Kubuat Kau Bertekuk Lutut

Kubuat Kau Bertekuk Lutut
KKBL Bab 76


__ADS_3

Tadinya, Rindu sudah menyuruh Leon untuk pulang, tapi Leon bersikeras bahwa dia tidak mau pulang sebelum mendapat suguhan minum dari Rindu. Namun, takdir sepertinya memang mengharuskan Leon bertemu dengan paman Rindu yang bersikap semena-mena itu. Mereka baru saja masuk ke rumah sudah ditodong dengan banyak pertanyaan oleh laki-laki tua itu.


“Urus hutang-hutang kamu itu baru pikir pacaran lagi!” oceh paman Rindu yang kemudian berjalan keluar, dia sempat menabrakkan pundaknya pada pundak Leon yang hanya diam saja.


“Rindu, kamu nggak apa-apa?” tanya Leon. Dia berjalan semakin memasuki rumah Rindu.


“Nggak apa-apa, kamu duduk dulu saja, aku mau bikin minum.” Rindu berjalan cepat menuju dapurnya. Dia ingin cepat-cepat membuat Leon pergi supaya dia tidak semakin tahu banyak hal tentang keluarganya.


Saat Rindu masih di dapur, tiba-tiba pamannya kembali lagi dengan raut muka yang berbeda.


“Itu di depan mobil kamu?” tanya paman Rindu amtusias.


Leon mengangguk dan menjawab, “Iya itu mobil saya, apa menghalangi jalan, Om?” Leon.


“Oh, enggak kok. Itu mobil punya kamu sendiri apa mobil kantor?” tanya paman rindu. Laki-laki itu duduk tak jauh dari tempat Leon duduk.

__ADS_1


“Punya kantor, Om.”


“Kamu kerja apa bisa dikasih fasilitas mobil sebagus itu?”


“Dia cuma sopir, Paman.” Rindu keluar membawa segelas minuman untuk Leon. Karena tidak mau membuat pamannya bertanya semakin jauh, apalagi sampai tahu tentang jati diri Leon, Rindu terpaksa membohongi pamannya.


“Sopir!?” Leon jelas tidak terima saat Rindu menyebutnya sebagai sopir, padahal jelas-jelas wanita itu tahu bahwa dia seorang pengusaha.


“Iya, sopir perusahaan,” sahut Rindu sembari mengedip-ngedipkan matanya.


Leon yang paham dengan kode dari Rindu itu pun akhirnya mengikuti apa yang dikatakan Rindu.


“Kamu bagaimana sih Rindu? Punya pacar itu harusnya pengusaha atau apa begitu biar bisa bantu melunasi hutang kita,” oceh sang paman yang kembali memasang raut muka tidak bersahabat.


“Hutang apa memangnya?” tanya Leon yang semakin penasaran dengan permasalahan Rindu.

__ADS_1


“Hutang untuk membayar biaya pernikahannya yang gagal itu. Kamu tidak tahu, satu hari sebelum hari pernikahannya, Rindu ini ditinggalkan calon suaminya. Sekarang dia harus membayar sisa hutang lima puluh juta karena keluarga calon suaminya juga tidak mau mengganti biayanya.”


“Paman cukup! Leon itu bukan siapa-siapa aku, jadi percuma Paman pengaruhi dia,” ucap Rindu yang mulai berkaca-kaca.


Paman Rindu itu berdiri dan meninggalkan Leon yang terpaku melihat mata Rindu. Pria tua itu lalu kembali pergi dari rumah sambil membawa alat pancingnya.


“Buruan diminum, setelah itu kamu bisa pergi.” Rindu memalingkan wajah dan diam-diam menyeka air matanya yang hampir keluar.


“Apa aku boleh membantumu?” tanya Leon dengan lirih.


Rindu membalasnya dengan tatapan tajam. Dia sama sekali tidak mau melibatkan Leon dalam urusannya. “Tidak perlu!” jawab Rindu dengan tegas.


“Jadilah sekretarisku. Aku butuh sekretaris pribadi yang bersedia ikut ke Singapura dan ke mana pun perjalanan bisnis aku. Aku bisa membayarmu dengan sangat mahal. Bahkan, kamu bisa membayar utangmu itu hanya dengan sekali gaji.” Leon menjentikkan tangannya. Dia memang membutuhkan pekerja baru untuk menggantikan posisi Kiara saat wanita itu mengundurkan diri nantinya.


Rindu mulai memikirkan penawaran Leon. Dia memang membutuhkan uang, dan uang sebanyak itu bisa didapatkan dengan mudah dan juga halal. Akan tetapi, biaya hidup di Singapura juga tidak murah.

__ADS_1


“Bagaimana? Kalau kamu setuju, sebagai DP-nya aku akan mentransfer gajimu sekarang supaya hutangmu lunas.”


🦄🦄🦄Kira-kira si Rindu bakalan mau nggak ya. Like, komen, hadiah dan votenya jangan lupa, gaess🍭🍭🍭


__ADS_2