Kubuat Kau Bertekuk Lutut

Kubuat Kau Bertekuk Lutut
Bonus


__ADS_3

Diska tiba di Singapura dengan memakai kacamata hitam yang menutupi matanya yang bengkak. Wanita itu sudah sangat tidak sabar ingin menemui anaknya, Attala. Tepat saat dia keluar menuju parkiran, seseorang dengan balutan jas rapi menghampirinya.


"Diska!"


Suara laki-laki yang sangat tidak asing membuat Diska menoleh. Dia menatapnya dengan haru dan tersenyum lebar.


"Andreas!"


Laki-laki itu pun mengangguk dan melepas kacamatanya. "Attala sudah menunggumu. Aku harap kamu tidak akan membuat masalah!" serunya yang kemudian mengenakan lagi kacamatanya.


Diska mengikuti Andreas yang berjalan ke sebuah mobil. Dia sangat senang karena laki-laki itu mau memberinya kesempatan untuk bertemu dengan anak yang selama ini dia rindukan. Selama di rumah sakit jiwa, Diska telah merenungkan banyak hal. Dia pun mulai memperbaiki diri agar Andreas sudi mempertemukannya dengan Attala.


Sementara itu di negara yang sama, Leon tengah memijit kepalanya yang terasa pusing. Ibunya terus merengek agar ia bersedia pulang ke Indonesia dengan membawa calon menantu. Hal yang sangat sulit Leon wujudkan.


"Permisi, Pak. Meeting sudah siap. Semua sudah menunggu Pak Leon!" ucap Rindu yang sejak tadi berusaha menyadarkan Leon dari lamunan.


Namun, sayangnya Leon terlalu asyik dengan lamunannya hingga tak bisa mendengar ucapan Rindu. Sampai akhirnya, Rindu pun terpaksa mendekati Leon dan menepuk pundaknya.


"Pak! Pak Leon!"

__ADS_1


Tepukan yang cukup keras di pundak membuat Leon tersadar. "Apa sih, Rindu? Bikin kaget aja!" sentak Leon.


Rindu menatap kesal pada laki-laki itu, tapi dia sendiri juga tidak bisa berbuat apa-apa karena Leon adalah bosnya. "Pak Leon sudah ditunggu di ruang meeting!" balas Rindu sekali lagi mengingatkan.


"Oh!" Leon menatap Rindu dan tampaknya berpikir dengan keras. "Rindu, kamu nggak mau menikah?"


Tentu saja pertanyaan aneh Leon itu membuat Rindu melongo. Wanita itu memang sudah di usia matang untuk menikah, tapi bagi Rindu pernikahannya dulu yang sempat gagal membuatnya takut.


"Kenapa tanya begitu?" Rindu menahan senyum karena merasa malu dengan pertanyaan Leon itu.


"Mommy udah heboh menyuruh saya pulang bawa calon mantu. Katanya pengen cucu kayak anaknya Kak Xavier. Yang sekarang saya bisa bawa pulang kan cuma kamu, Rindu!" jelas Leon dengan sangat jujur.


"Pak, sepertinya kita harus segera meeting." Rindu berusaha mengalihkan pembicaraan supaya hatinya tidak terlalu ke-ge-eran dengan ocehan Leon itu.


"Habis meeting, kita bahas lagi ya! Mending kamu nikah sama saya. Nggak akan saya hamili perempuan lain terus batalin pernikahan, seperti mantan kamu itu!" bujuk Leon yang sebenarnya sudah lama menyukai Rindu.


"Maaf, Pak. Katanya mau dibahas nanti. Ini yang lain sudah menunggu Pak Leon!" timpal Rindu menolak.


"Ah, kamu nggak asik!" Leon merapikan jas miliknya dan bersiap untuk memulai rapat yang harus dia hadiri.

__ADS_1


Selama rapat berlangsung, Leon berkali-kali melirik Rindu. Akan tetapi, gadis itu membuang muka dan mengabaikan Leon.


Setelah rapat selesai. Lagi-lagi Leon menerima panggilan telepon dari ibunya yang memintanya pulang. Namun, bukannya menjawab panggilan sang ibu, laki-laki itu malah mengejar-ngejar Rindu untuk meminta jawaban.


"Rindu! Kita lanjutin yang tadi!" Leon menarik tangan Rindu dan membawanya masuk ke ruangannya.


Beberapa karyawan yang melihat keanehan bos mereka, akhirnya mulai berasumsi dan membuat grup chat dadakan untuk membahas gosip yang sangat hangat itu.


Sementara itu, di ruangan Leon, Rindu jadi merasa gugup dan bingung.


"Gimana Rindu, kamu bersedia menikah dengan saya?" tanya Leon dengan nada memaksa.


"Pak, maaf. Saya nggak bisa akting. Kalau mau pura-pura jadi istri, itu kan tidak ada di surat perjanjian kita. Lagi pula, kontrak kerja kita tinggal satu tahun lagi, 'kan?"


"Ya ampun, Rindu. Saya ini mau ajak nikah kamu beneran. Bukan akting. Kamu mau sama saya nggak sih?"


**


Halo, tibaΒ² kangen, jadi aku kasih bonus. Ending tahun lalu terkesan gantung ya kayaknya. Semoga masih pada ingat πŸ˜…πŸ˜…

__ADS_1


__ADS_2