
Kiara menatap tumpukan berkas yang harus diselesaikannya malam ini. Ada secangkir kopi panas yang menemaninya saat ini. Tiba-tiba ujung bibirnya tertarik saat teringat dengan sosok laki-laki yang terkena tumpahan kopi dan dengan beraninya mencuri ciuman pertamanya. Senyum itu terus mengembang saat memori otaknya memutar kejadian demi kejadian yang mereka lewati bersama.
“Kenapa kamu senyum-senyum?” tanya Leon yang tiba-tiba muncul mengejutkan Kiara yang masih berkutat dalam lamunannya.
“Ti-tidak, Pak. Saya hanya teringat sesuatu,” jawab Kiara gugup. Ia melanjutkan lagi pekerjaannya yang hampir selesai.
“Kiara. Apa kamu sedang merindukan seseorang?” tanya Leonel.
Kiara kembali gugup karena pertanyaan dari atasannya itu. Ya, dia memang sangat merindukan seseorang saat ini. Ia berharap bisa bertemu lagi dengannya jika mereka memang berjodoh.
“Tidak, Pak. Saya hanya bernostalgia. Oh iya, Pak besok kita jadi kedatangan tamu?” tanya Kiara yang kembali mengingatkan bosnya untuk jadwal di luar jam kerja itu.
“Ya, tentu saja. Sepupu aku akan mampir. Kita bisa makan malam bersama,” jawab Leonel.
“Kita? Maksudnya saya juga, Pak?” Kiara pikir makan malam dengan sepupu bukankah seharusnya itu acara keluarga, untuk apa ia harus ikut.
“Ya, tentu saja. Dia pasti suka berkenalan sama kamu.”
__ADS_1
Kiara dan Leonel kembali melanjutkan pekerjaan mereka.
***
Kiara menemani Leonel untuk datang ke acara makan malam yang telah mereka siapkan untuk menyambut sepupu Leonel yang sedang datang berkunjung ke negara itu. Kiara sudah berdandan dengan sangat cantik supaya tidak memalukan untuk mendampingi Leonel.
“Kiara, kamu gugup?” tanya Leonel khawatir.
“Sedikit, Pak.”
“ya sudah, kita langsung ke sana saja dulu yuk, tunggu dia datang.” Leonel menarik tangan Kiara, lalu mereka berjalan menuju meja yang telah mereka pesan.
Saat melihat wajah sepupu bosnya, Kiara mendadak kaget sampai menutup mulut dengan kedua tangannya. Apa penglihatannya itu tidak bermasalah? Sedang apa dia di sini?
Jantung Kiara berdebar-debar. Laki-laki yang dirindukannya itu ternyata ada di hadapannya. Lalu, bagaimana seharusnya Kiara bereaksi?
“Kia, kenalin ini sepupu aku, Xavier.” Leonel mencoba memperkenalkan Xavier pada Kiara.
__ADS_1
Namun, Kiara bergeming. Ia menunggu Xavier yang mengenalinya terlebih dahulu.
Belum sempat Xavier menyapa Kiara yang selama ini ia cari, tapi tiba-tiba Leon berbisik tepat di telinganya, “Dia gadis yang aku suka.”
Xavier seperti mendapat hantaman benda yang cukup keras, sampai-sampai dadanya terasa sangat sakit. Ada hubungan apa antara Kiara dan Leonel?
Xavier dan Kiara sama terdiam, mereka tenggelam dalam lamunannya masing-masing.
“Kalian kok diem-diem saja sih, kan aku suruh kalian kenalan,” ucap Leonel yang membuat Kiara dan Xavier kembali saling bertatapan.
“Eh iya, sory. Aku Xavier,” ucap Xavier sembari mengulurkan tangannya pada Kiara. Rasanya Xavier ingin sekali memeluk tubuh Kiara. Akan tetapi, karena di sana ada Leonel, akhirnya Xavier hanya diam menikmati debarannya sendiri.
Kiara menerima uluran tangan itu dan menatap wajah Xavier. “Hai Tuan Xavier. Saya Kiara.” Kiara menatap Xavier seolah bertanya, kenapa harus pura-pura tidak kenal. Ada apa dengan Xavier? Apa laki-laki itu tidak lagi mencintai Kiara?
“Maaf Kia, aku sedang tidak ingin merusak makan malam ini. Setidaknya sekarang aku menemukan tempat kamu sembunyi.”
Selamat malam gaess, maaf banget ya terlambat terus akhir-akhir ini. Ini aja ngetiknya sambil ngantuk berat 😍😍
__ADS_1
☕☕☕🌹🌹🌹