Apa kata dokter? Kapan kamu bisa lahiran?” tanya Kimmy berusaha bersikap biasa, meski ia merasakan ada sesuatu yang ditutup-tutupi oleh Diska.
“Em, itu, dokter bilang sudah siap dilahirkan kalau mau sesar, tapi aku belum bilang sama Xavier Mi,” jawab Diska dengan gugup. Ia tidak menemui dokter tadi, hanya saja minggu lalu memang dokter mengatakan bahwa bayinya sudah bisa dilahirkan mulai minggu ini.
“Oh begitu. Kalau Mommy dulu sih lahiran normal semua, jadi cepat pulihnya.”
Diska hanya tersenyum singkat. Ia ingin melahirkan supaya normal juga, tapi kalau keadaan tidak memungkinkan ia akan melakukan operasi sesar supaya Xavier tidak semakin jauh masuk ke perangkap Kiara.
***
Xavier menemui Kiara di apartemen wanita itu. Ia merasa sangat takut jika Kiara pergi lagi. Dengan napas yang masih tersengal-sengal karena berlari dari tempat parkir, Xavier langsung memeluk Kiara setelah pintu terbuka.
__ADS_1
“Jangan pergi! Jangan pergi lagi,” ucap Xavier. Ia semakin erat memeluk Kiara hingga wanita itu kesulitan bernapas.
Kiara memukul punggung Xavier agar mau melepaskan pelukannya. “Kamu mau bunuh aku?” tanya wanita itu usai Xavier melepaskan pelukannya.
“Maaf, Kia. Aku cuma takut kamu pergi lagi, Sayang.“ Xavier meraih tangan Kiara dan menciuminya.
“Xavier. Aku tidak akan meninggalkanmu lagi, karena kamu sudah memilihku dibanding Diska.” Kiara menundukkan kepala.
Xavier langsung menangkup wajah Kiara dan menciumnya. Ia menyesap bibir itu dan menyalurkan kesedihan, rasa takut dan rasa cintanya.
“Aku sudah tidak sabar menunggu Diska melahirkan,” ucap Xavier sembari memeluk Kiara lagi.
“Aku rasa Diska sudah bisa melahirkan dengan operasi sesar. Apa kamu bisa membujuknya?”
__ADS_1
🦄🦄🦄Kembang kopinya jangan lupa. Yang masih punya vote, bagi dong. Aku up 3 bab loh hari ini wkkkk🍭🍭🍭