Kubuat Kau Bertekuk Lutut

Kubuat Kau Bertekuk Lutut
KKBL Bab 56


__ADS_3

Cengkeraman tangan Kiara pada tangan Diska terasa sangat kuat. Hingga Diska bisa merasakan kesakitan yang luar biasa. Ia menatap ke dalam mata Kiara. Kenapa Kiara menyebutnya sebagai teman, dan memangnya apa yang sudah Diska lakukan sampai Kiara sangat membenci Diska. Bukankah Diska menjadi istri Xavier itu karena kesalahan Kiara sendiri yang pergi meninggalkan Xavier.


“Aku adalah orang dari masa lalumu. Kamu sudah melupakanku?” tanya Kiara dengan seringai yang membuat Diska bergidik ngeri. “Mungkin kamu sudah lupa, tapi aku tidak akan pernah lupa!” maki Kiara yang semakin kuat mencengkeram Diska.


Diska masih kesakitan karena operasi yang dijalaninya. Sehingga, ia tidak punya banyak tenaga untuk melawan Kiara. “Kamu siapa hah? Apa yang udah aku lakukan sama kamu?” teriak Diska.


“Gadis Culun yang selalu kamu usik dan kamu siksa di SMA sampai harus pindah sekolah dan hampir bunuh diri. Kamu ingat?” Kiara mulai berteriak histeris. Luka yang bertahun-tahun ia pendam, sakit hati yang hampir tiap detik membuatnya menyesal harus bersekolah, kini semuanya ia luapkan dalam amarahnya.


Dulu saat SMA Diska selalu bertindak semena-mena. Tas sekolah yang dipenuhi sampah, buku yang penuh coretan, bahkan sering kali Diska menumpahkan minuman dari atas kepalanya hingga membuat gadis itu terpaksa harus selalu siaga membawa baju ganti di tasnya. Lebih parahnya lagi, Diska juga sering menyakiti fisiknya mulai dari menendang, menam.par, memukul, bahkan menjam.bak rambutnya. Semua penyiksaan itu selalu Kiara alami setiap hari hingga membuatnya ketakutan setiap hari dan sempat ingin bunuh diri.


Diska seketika teringat pada Kiara zaman SMA. Ia malah tersenyum sinis dan menertawakan kebodohan Kiara. “Oh, kamu pecundang yang sok pintar itu. Jadi kamu membalasku dengan cara ini.” Diska tertawa lagi. “Kamu pikir kamu siapa bisa melawanku Kiara. Kamu lihat dirimu, kalau tidak ada Xavier di sisimu, kamu hanya sampah! Manusia miskin yang nggak pantes hidup!”

__ADS_1


Kiara mencengkeram pipi Diska, matanya yang memerah sudah menjelaskan bahwa ia sangat marah saat ini. “Harusnya kamu mengatakan itu untuk dirimu sendiri! Lihatlah dirimu! Kamu siapa? Melahirkan anak dari laki-laki yang kamu benci dan membencimu. Kamu tidak akan mendapatkan apa-apa Diska!” Kiara melepaskan cengkeramannya dan tertawa mengejek Diska.


Diska mengerutkan kening. Jantungnya berdebar kencang kala mengingat fakta tentang anak bahkan belum sempat digendongnya. “Nggak nggak. Ini pasti salah. Kamu pasti ketakutan karena aku adalah istri sah Xavier dan anak aku adalah anak Xavier.” Diska memegangi kepalanya sembari tertawa lirih.


“Kenyataannya kamu bukan istri sah Xavier Diska. Buku itu palsu,” sahut Kiara.


“Nggak, nggak mungkin. Itu buku asli, jelas-jelas namaku dan Xavier ada di sana. Aku dan Xavier mengisi formulir itu.”


Diska menggelengkan kepalanya berkali-kali. Ini pasti salah. Tidak mungkin ia sebodoh ini. Tidak mungkin ia bisa dikalahkan. “Nggak. Nggak mungkin. Ini pasti mimpi.”


“Xavier. Apa aku sudah boleh membawa putraku pergi. Aku sudah menyiapkan tempat untuk Diska tinggal. Aku pastikan dia akan aman dan berada di sana seumur hidup. Aku tidak sudi putraku mengenalinya sebagai ibu.” Andreas menatap Diska dengan penuh kebencian.

__ADS_1


“Nggak. Jangan bawa anakku. Dia anakku Andreas.” Diska tidak mau kehilangan bayi itu karena bayi itu satu-satunya cara agar dia bisa mendapatkan kekayaan. Kalau benar itu anak Andreas, setidaknya Andreas jauh lebih kaya dari Xavier.


“Kamu pikir aku bodoh. Kalau kamu yang merawatnya, maka kamu hanya akan menggunakan anak ini sebagai alat untuk memerasku.”


“Nggak. Nggak bisa. Kenapa semuanya jadi begini. Aku akan menelepon orang tuaku. Aku akan membalas kalian.” Diska mencoba meraih ponselnya yang berada di nakas.


Namun, Xavier langsung tertawa membuat Diska semakin takut. Apa lagi yang akan Xavier lakukan.


“Polisi sedang menjemput mereka di bandara karena mereka telah mengabaikan surat panggilan pemeriksaan atas kasus korupsi dana perusahaan dan memanfaatkan kerja sama denganku. Ibumu bahkan menggunakan uang itu untuk memborong beberapa tas bermerek yang saat ini masih dalam pesawat. Mereka bahkan tidak bisa menolong diri mereka sendiri Diska. Bagaimana mereka akan menolongmu?”


🦄🦄🦄Bagi aku kopi dan vote dong biar nggak lemes lagi🍭🍭🍭

__ADS_1


__ADS_2