Kucinta Kau Apa Adanya

Kucinta Kau Apa Adanya
Chapter 28


__ADS_3

"Lo mau kemana abis ini?" tanya Mario yang kini sudah berjalan diluar gerbang kampus bersama Rega.


"Surabaya" jawab Rega singkat


"Gue ikut yah. Sekalian cuci mata, udah lama ngga ngeliat bu Ella jadi kurang jernih mata gue". Mario berucap sembari membayangkan wajah guru SMA nya itu sedang kesepian tanpa dirinya.


Rega dan Mario sengaja mencari tempat tinggal yang dekat dengan kampusnya, agar tidak perlu naik bus lagi untuk sampai di tempatnya menimba ilmu itu.


------


Surabaya.


Rega dan Mario yang baru saja sampai ditempat tujuannya, tidak langsung melakukan apa yang menjadi tujuan mereka datang ke kota pahlawan itu.


"Gue keluar dulu ya, mau jajan" kata Mario.


"Jajan?". Rega yang tidak mengerti arti jajan yang dimaksud Mario langsung menatap temannya sambil mengernyitkan dahi.


"Yaelah, batu kayak Lo mana ngerti" jawabnya, kemudian berlalu meninggalkan Rega yang kebingungan.


Jajan? Ucap Rega pelan, dan segera mengalihkan pikirannya kembali sambil berjalan menuju ruangannya untuk beristirahat.


------


Jam di dinding menunjukkan pukul 22.04. Semua pegawai dan pengelola cafe sudah pulang, karena Rega hanya membuka cafenya dari pukul 09.00-22.00. Saat Rega tengah sibuk memeriksa beberapa berkas mengenai cafenya, ia diganggu oleh suara ponselnya yang berbunyi.


Panggilan masuk dari nomor tak dikenal.


"Siapa yang menelpon malam-malam begini" gumam Rega menatap ponselnya sekilas.


Untuk beberapa saat Rega tidak memperdulikan panggilan tersebut, dia merasa tidak penting dengan nomor baru. Tapi ponselnya lagi-lagi berbunyi memekakkan telinga Rega, membuatnya jengah dan dengan malas mengangkat telponnya, dan seperti biasa, dia tidak akan mau bicara sebelum seseorang diujung telpon menyapa duluan, kecuali jika ibunya yang menelpon.


"Hallo, selamat malam. Apa benar ini dengan keluarga bapak Mario Ardana?" tanya seorang perempuan diujung telpon.


Rega tampak berpikir sejenak sebelum akhirnya berucap "iya benar" katanya.


"Kami hanya ingin mengabari, bahwa bapak Mario menjadi korban tabrak lari, dan sekarang sudah berada di rumah sakit Premier"

__ADS_1


Rega sedikit terperangah mendengar penuturan seseorang itu diujung telpon yang ditebaknya itu adalah suster rumah sakit tempat Mario dirawat.


"Apa kondisinya parah?"


Sepersekian detik, tak ada jawaban dari suster itu, hanya ada keheningan.


"Sangat parah" jawabnya setelah agak lama.


"Berikan telponnya pada Mario". Rega curiga ada sesuatu dibalik diamnya suster tadi.


Dan suster itu kembali diam.


"Dia tidak sadarkan diri" jawabnya.


Tut.


*-*-*-*-*-*-*


Rumah sakit Premier Surabaya


Suster itu terlihat risih dan juga malu atas perlakuan Mario padanya.


"Maaf, saya harus kembali bekerja". Suster itu kemudian menarik tangannya cepat dan pergi meninggalkan Mario yang berada di ruang UGD.


--------


"Saya keluarganya Mario Ardana? Dimana dia sekarang" kata Rega.


Dirinya baru datang dan kini berada di meja receptionist dengan wajah datar.


"Sebentar saya lihat dulu. Bapak Mario Ardana berada di ruang UGD"


Tidak menunggu lama, Rega langsung melangkahkan kakinya mencari ruang UGD, ruangan yang tepat berada di lorong yang sama dengannya.


Rega menatap Mario yang terbaring di tempat tidur, matanya menelisik setiap inci tubuh Mario dengan seksama.


Tidak ada yang terluka. Gumam Rega.

__ADS_1


"Bangun" kata Rega sambil menepuk paha Mario sekilas.


Mario yang sedari tadi hanya berpura-pura, tidak goyah dari aktingnya.


"Baiklah. Tidur saja disitu kalau mau sampai pagi". Rega berbalik dan sudah berjalan beberapa langkah meninggalkan Mario.


"Hei! Lo tega ninggalin gue?" kata Mario dan buru-buru duduk di atas ranjang rumah sakit.


"Gue liat lo betah tidur disitu" jawab Rega.


"Tuhaan. Lo ngga liat kaki gue luka"


"Gue liat semuanya masih utuh"


Mario menghela nafasnya kasar. Beranjak dari tempat tidur dan berjalan mensejajari Rega.


Keduanya berjalan pergi meninggalkan ruangan UGD untuk membayar administrasi rumah sakit. Rega membayar semua tagihan Mario, karena itulah alasan Mario meminta suster untuk menelpon Rega.


"Nanti gue bayar, kalo udah balik ke Bandung" kata Mario. Dan Rega tidak menanggapi hanya terus berjalan dengan tatapan lurus.


------


"Ibu, aku mau ke toilet sebentar"


Deg...


Suara itu. Pikir Rega.


.


.


.


.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2