Kubuat Kau Bertekuk Lutut

Kubuat Kau Bertekuk Lutut
KKBL Bab 66


__ADS_3

Leonel mengendarai mobil Xavier dengan kecepatan di atas rata-rata. Dari posisinya sekarang, Xavier hanya bisa melirik Kiara yang sepertinya ketakutan. Menyadari hal itu, Xavier meminta Leonel untuk mengurangi kecepatan, lagi pula sebentar lagi mereka akan sampai di rumah Leonel.


“Sudah bertemu dengan wanita pilihan Om Arsen?” tanya Leonel yang kembali memancing reaksi Kiara.


“Heemm,” jawab Xavier memalingkan wajah dari Leonel. Ia menatap ke arah jendela mobil merasa bersalah karena terpaksa membohongi Kiara. Ia tidak dijodohkan seperti yang Leonel katakan, hanya sebatas dikenalkan saja.


“Apa dia lebih cantik dari sekretarismu itu?” Leonel terus memancing reaksi Kiara. Di balik kaca spion itu dia bisa melihat emosi yang Kiara tahan. Gadis itu rupanya sedang menahan cemburunya.


“Bukan masalah cantik tidaknya, tapi perasaanku masih tetap besar buat dia,” jawab Xavier.


Kali ini Leonel melihat sebuah senyum yang terbit di wajah Kiara. Leonel tidak menyia-nyiakan kesempatan, ia memanfaatkan momen itu untuk ganti menginterogasinya. “Kenapa kamu senyum-senyum Kiara? Apa kamu teringat mantan pacarmu?”


Xavier menoleh ke belakang, menunggu jawaban Kiara. Tepat sebelum Kiara membuka mulutnya untuk menjawab, Lelonel menghentikan mobil.

__ADS_1


“Ya, rasanya aku merindukan seseorang,” jawab Kiara sembari memegangi kalung pemberian Xavier.


Leonel tahu siapa yang dimaksud Kiara, ia membuka pintu mobil dan berkata, “Kita sudah sampai, mau mampir dulu?”


“Tidak, lain kali saja. Aku akan mengantar Nona Kiara pulang.” Xavier keluar dari mobil dan berpindah ke kursi kemudi tanpa menunggu jawaban Kiara.


Setelah Leonel mengeluarkan kopernya, Kiara pindah ke depan. Ia menemani Xavier yang akan menyetir. Setelah melambaikan tangan pada Leonel, Xavier kembali melajukan mobilnya. Mereka terdiam cukup lama, sampai keduanya membuka mulut bersamaan.


Kiara menatap Xavier. Sama sekali tidak ada rasa bahagia berpisah dari laki-laki yang kini duduk di sampingnya itu. Entah dia menyesal atau bagaimana, rasanya sulit mengakui bahwa dia tidak bisa lepas dari Xavier meski ia telah menjauh dari hidupnya.


“Entah kamu bahagia atau tidak, tapi aku sangat tidak bahagia. Aku sangat tersiksa karena merindukanmu. Jika Tuhan memberiku satu kesempatan, aku ingin kita memulai semuanya dari masa SMA. Aku akan mengubah takdirku dari sana, supaya kamu tetap menyayangiku dan tidak memiliki dendam apa pun.”


Xavier semakin terlihat menyedihkan, tapi justru Kiara yang mengeluarkan air matanya. Rasa sedih yang Xavier ungkapkan, adalah rasa sedih yang sama yang saat ini Kiara rasakan.

__ADS_1


“Baiklah.” Kiara menghela napas. “Kita bisa coba lagi memulai semuanya dari awal,” lanjutnya yang membuat Xavier kini menghentikan mobilnya di tepi jalan.


Xavier meraih tangan Kiara dan menggenggamnya dengan kedua tangan. “Benarkah? Kamu juga sama menderitanya denganku, ‘kan? Kamu juga merindukanku, ‘kan?” tanya Xavier yang berusaha menahan diri untuk tidak memeluk Kiara. Ia menunggu wanita itu mengakui perasaannya.


“Ya, kamu benar. Aku juga merindukanmu,” jawab Kiara sembari menundukkan kepala. Air bening mengalir deras membasahi wajahnya.


Selama ini hatinya terlalu beku hingga dia tidak menyadari diri bahwa dia juga memiliki banyak kekurangan seperti halnya Diska dan Xavier.


Mendengar itu, Xavier memberanikan diri untuk memeluk Kiara. Air mata Kiara semakin deras dan Xavier bisa merasakan hal itu. Dia mengusap punggung Kiara dan mengecupi rambutnya.


“Aku mencintaimu Kia. Mulai hari ini aku tidak akan bersikap egois lagi, aku akan mencintaimu dengan benar.”


🦄🦄🦄Masih tunggu kelanjutannya nggak? Kambang kopinya banyakin🍭🍭🍭

__ADS_1


__ADS_2