
Titian Putri Anjani. Seorang gadis cantik yang memiliki pupil mata berwarna coklat , cantik. Persis seperti orang luar negeri. Dibalut dengan rambut yang sengaja ia warnai jadi sedikit pirang, serta kulit putih bersih yang terawat membuat siapapun yang melihatnya tidak akan menyangka kalau dia adalah orang dalam negeri.
Kini usianya menginjak 18 tahun, tapi sayang suatu hari ia harus mengalami insiden yang membuatnya trauma dan takut pada laki-laki, bahkan ayahnya sendiri.
Rega Tanu Mahendra. Pria tampan dari keluarga berada yang memiliki kulit berwarna kuning langsat, dan tinggi badan 187 cm membuatnya sangat proporsional, tapi ia menyembunyikan ketampanannya itu dalam pakaian culun yang selalu dipakainya saat keluar rumah. Disekolahpun ia selalu memakai kacamata non-minus serta tas ransel yang menempel lekat dengan punggung.
Dibalik ketampanannya itu, Rega adalah murid terpandai di SMA BIMA SAKTI tempatnya sekolah.
Saat pagi menyapa, Titian dan Rere teman satu kompleknya berangkat bersama jalan kaki karena jarak dari komplek ke sekolah mereka tidak terlalu jauh. Titian dan Rere bersekolah di SMA GUNA BANGSA, sedangkan arah sekolah mereka dan Rega berlawanan. Hampir setiap pagi Titian dan Rega berpapasan dijalan menuju sekolah tapi keduanya tidak pernah saling menegur.
Pagi ini pun ketiganya berpapasan di depan komplek perumahan Titian, Rega yang fokus menatap buku ditangannya tidak menghiraukan Titian dan Rere yang cengengesan membicarakan dirinya.
"Tian, cowo itu pasti dari sekolah sebelah, gue suka sih sama postur tubuhnya hidungnya juga mancung, tapi gue ngga suka sama gayanya. Eww bikin gue gimana gitu, apalagi kalo temen-temen cowo gue ngeliat gue sama dia, mereka pasti ilfeel banget sama gue"
"Gaboleh gitu loh. Gitu-gitu juga ciptaan Tuhan. Kalo dia jodoh lo gimana?"
"Amit-amit deh. Tuhan juga mikir dua kali kalee mau jodohin gue sama dia"
"Lu ngomong kek yang akrab aja sama Tuhan"
__ADS_1
"Tiap hari gue ngobrol sama Dia"
"Masa sih?" ucap Titian dengan nada meledek.
"Iya. Dia bilang Rere kamu harus banyak ibadah, dunia udah mulai tua, sekarang aja udah jenggotan" Rere memeragakan ucapannya dengan wajah tegas serta berkacak pinggang menggunakan suara laki-laki di hadapan Titian "katanya gitu".
Titian dan Rere terkekeh membayangkan dunia jenggotan.
"Ada-ada aja lo"tutup Titian.
"Eh eh bukannya cowo lo juga sekolah disana ya?"
"Iya"
"Awas aja lo kalo ngebayangin cowo gue tidur sama lo" sergah Titian pada Rere yang sepertinya sedang membayangkan Andri kekasih Titian.
Andri Pradana. Lelaki tampan dengan wajah dan rahang yang tercetak sempurna, kulitnya putih hidung mancung, serta pria paling terkenal di sekolahnya. Andri sedikit lebih pendek dari Rega.
Sampai di sekolah, Titian dan Rere disambut oleh guru olahraga mereka yang juga tak kalah tampan dari Rega dan Andri, namanya pak Hito.
"Pagi pak" sapa Rere dengan wajah malu-malu.
"Pagi" balas pak Hito.
__ADS_1
"Pagi-pagi begini udah disuguhin pemandangan yang menyegarkan aja Yan. Mata gue auto melek deh" kata Rere berbisik pada Titian sedangkan Titian hanya tersenyum dan menganggukkan kepala sopan pada pak Hito.
"Bapak mau saya lap in ngga keringetnya?" tanya Rere yang sebenarnya menyarankan.
"Makasih. Kayaknya kamu bakal kerepotan kalo harus ngelapin keringet saya sepuluh menit sekali sampai jam 8 nanti" balas pak Hito yang masih memegang bola basket ditangannya dengan keringat bercucuran di dahi.
"Saya ikhlas ko pak, kalaupun harus ngelapin keringet bapak semenit sekali sampe jam 12 juga"
Aduh ni anak ngga ada harga dirinya banget. Lirih Titian pelan dan langsung menarik lengan kanan Rere.
"Kami duluan ya pak" teriak Titian dengan senyum sembari menyeret Rere menjauh dari pak Hito.
"I love you pak" pekik Rere memberikan ciuman jauh pada Hito.
Dari tempatnya berdiri Hito hanya menggelengkan kepala disertai senyuman pada keduanya yang mulai menjauh.
**Hi readers ketemu lagi sama aku. Ini karya keduaku jangan lupa baca juga 'Never Hate' yaa.
Tinggalkan like dan votenya juga dear :*
Kalo ada saran boleh tulis di komenan yaa.. Aku terima dengan senang hati :)
__ADS_1