
Kiara akhirnya harus merawat Xavier seharian penuh. Karena hal itulah, Xavier merasa beruntung. Bahkan, jika dia bisa memilih, dia akan memilih untuk terus sakit dan dirawat Kiara supaya bisa dekat lagi dengan wanita yang dicintainya itu.
"Kia, kamu ke mana selama ini, sampai aku tidak bisa menemukanmu." Xavier menatap Kiara yang duduk tenang di sofa samping kakinya. Wanita itu sibuk dengan ponsel milik Xavier yang tadi diberikan padanya supaya Kiara yakin dengan rencananya.
Kiara terus fokus, ia tidak menyangka Xavier memiliki rencana brilian seperti ini. "Rahasia. Kalau kamu menyakitiku lagi, aku pasti akan kembali ke sana."
Xavier bergerak untuk bangun. Ia duduk di samping Kiara dan memeluknya. "Aku nggak mau kehilangan kamu lagi Kia. Aku sangat mencintai kamu." Xavier merangkul lengan Kiara. Ia benar-benar takut kehilangan wanita itu lagi.
"Selesaikan dulu soal Diska baru bicara pernikahan denganku," balas Kiara.
Xavier mendongak, ia menatap Kiara dan tersenyum. "Apa kamu juga mencintaiku, Kia?" tanya Xavier, matanya menyelam ke dalam pikiran Kiara, mencoba mencari kejujuran tentang perasaan wanita itu.
"Itu tidak penting Xavier." Kiara membalas tatapan mata Xavier.
__ADS_1
"Bagimu, tapi bagiku ini sangat penting, Kia." Xavier merasakan hatinya berdebar luar biasa. Nalurinya membuat Xavier nekad mendaratkan bibirnya di bibir Kiara. Sebuah ciuman hangat yang membuat bibir mereka basah.
Kiara memejamkan mata, membiarkan hatinya sendiri yang menentukan. Apakah ia menerima Xavier atau tidak. Sementara itu, Xavier semakin hanyut dalam buaian asmara. Ia mema.gut bibir Kiara dan menyesapnya dalam-dalam.
Untuk beberapa detik ia melepaskan ciuman itu, lalu mengambil napas dan kembali mencium bibir Kiara. Kali ini Kiara hanya diam dan mengizinkan lidah Xavier bermain dengan puas. Xavier tidak menyia-nyiakan itu, ia memegang tengkuk Kiara dan memperdalam ciumannya.
Xavier sangat bahagia karena dengan membiarkannya mencium Kiara, Xavier bisa merasakan bahwa Kiara juga memiliki perasaan yang sama saat ini.
"Aku mencintaimu," kata Xavier yang kini memeluk dan mencium kening Kiara. "Aku sangat mencintaimu."
Setelah aku melihat Diska hancur, baru aku akan memikirkan apa aku bisa mencintaimu atau tidak.
*****
__ADS_1
Sementara itu, di tempat yang berbeda, Diska baru saja membeli beberapa barang mewah, seperti tas, baju, sepatu yang jumlahnya tidak sedikit.
Kimmy yang melihat Diska memborong banyak belanjaan pun menghampirinya. "Kamu beli barang sebanyak ini, apa ini untuk bayimu nanti?" tanya Kimmy.
Diska mengerutkan kening, ia lalu duduk di sofa dan Kimmy mengikutinya. "Ini baju-baju buat aku, Mom. Badan aku, kan, mulai melar dan beberapa udah mulai nggak muat jadi aku beli deh," jawab Diska sembari memamerkan beberapa barang belanjaannya.
"Lalu, tas dan sepatu ini?"
Diska melirik beberapa paperbag besar yang baru saja diintip Kimmy. "Kalau itu, nanti setelah keluar dari rumah sakit, aku mau terlihat cantik dan elegan, makanya aku beli beberapa itu Mom. Mommy Mertua suka nggak?"
Aku dulu tidak gila belanja seperti dia. Kenapa Xavier punya istri yang seperti Diska. Rasanya, Diska sangat berlebihan dan menghambur-hamburkan uang. Pasti Xavier tidak lama lagi akan bangkrut kalau istrinya terus begini. Mana dia sama sekali tidak membeli apa pun untuk anaknya sendiri.
🦄🦄🦄
__ADS_1
Udah mulai ngantuk nih ngetiknya. Kembang sama kopinya banyakin ya 🥰🥰
🍭🍭🍭