
Apa yang Kimmy katakan benar-benar tidak terlintas dalam benak Kiara. Ia pikir Kimmy akan menolaknya menjadi pendamping Xavier, tapi ternyata dia diterima dengan baik. Bahkan, Kimmy sendiri yang memasangkan cincin pemberian Xavier itu di jari manisnya.
“Besok Daddy sama Mommy akan ke rumah kamu, melamar kamu untuk Xavier,” kata Arsen saat Kimmy memeluk Kiara setelah berhasil memasangkan cincin di jari calon menantunya itu.
“Iya, Om. Tapi orang tua saya cuma orang sederhana yang sangat tidak sepadan dengan Om dan Tante.” Kiara mengurai tubuhnya dari pelukan Kimmy yang menyambutnya dengan hangat.
“Bicara apa sih kamu, Daddy dulu waktu nikahi mommynya Xavier juga bukan siapa-siapa, Kia. Cuma anak sopir yang kebetulan dijodohkan sama anak majikannya bapak. Dulu Mommy benci banget sama Daddy. Hidup sederhana di rumah kontrakan, tapi karena kesederhanaan itulah kami bisa bahagia.”
“Kamu jangan berpikiran buruk, keluarga kami bukan keluarga yang melihat segalanya dari sisi materi,” sahut Kimmy.
**
**
**
Di sisi lain, Leon sedang bersama dua adik kembarnya, Valen dan Ellea. Mereka baru keluar dari gedung bioskop saat seseorang menepuk pundak Ellea. Leon dan Valen yang berjalan bersama Ellea pun ikut menoleh pada gadis itu.
__ADS_1
“El, ingat aku enggak?” tanya gadis yang memakai kaus berwarna merah terang itu.
“Rindu?” Ellea memeluk teman SMA-nya itu. “Lama banget ya kita enggak ketemu."
Mendengar nama Rindu, entah mengapa Leon berusaha menahan senyumnya. Masa’ iya namanya Rindu? Memangnya ini tahun berapa sampai-sampai orang tuanya memberi nama yang menurut Leon sangat aneh.
Ellea melepaskan pelukannya dari temannya yang bernama Rindu itu.
“Hai, Rindu. Ingat aku juga nggak?” tanya Vallen.
“Ya ingatlah, wajah kamu sama Ellea kan mirip banget,” jawab RIndu.
Rindu dan Leon saling menatap. Leon masih ingin menahan tawanya karena nama Rindu itu sangat unik menurutnya.
“Kak, kenalin ini teman SMA aku namanya Rindu. Rindu ini kembaran aku sama Kak Vallen, namanya Kak Leon.”
“Hai, Rindu. Apa kamu merindukanku?” Leon mengulurkan tangan sembari memainkan alisnya naik turun.
__ADS_1
Rindu hanya mengernyit, tapi dengan sopan dia menjabat tangan Leon. “Hai, Leon. Merindukanmu pasti membawa duka bagiku,” balas Rindu yang membuat Leon tercengang. “Aku sama teman-temanku dulu ya, El. Nanti chat aku, nomorku nggak ganti kok,” ucap Rindu yang kemudian melambaikan tangan juga pada Valen dan Leon.
Setelah kepergian Rindu, Valen mulai mengajak adik kembarnya itu bergosip. “Bukankah dia yang gagal nikah itu? Yang sudah lamaran tapi gagal nikah?”
“Gagal nikah? Rindu patah hati dong?” sahut Leon yang ikut nimbrung obrolan gadis-gadis itu.
“Calon suaminya ternyata menghamili perempuan lain pas mereka beberapa hari menuju hari H,” jelas Ellea.
“Kasihan banget ya, untung dia cantik, pasti banyak yang mau,” sahut Leon.
Dua saudara kembarnya itu menimpuk pundak Leon dengan tas mereka.
“Tapi, kalau Kak Leon dekati dia, aku enggak rela. Dia pasti akan sakit hati karena Kak Leon itu playboy.”
“Enak saja playboy, aku tu cuma jagain jodoh orang saja,” sahut Leon. “Lagian siapa yang mau sama cewek badan kecil begitu. Kalau dia sek.si dan ba.henol sih oke saja.”
“El, kita bilangin Mommy, Kak Leon mulai nakal.”
__ADS_1
🦄🦄🦄Tanggal 1 pengumuman give away ya. Komentar terbaik masih aku tunggu sampai bab terakhir nanti. Pengumumannya tanggal 1 Mei. Oke Jangan lupa follow akun NT aku 🍭🍭🍭