Kubuat Kau Bertekuk Lutut

Kubuat Kau Bertekuk Lutut
KKBL Bab 64


__ADS_3

Leonel mendorong troli berisi koper miliknya dan Kiara. Sementara Kiara sibuk menelepon sopir yang sebelumnya sudah dia siapkan untuk menjemputnya dan Leonel di bandara. Kiara mulai khawatir karena sopir itu tidak menjawab panggilannya. Melihat hal itu, Leonel hanya tersenyum dan memberitahu Kiara bahwa sopir mereka tidak akan datang.


“Apa kita akan naik taksi, Pak?” tanya Kiara yang belum mengetahui rencana Leonel.


“Tidak. Kita sudah dijemput kok. Itu dia orangnya.” Leonel menunjuk Xavier yang melambaikan tangan sambil berjalan ke arah mereka.


Kening Kiara berkerut, matanya memicing menangkap sosok bertubuh jangkung itu berjalan ke arahnya. Dia tidak habis pikir dengan dua lelaki bersaudara itu. Bukankah mereka CEO yang selalu sibuk? Kenapa Xavier mau repot-repot menjemput Kiara dan Leonel ke bandara.


“Hai. Kalian baru sampai, ‘kan?” tanya Xavier sembari melirik Kiara yang menatapnya dengan ekspresi datar.


“Santai saja, kita baru keluar ini kok. Bantu bawain koper!” perintah Leonel pada sepupunya itu.

__ADS_1


Kiara menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri Xavier dan Leonel kerepotan membawa koper-koper itu dan  memindahkannya ke bagasi mobil. Mereka bertiga lalu masuk ke mobil Xavier. Kiara duduk di kursi belakang, sedangkan Leonel di depan menemani Xavier yang mengemudi sendiri.


“Sudah ketemu sama cewek itu?” tanya Leonel pada Xavier.


“Hah!? Cewek yang mana?” Xavier balik bertanya, matanya mengintip Kiara melalui kaca spion yang ada di atasnya.


“Cewek yang mana saja. Cewek kamu kabur-kaburan semua sih ya. Yang teman SMA, yang sekretaris kamu, semuanya kabur. Makanya Kak, jadi cowok jangan bodoh! Kalau cinta itu buktikan aja, nggak perlu banyak ngomong kok,” jawab Leonel dengan santai.


“Kiara udah denger cerita kamu kok. Dia malah penasaran sama kisah SMA kamu. Ya, kan, Kia?” Leonel menoleh ke belakang.


Kiara yang merasa namanya dipanggil pun dengan sigap langsung menoleh ke arah Leonel. “Saya, Pak?” Dia menunjuk dirinya sendiri.

__ADS_1


“Ya, kemarin kamu sempat tanya ke saya,” balas Leonel. Dia lalu menatap Xavier yang ada di sampingnya. “Ceritakan yang lengkap kenapa perempuan itu sampai pergi. Apa jangan-jangan dia marah dan kecewa sama kamu karena kamu pura-pura tidak melihat dan tidak mau menolongnya. Jahat sekali kamu, Kak,” cibir Leonel yang sengaja memancing percakapan di antara Xavier dan Kiara supaya tidak ada lagi kesalahpahaman di antara mereka.


Xavier memicingkan mata pada Leonel yang dengan enteng menuduhnya di hadapan Kiara langsung. “Aku memang tahu dia ada masalah sama Diska. Tapi aku tidak pernah melihat langsung pembulian seperti apa yang Diska lakukan. Aku pikir Diska hanya menyuruh-nyuruh saja, aku tidak tahu kalau Diska juga menyiksanya secara fisik,” jelasnya.


Kiara memejamkan mata. Entah apa yang dikatakan Xavier itu benar atau tidak, yang jelas ia tidak bisa percaya pada Xavier saat ini.


Leonel mengamati reaksi Kiara dan kembali memancing Xavier untuk berkata jujur tentang semua cerita yang sebenarnya terjadi. “Bukankah kamu bilang, saat terakhir ketemu dia, kamu melihatnya dibuli dan meminta tolong kamu, tapi kamu mengabaikannya.”


“Ya, benar, dia mengabaikannya meski wanita itu sekarat di depan matanya. Pak Xavier tidak mempunyai hati sampai tega meninggalkan orang yang benar-benar butuh bantuannya.”


Xavier menghentikan mobilnya tiba-tiba, membuat Kiara sadar bahwa dia sudah terpancing dengan pertanyaan Leonel. Xavier menatap Kiara melalui kaca spion di atasnya. “Aku memang bersalah karena meninggalkannya di tengah lapangan. Tapi apa dia tahu bahwa saat itu aku dipanggil guru dan kepala sekolah, dan saat itu juga aku melaporkan kelakuan Diska. Saat aku kembali ke lapangan, aku lihat dia sudah pingsan. Apa dia tahu saat itu aku menangis dan menggendongnya sampai ke UKS? Aku diizinkan menunggunya yang tidak sadarkan diri itu hanya saat jam istirahat. Apa dia juga tahu kalau aku kembali ke UKS sambil berlari saat pergantian jam pelajaran, tapi dia sudah pergi? Apa dia tahu aku merasa bersalah dan menyesal sampai setahun berlalu aku baru bisa tertawa lagi. Apa dia tahu?”

__ADS_1


🦄🦄🦄Tahu bang, kan baru saja kamu kasih tahu itu. Ritualnya jangan lupa 😘🍭🍭🍭


__ADS_2