
Diska sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Orang tua Diska masih belum datang juga, sementara Xavier meminta Kimmy dan Arsen untuk pulang dan berjanji akan menjelaskan semuanya di rumah.
Kiara masuk ke ruangan Diska, ia menggendong bayi itu bersama Xavier yang merangkul lengannya. Diska yang melihat hal itu sangat marah dan berteriak.
“Lepaskan anakku!” teriak Diska. Ia tidak terima anaknya digendong oleh wanita kejam seperti Kiara.
“Oh. Tenang saja. Aku akan memberikannya pada ayahnya,” balas Kiara yang bergerak seolah akan memberikan pada Xavier.
Xavier tertawa pelan dan menggeleng. “Kenapa kamu berikan padaku. Itu bukan anakku,” balas Xavier.
“A-apa maksud kamu, Xav?” tanya Diska kebingungan. Perutnya masih terasa kebas karena baru saja menjalani operasi.
“Oh, aku lupa. Kamu, kan, hanya ayah sementaranya. Tuan Andreas yang lebih berhak,” jawab Kiara. Ia tersenyum sangat bahagia menikmati ekspresi yang Diska tunjukkan.
__ADS_1
“Andreas siapa?”
Laki-laki bernama Andreas itu akhirnya masuk ke ruangan Diska membuat ibu satu anak itu sangat terkejut saat melihatnya. Andreas mengambil alih bayinya dari gendongan Kiara.
“Ka-kamu. Tidak, tidak, ini tidak mungkin.” Diska menutup mulutnya tidak percaya. Ia hendak bangun untuk merebut anaknya, tapi ia sangat kesulitan untuk bergerak.
“Ya, Sayang. Ini aku. Andreas. Ingat, ‘kan? Beberapa bulan yang lalu kamu sangat menikmati malam kedua kita, Sayang.” Andreas memainkan alis matanya naik turun.
“Malam kedua? Wah hebat sekali Andreas. Aku pikir itu adalah malam pertama kalian.” Xavier pura-pura terkejut mendengar pengakuan Andreas.
“Jangan mengaku-ngaku! Itu pasti bukan anakmu. Aku nggak mungkin tidur sama kamu.” Diska mulai menangis. Napasnya memburu dengan cepat, ini semua tidak seperti yang direncanakannya. Tidak mungkin ia tidur dengan Andreas.
Diska dan Andreas pertama kali bertemu di sebuah klub malam. Andreas yang seorang playboy mencoba merayu Diska dan berhasil. Mereka yang sama-sama terkena pengaruh alkohol, akhirnya menghabiskan satu malam yang panjang. Andreas tahu, ia bukan yang pertama untuk Diska, sama seperti Diska yang bukan pertama untuk Andreas. Mereka hanyut dalam buaian ga.irah semalam, sampai pada pagi harinya, sesuatu yang di luar dugaan terjadi. Diska menghina Andreas karena milik laki-laki itu kurang besar menurut Diska.
__ADS_1
“Kamu mau lihat buktinya, Sayang.”
“Aku punya buktinya kok.” Kiara berjalan mendekat dan menunjukkan rekaman video saat malam Diska dan Andreas menciptakan bayi itu.
“Jangan merasa malu ya kalau kamu melihat rekaman dirimu yang mende.sah kenikmatan. Dan kamu juga mengakui bahwa aku yang kamu pikir Xavier itu adalah pria yang perkasa. Kamu mengakuinya Diska.” Andreas memicingkan mata. Ia sangat puas bisa membalaskan sakit hatinya pada Diska.
Diska melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana ia dan Andreas bercinta malam itu. Kepalanya mendadak sakit sampai ia melemparkan ponsel itu dan pecah ke lantai.
“Ini tidak mungkin. Kalian semua menjebakku?” Diska mencengkeram tangan Kiara yang masih berdiri di sampingnya.
Xavier yang melihat hal itu langsung bergerak mendekat, tapi Kiara langsung membalik keadaan. Kiara mencekal tangan Diska dan berkata, “Kamu benar temanku. Tapi balasan ini belum setimpal untuk membalas apa yang telah kamu lakukan padaku.” Kiara tersenyum menyeringai, membuat Diska terkejut. Ia belum pernah melihat api kemarahan yang berkobar di mata Kiara.
“Siapa kamu?”
__ADS_1
🦄🦄🦄Masih penasaran nggak ini. Aku tarik napas dulu, kalian siapin kembang sama kopi buat aku ya wkkkk🍭🍭🍭