Kucinta Kau Apa Adanya

Kucinta Kau Apa Adanya
Chapter 2


__ADS_3

Waktu terasa cepat berlalu, sekarang sudah menunjukkan pukul 12.30 saatnya makan siang. Rere dan Titian sudah ada di kantin sekolah saat ini, kali ini mereka bersama Ratu, yang juga teman mereka hanya rumahnya jauh dari komplek perumahan Titian dan Rere, sedang memakan makanan yang mereka pesan dan akan segera habis.


Tap seseorang menepuk pundak Titian.


"Hallo beby"


Tiba-tiba suara yang familiar di telinga Titian mengejutkannya dari samping membuatnya mendongak untuk melihat siapa yang ada disana.


"Andri ko kamu bisa sampe sini?" tanya Titian heran.


"Apa yang aku ngga bisa demi kamu?" katanya.


Ratu dan Rere menatap kedatangan Andri yang tiba-tiba, sontak semua orang disana menatap pada Andri, selain karena terpesona dengan ketampanannya juga heran karena anak sekolah lain bisa masuk ke kantin mereka dengan bebas.


Sekilas Andri dan Ratu saling mencuri pandang, saat Andri telah duduk di samping Titian dan memesan minuman dari sana. Rere dan Titian yang sibuk makan makanan mereka tidak melihat rona wajah Ratu dan Andri yang tidak bisa diartikan tanda apa itu.


"Beby pelan-pelan makannya" ujar Andri kemudian menyelipkan rambut Titian yang menghalangi wajah cantiknya ke belakang telinga.


Dengan sigap Andri mengambilkan minuman di depan Titian saat melihat Titian hampir menghabiskan suapan terakhirnya.


"Makasih" kata Titian lembut disertai senyum manis.


Andri tersenyum "masih haus?" tanyanya sembari menyodorkan minuman miliknya pada Titian "atau mau aku ambilin yang baru?" tawarnya lagi.

__ADS_1


"Ngga, ini udah cukup. Bisa kembung perut aku kalo minum terus" Titian tersenyum lebar.


"Ngga papa beby, badan kamu tetep bagus ko kalaupun makan banyak, dan kamu tetep paling cantik dimataku" Andri mengelus puncak kepala Titian lembut tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah cantik Titian.


Uhuk uhuk..


Mendadak Ratu terbatuk mendengar perkataan Andri, dan segera mengambil minuman miliknya.


Sebentar Titian dan Andri menatap Ratu yang tersedak makanan, namun tak lama kembali berpandangan setelah melihat Ratu baik-baik saja.


"Gombal" kata Titian.


"Beby nanti malem mau kemana?" tanya Andri.


"Temenin aku ke birthday party temen aku yah. Nanti aku jemput"


"Boleh, jam berapa? Tapi pulangnya jangan kemaleman"


"Jam 8, nanti aku jemput kamu oke. Aku balik ke sekolah dulu ya. Nanti aku telpon"


Titian tidak menjawab hanya menganggukkan kepala dan tersenyum. Saat Andri ingin mencium kening Titian, Titian malah menahan tubuh Andri dan membuat Andri memutar bola matanya pada Ratu.


"Jangan gini dong, kan aku udah bilang" jelas Titian.

__ADS_1


Huh. Andri menghela nafas kasar, dan meninggalkan ketiganya tanpa sepatah katapun. Sedangkan Titian menatap punggung Andri yang melenggang meninggalkan kantin kampus.


"Lo ngga boleh gitu Yan, kalo lo kek gitu terus lama-lama Andri bosen sama lo. Sekali-kalo bolehin lah dia nyium lo. Sekedar ciuman doang kan ngga bakal kenapa-kenapa" kata Ratu yang menghabiskan makanannya.


"Lo jangan nyaranin yang ngga-ngga dong sama Titian. Tiap orang kan punya prinsip masing-masing, kalau kata gue itu bagus ko, itu salah satu bentuk menjaga diri dan harga diri. Seandainya mereka putus ga bakalan ada issue negatif yang bisa disebarin Andri tentang Titian" Rere nyerocos membela Titian karena terkesan disalahkan oleh Ratu.


"Sebagai temen, gue cuma nyaranin lo Yan, jangan sampe lo nyesel karena prinsip lo itu" sergah Ratu lagi.


"Udah-udah, kenapa jadi pada ngegas gini" imbuh Titian menghentikan perdebatan kedua temannya itu.


"Lo juga Rat, yang dibilang Rere itu bener. Lagian kalo gue sampe ketauan sama orang tua gue, gue pasti dimarahin habis-habisan. Prinsip gue, ngga bakal ngelakuin hal-hal yang seharusnya ngga gue lakuin sebelum menikah. Lo harus tau itu. Jadi jangan nyaranin gue yang aneh-aneh lagi" tutup Titian merasa sedikit kesal dengan ucapan Ratu.


"Nah itu" sambung Rere.


"Yaudah iya iya, gue minta maaf" sahut Ratu dengan wajah kesal.


-


-


-


-

__ADS_1


tbc.


__ADS_2