
Diska teringat kembali kisah lamanya bersama Kiara. Dulu, ia tidak sebenci itu pada Kiara, tapi semenjak Kiara melaporkan Diska saat merokok di sekolah, Diska mulai terkena masalah. Orang tuanya yang selalu memanjakannya itu sampai menam.par Diska.
"Kamu terlalu bodoh. Kalau mau melanggar aturan. Jangan sampai ketahuan! Kalau gini siapa yang malu? Papa yang malu, Diska."
Kata-kata papanya membuat Diska sangat kesal. Ia tahu yang melaporkan pada guru adalah Kiara, karena dia satu-satunya murid yang melihat saat Diska dan teman-temannya merokok.
Orang tua Diska yang sudah marah besar sampai mengizinkan dia membalas Kiara dengan cara apa pun. Sampai akhirnya Diska mulai membuli Kiara. Setiap kali Kiara melawan, Diska akan membalas lagi dua kali lipat lebih kasar.
Saat Diska masih dalam pikirannya yang mengingat masalalu, Xavier tiba-tiba menggores lagi pipinya.
"Apa pun yang kamu katakan, aku nggak akan pernah percaya sama kamu!" Xavier mencengkram leher Diska dan akan mengarahkan pecahan kaca itu ke mata Diska.
__ADS_1
Diska yang ketakutan lalu berteriak, "Kamu nggak ngerti posisi aku, Xavier. Aku berhak benci sama Kiara, walaupun dia teman kamu. Lagi pula dia itu jelek, dan dia udah pergi sejak lama dari hidup kita. Buat apa kamu nyakitin aku demi dia?" Diska lalu tersenyum licik. "Apa jangan-jangan dia sudah mati."
"Xavier! Diska!" Suara Kimmy mengejutkan Xavier yang hendak membalas omong kosong Diska.
"Mommy, Daddy." Xavier menjatuhkan pecahan kaca yang digenggamnya.
Diska berlari memeluk Kimmy yang datang bersama suaminya. Kimmy dan Arsen tentu saja terkejut melihat wajah Diska yang terluka.
Arsen lalu menghampiri putranya. Ia pun bertanya, "Ada apa? Kenapa kamu main tangan sama perempuan, kamu nggak lihat perempuan itu seperti mommy kamu?"
"Xavier, di dunia ini nggak ada orang yang seratus persen baik. Kamu tahu bagaimana dulu mommy kamu. Tapi itu semua bisa berubah, Diska juga pasti bisa berubah." Arsen mengajak Xavier untuk duduk bersama, meredakan emosinya yang sedang meluap.
__ADS_1
"Tante, Xavier itu hanya salah paham," ucap Diska.
"Diska, kamu yang sabar ya. Xavier itu baik kok. Mungkin ini karena dia terlalu buta karena wanita itu." Kimmy memeriksa pipi Diska yang tergores. Lalu, mencari kotak obat dan mengobatinya.
Xavier melihat kotak putih itu, ia ingat pernah mengobati Kiara dengan kotak obat itu. Sangat menyakitkan saat semua mengingatkannya pada Kiara membuat rindu itu semakin dalam menenggelamkannya.
"Nggak apa-apa Tante. Lagi pula, dia udah pergi. Mungkin saat ini aku harus berjuang untuk merebut hati Xavier lagi." Diska berusaha tenang dan tersenyum di depan Kimmy. Meski dalam hatinya sangat ingin membunuh Kia.
"Wanita itu pergi dengan membawa luka yang dalam. Xavier salah apa sih sama dia? Kenapa dia sejahat itu?" Mata Kimmy mulai berkaca-kaca. Sebagai ibu yang mengandung dan melahirkannya, Kimmy sangat tahu bagaimana perasaan Xavier saat ini.
"Aku udah tidurin Kia, Mi," ucap Xavier dengan lirih. Rasa bersalahnya semakin menggerogoti pikirannya. Xavier merasa putus asa karena tidak bisa menemukan Kiara sampai saat ini.
__ADS_1
Arsen terperangah mendengar pengakuan Xavier. Kimmy bahkan sampai menjatuhkan plester yang ia pakai untuk mengobati Diska.
๐ฆ๐ฆ๐ฆSajennya banyakin dulu. Kalau komentarnya rame, aku up banyak hari ini๐ญ๐ญ๐ญ