
Bekerja kembali sebagai sekretaris Xavier, Kiara berusaha tampil profesional di hadapan pegawai lainnya. Ia memang selalu bekerja dengan tekun hingga membuat teman-temannya selalu suka dengan cara kerjanya. Namun, hal yang sangat berbeda terjadi saat Kiara dan Xavier hanya berduaan saja di ruangan Xavier. Hal itu sudah berlangsung selama dua minggu, sampai akhirnya kabar kembalinya Kiara sampai juga di telinga Diska.
Diska yang tengah hamil delapan bulan lebih itu mendatangi perusahaan tanpa izin Xavier. Perutnya yang sangat menonjol menjadi perhatian pegawai yang melihatnya. Setahu mereka, Diska dan Xavier baru bertunangan dan belum menikah. Lalu, apa Diska hamil di luar nikah? Apa itu anak pemimpin perusahaan mereka?
“Di mana Kia?” tanya Diska pada staf sekretaris Xavier. Rasa sesak di dada sudah sedari tadi ia tahan. Ia ingin membuktikan sendiri berita yang disampaikan orang tuanya. Meski ia harus melawan perintah Xavier, tapi Diska tidak peduli. Yang paling penting sekarang adalah mengusir perebut suaminya itu.
Sekretaris senior yang paham amarah Diska pun tidak berani berbohong. “A-ada di ruangan Pak Xavier, Bu Diska,” jawabnya tanpa pikir panjang. Wajah Diska sedang menahan amarah saat ini, ia khawatir jika Diska membuat keributan dan terdengar pegawai lain.
Tanpa membuang waktu lagi, Diska langsung masuk ke ruangan Xavier. Sekretaris senior mengikuti langkah Diska yang berjalan cepat sambil memegangi perutnya. Saat pintu terbuka, mereka melihat Xavier sedang duduk di sofa dengan kepala Kiara yang bersandar di bahunya.
__ADS_1
“Xavier!” pekik Diska yang langsung meledak begitu melihat Xavier bermesraan dengan wanita lain.
Xavier dan Kiara sangat terkejut mendengar teriakan Diska. Mereka berdiri dan melihat wajah Diska yang merah padam.
Sekretaris senior itu membungkukkan badan saat melihat Xavier yang syok berat dengan kedatangan Diska. Ia lalu meminta maaf dan Xavier menyuruhnya pergi.
Kiara tidak terganggu sama sekali dengan amarah Diska. Ia sangat tenang karena momen ini yang ia tunggu-tunggu.
Diska menampik tangan Xavier yang ingin meraih tangannya. Ia berjalan menghampiri Kiara dengan emosi yang meluap-luap. “Dasar ja*lang. Pela*cur. Pelakor! Berani sekali kamu menggoda suamiku!” teriak Diska.
__ADS_1
Kiara menahan senyumnya. Diska memang tidak berubah, mudah sekali dipancing amarahnya. Diska yang melihat senyum di sudut bibir Kiara justru semakin terbakar. “Dasar tidak tahu malu!” Diska mengangkat tangan hendak menam.par Kiara, tapi Kiara langsung menahannya.
“Hai, Nona Diska. Em em, pe.lacur? Apa kata-kata itu untuk dirimu sendiri?” tanya Kiara dengan senyum menyeringai.
Xavier melerai dua wanita itu sebelum terjadi adegan kekerasan yang mungkin akan berbahaya bagi anak Diska. “Stop! Bicara baik-baik jangan kasar!” Xavier berteriak dan menatap Diska dan Kiara berantian.
“Bicara baik-baik!? Gimana aku bisa bicara baik-baik kalau yang kamu lakukan di belakang aku kayak gini? Diam-diam kamu mempekerjakan lagi pegawaimu yang murah.an ini, Xav. Kamu nggak sadar, aku ini istri kamu dan aku sedang mengandung anakmu?” maki Diska yang merasakan sesak di dadanya. Dia merasa sangat dikhianati. Di saat Diska sedang menyipkan pernikahan resmi mereka sekaligus menanti anak pertamanya, Xavier justru berselingkuh dan membuatnya takut akan tersingkir dari sisi Xavier yang sangat mencintai Kia.
“Kamu salah paham, Dis. Kia ....”
__ADS_1
“Aku datang untuk merebut kembali apa yang sudah kamu rampas dariku. Xavier milikku, jangan mimpi kamu bisa mendapatkannya!”
🦄🦄🦄Nulisnya dikit dikit aku update. Lemes banget bestiee puasa sambil mikir berat wkkk🍭🍭🍭