Kubuat Kau Bertekuk Lutut

Kubuat Kau Bertekuk Lutut
KKBL Bab 72


__ADS_3

Hari pernikahan untuk Xavier dan Kiara sudah ditentukan satu bulan lagi, tetapi wanita cantik itu masih tetap masuk kerja. Dia tidak mau berdiam diri di rumah menunggu hari pernikahan dengan bersantai. Kiara masih bekerja untuk Leon sebagai sekretaris pribadinya. Dia mulai membacakan jadwal kegiatan yang akan Leon lakukan sehari ini.


“Kosongkan jadwal buat nanti sore,” ucap Leon dengan santai.


Kiara menghela napas berat, memang Leon suka sekali membuat sekretarisnya itu pusing karena keputusannya yang tiba-tiba dan suka seenaknya.


“Maaf, Pak. Tapi–”


“Kamu boleh pulang kalau nanti saya keluar, kamu sama Kak Xavier mau pesan undangan, ‘kan?” potongnya tanpa peduli dengan Kiara yang harus menghubungi banyak orang hanya karena Leon ingin membatalkan jadwal.


“Baik, Pak,” jawab Kiara dengan pasrah.


“Oh iya, kalau nanti kalian menikah, kamu masih kerja di sini?” tanya Leon dengan serius.


“Em- sepertinya tidak, Pak.”


“Oke, memang seharusnya kamu sama Kak Xavier sih. Setelah kamu menikah, saya akan kembali ke Singapura,” kata Leon sembari menyalakan laptopnya.

__ADS_1


“Semoga Pak Leon segera dapat jodoh juga, supaya tetap berada di Indonesia.”


Satu ujung bibir Leon tertarik ke atas membayangkan apa yang Kiara katakan.


“Jodoh!? Selama ini aku cuma jagain jodoh orang, siapa ya yang menjaga jodohku sekarang?” batin Leon.


**


**


**


“Hai, Oase. Sorry, aku baru datang. Vallen sama Ellea sering ke sini enggak sih?”


Laki-laki itu berbicara dengan makam saudaranya yang telah meninggal saat mereka dilahirkan.


“Kamu nggak usah iri sama aku, aku hidup juga kesepian kok, nggak enak jadi anak cowok satu-satunya, makanya aku lebih suka ngurus bisnis Daddy yang ada di luar negeri,” kata Leon.

__ADS_1


Dia memang selalu mengunjungi makam saudara kembarnya itu setiap kali pulang ke Indonesia. Tiba-tiba, ada seorang perempuan lewat di depannya. Gadis itu membelakangi Leon sehingga Leon tidak bisa melihat jelas wajahnya.


Gadis itu tiba-tiba menangis dan membuat Leon kaget. “Ayah, maaf. Aku belum bisa bikin Ayah bangga. Aku harus apa sekarang, Yah?” Gadis itu memeluk makam ayahnya sambil tersedu.


Leon yang tadinya ingin pergi dari tempat itu pun mengurungkan niatnya. Dia merasa iba dengan gadis itu.


“Paman dan Bibi sangat marah, Yah. Aku harus membayar hutang demi pernikahan yang gagal itu. Paman dan Bibi memaksaku untuk melunasi semuanya sendiri. Ayah, aku harus bagaimana? Tidak ada yang mengerti perasaanku selain Ayah.”


Leon terus mendengarkan cerita gadis itu cukup lama. Hingga, tiba-tiba gadis itu tergeletak di makam ayahnya. Leon yang melihat hal itu pun merasa tidak tega dan berniat membangunkannya.


“Mbak, permisi! Mbak bangun!” Leon mencoba membalik tubuh gadis itu, tetapi Leon sangat terkejut saat melihat wajah sang gadis. “Rindu!”


Leon berusaha membangunkan Rindu yang pingsan, tetapi gadis itu tetap tidak mau bangun. Karena rasa pedulinya, Leon akhirnya membawa Rindu ke mobilnya. Dia pikir akan lebih baik jika dia membawa gadis itu ke rumah sakit.


“Untung badan kamu kecil, jadi nggak berat meskipun gendong kamu cukup jauh,” ucap Leon sembari merebahkan Rindu di mobilnya. ”Lagian, kenapa mesti nangis di makam sih?”


🦄🦄🦄Ritual jejaknya jangan lupa🍭🍭🍭

__ADS_1


__ADS_2