
Di suatu masa hiduplah seorang anak bernama Maru. Hidupnya sangat mengerikan, setiap hari dia ditindas dan dianggap sebagai pembantu di sekolahnya. Dia bosan hidup seperti ini akhirnya dia memutuskan untuk menyiksa dirinya sendiri. Saat pulang sekolah tanpa berpikir panjang dia langsung mengambil pisau dan hendak menyayat dirinya sendiri. Tetapi saat mau melakukannya, tiba-tiba muncul cahaya yang sangat terang. Cahaya itupun berkata “Salam damai, hidupmu tidak akan berakhir disini. Aku akan mengirimmu ke dimensi lain. Disana kamu akan memulai hidup baru. Tutuplah matamu dan bukalah matamu dalam 3 detik dimulai dari sekarang.”. “Eh.. tapi.. Ahh.. baiklah” MAru pun menutup matanya.
3 detik kemudian….
“Dimana aku, apakah ini yang dinamai dimensi lain?” kata Maru dalam hati. “hei! Siapa kau kenapa kau tiba-tiba dirumahku!?”Tanya seorang perempuan yang seumur dengan maru. “eh!? i.. ini rumah mu? Ehehehe a.. aku minta maaf aku tidak tahu jika ini rumahmu… aku tiba-tiba ada disini… jadi aku minta maaf aku akan pulang ke rumah ku.. eh… tapi… rumahku dimana aku baru datang kesini… tidak punya uang pula…”kata Maru gugup. “oh!? Kamu tidak punya rumah? Kebetulan sekali.. aku sedang mencari teman untuk menemaniku. Maukah kau tinggal bersamaku? Kamu bukan pencuri kan?” Tanya perempuan itu. “Oh ya.. omong omong namaku Yukimiru. Kau bisa memanggilku Miru. Namamu siapa?” Kata Miru menawarkan dan menjelaskan dirinya. “eh?! Mmm… namaku Maru. Tenang saja, aku bukan pencuri kok aku datang kesini dengan damai hehehe… Oh ya.. lalu bagaimana dengan orang tuamu? Apa yang akan kau katakan jika orang tuamu menanyaimu?” Tanya Maru heran. “em… orang tuaku… orang tuaku dibunuh oleh Negara tetangga, jadi sekarang aku hidup sendiri, meskipun orang tuaku meninggalkan harta yang cukup banyak untukku… tetapi aku masih mempunyai kekurangan dalam hidupku. aku sendiri pun disini tidak ada istilah sekolah dulu sempat ada tetapi itu adalah satu-satunya sekolah di Negara ini. Selain sekolah itu tidak ada sekolah lagi karena tidak ada yang berminat membangun sekolah untuk anak-anak. Jadi kita anak-anak di negara ini. Jadi sekarang tidak ada sekolah karena sekarang Negara kita sedang dikuasai oleh Negara tetangga. Orang tuaku terbunuh karena memberontak agar sekolah dibangun untuk masa depan anak-anak tetapi.. ujung-ujungnya tidak diwujudkan dan orang tuaku dibunuh.” Jelas Miru panjang lebar terhadap negaranya. “lalu.. dari mana kamu berasal? kenapa tiba-tiba ada disini?”pertanyaan Miru pun meluap-luap. “aku berasal dari bumi di dimensi lain tiba-tiba saja aku ada disini setelah mendengar suara dan cahaya yang sangat terang.’’ Jawab Maru panjang lebar. “ooo.. baiklah ayo kamu sudah makan siang? Hari sudah siang.. pasti belumkan? Ayo aku yang masak deh… karena kamu pendatang baru.. dan kuanggap sebagai teman selamanya. Aku juga akan menganggapmu seperti saudara kandung. Setelah makan siang, kita akan berkeliling sebentar di sekitar sini. Jadi kamu akan mengenal sedikit denah sekitar rumah. Kamu tidak akan tersesat aku juga akan selalu berada di sampingmu aku akan selalu menjagamu sampai di akhir hayat karena kamu adalah satu-satunya temanku. Hehe…”kata Miru sambil tersenyum kecil. ‘’eh? Baiklah terimakasih… aku juga akan selalu berada disampingmu sampai akhir hayat. Aku berhutang budi kepadamu” Kata Maru sambil terlihat gugup. Setelah makan siang, mereka berjalan-jalan.
“nah ini adalah gang kecil kata orang-orang gang ini angker… aku belum pernah memasukinya aku takut kerena tidak ada yang menemaniku untuk masuk kesana padahal… aku penasaran ingin pergi ke sana…” ekspresi Muri tiba-tiba murung. “mm… Miru aku akan menemanimu masuk ke gang itu ayo aku juga penasaran jadi ingin masuk kesana.” Mirupun kaget dan tiba-tiba ekspresinya berubah menjadi ceria lagi. “benarkah? Benarkah kamu akan menemaniku?”Tanya Muri memastikan. “iya aku akan menemanimu aku kan sudah berjanji untuk selalu berada di sampingmu jadi aku akan menemanimu dimanapun kamu berada.”
Akhirnya mereka memasuki gang itu. Memang terlihat dari gang itu ada bekas coretan dan retakan yang terlihat sudah sangat lama, dan tiba-tiba muncul suara menyeramkan. “hihihihihihi wah wah wah ada pendatang rupanya berani sekali kau masuk ke rumahku tanpa izin dariku.” Maru dan Miru mulai ketakutan. Maru memeluk Miru agar Miru tidak ketakutan. “e.. eh!? Apa yang kau lakukan kenapa kau memeluk ku tiba-tiba?” Tanya Miru gugup karena dipeluk oleh Maru. “ hehe memangnya kenapa? Aku memelukmu agar kau tidak merasa ketakutan. Toh.. kamu tidak melepaskan pelukanku hihihi” jawab Maru senang. “ aku tidak melepaskan pelukanmu karena… karena… *huft* aku tidak melepaskannya karena aku merasa nyaman didalam pelukanmu” balas Miru dengan ekspresi malu dan pipi memerah.
“hei hei.. aku kalian anggap apa heh? Kalian berada di rumahku kenapa malah dijadikan seperti aku yang menjadi tamunya…. “ kata suara mengerikan itu menyela pembicaraan mereka. “oh ya maaf membuat kalian takut. Kalian adalah orang tak kenal takut bagiku, karena kalian adalah orang yang paling berani masuk ke dalam rumahku karena biasanya begitu ada yang melewati gang ini aku selalu tertawa karena senang tapi ujung-ujungnya mereka langsung lari ketakutan baru kali ini ada yang tetap bertahan dan tidak lari ketakutan.” Lanjut suara mengerikan itu. “jadi.. siapa sebenarnya kau? Kenapa kau tinggal di gang ini?” Tanya mereka bersamaan. “ aku adalah orang yang akan memberimu keahlian dan tanda bahwa kau kiriman dariku jadi aku akan memberimu sebuah petualangan yaitu mengalahkan Negara tetangga yang telah menindas kita dan.. Oh ya, teman laki-lakimu itu sangat spesial loh hihihihihhi… baiklah ini misimu” kata suara itu. Tiba-tiba suara itu menghilang dan gang itu terasa tidak mengerikan lagi.
“eh?? Apa maksudnya aku spesial?” Tanya Maru. “ mana aku tau baiklah tidak usah dipikirkan ayo kita buka kertas ini kata suara itu kertas ini adalah misi kita.”jawab Miru. “jadi misi kita menyerang negara tetangga… hmmm.. Miru, apa yang ada ditanganmu Miru kenapa ada gambar seperti sayap?” Tanya Maru heran. “aku juga tidak tahu tiba-tiba ada tanda ini setelah suara itu hilang. Di tanganmu juga kok, malah lambangnya seperti gambar bintang…” jawab Miru sambil menunjuk kearah tangan kanan Maru. “Eh?! Sejak kapan tanda ini ada disini? Hmm… kemungkinan… hah! Kemungkinan ini keahlian yang diberikan oleh suara itu tadi tapi gimana cara mengendalikannya, aku juga tidak tahu keahlian apa yang diberikan oleh suara itu kepada kita” kata Maru kebingungan. “ hmm.. bagaimana kalau seperti memikirkan apa yang kita inginkan tetapi harus sesuai dengan gambar ini jadi kita coba-coba hehe gimana?” Tanya Miru kepada Maru. “ aku rasa tidak ada salahnya coba-coba… baiklah kita coba-coba hehe” jawab Maru dengan tersenyum kecil. Merekapun memikirkan keahlian yang ada di tangan mereka.
“hmm… aha! Bagaimana kalau… terbang!” kata Miru, seketika keluarlah sayap dari punggung Miru. Dan segara sayap itu terbang. “waaaahhh! Tolong!! Hei Maru! Bagaimana ini?! Aku terbang aku tidak tahu cara mengendalikannya!” kata Miru tampak takut. “ waduh bagaimana kau bisa terbang? Dan bagaimana ada sayap di punggungmu? Bagaimana ini?! Aku tidak bisa terbang! Baiklah aku coba saja… terbang!” namun tidak terjadi apapun pada Maru. “ haduh tidak bisa!
Tunggu dulu.. kalau ini bintang… sepertinya aku mengerti! Aku adalah penyihir! Baiklah! Tongkatku muncullah!” kata Maru berteriak. Seketika ada tongkat muncul tapi ternyata hanya ranting pohon yang muncul di tangan Maru. “hei! Kenapa malah ranting pohon… hhh… sudahlah, mungkin memang ini tongkatnya… baiklah akan ku coba terbang melalui tongkat sihir!” Seketika terbanglah dia! Wah! Aku terbang! Hebat, aku terbang!” sorak Maru kegirangan. “hei aku tau kau bisa terbang tapi bagaimana dengan aku?!” ternyata Miru masih goyah dan tidak bisa mengendalikan sayapnya.” Hmm… aha!” Maru memejamkan matanya dan mengarahkan tongkat sihirnya kearah Miru. Namun, apa yang terjadi?
Oh Tidak! sihir Maru tidak mempengaruhi sayap Miru. “ tidak berhasil juga! Bagaimana jika kau yang mengendalikan sayapmu? Coba saja mungkin berhasil…” kata Maru menebak-nebak. “ baiklah akan kucoba! Hei sayapku tenanglah! Tenang!. …. Tidak terjadi apapun!” Miru jatuh! “ups aku harus segera menolongnya! Bertahanlah Miru! Aku akan menyelamatkanmu!” kata Maru sambil menuju kearah Miru. WUSSHH!! “fiuuuh hampir saja kau jatuh.” Ehehehe… maaf tapi… ketika aku sedikit tenang tiba-tiba saja sayapku menurut ketika aku suruh dalam hati… kok bisa yah?” Tanya Miru heran. “hhh… mungkin kamu ketika terbang tidak boleh meragukan sayapmu kamu harus percaya kepadanya Karena dia adalah bagian dari tubuhmu sekarang.”
Akhirnya Miru dan Maru pun mengerti apa maksud dari lambang itu. Sayap adalah lambang bahwa Miru dapat mengeluarkan sayapnya dan terbang, sedangkan arti dari bintang adalah lambang penyihir.
Mereka pun pergi kearah rumah mereka lagi. Saat sampai dirumah, mereka mandi bergantian lalu Miru memasak karena tidak terasa hari sudah mulai malam. “hei, Maru,”
__ADS_1
“ya?” kata Maru sambil membantu memasak. “mm… apa benar kamu mau menemaniku?”Tanya Miru ragu-ragu.
“pasti, memangnya kenapa kamu tiba-tibaa bertanya lagi?padahal tadi kamu sudah senang..” Tanya Maru. “mmm… itu… aku sebenarnya… kita bersahabat saja ya… jangan sampai kita saking dekatnya sampai dibilang nanti takutnya sama teman-teman aku dibilang mempunyai saudara kandung…” Miru menjelaskan. “ah.. kalau itu kecil.. aku yang akan mengurusnya oke? Jika ada yang mengejekmu, kamu tinggal bilang ke aku biar aku sihir dia menjadi kelinci! Oke?” kata Maru sambil bercanda. Miru pun tertawa geli melihat sikap Maru yang seperti anak kecil “hihi.. terimakasih..” jawab Miru. “loh.. kok terimakasih?? Justru yang bilang terimakasih itu seharusnya aku.. kamu memberi aku tempat tinggal.. padahal kamu saat itu belum kenal aku, bagaimana jika aku berniat jahat?” tebak Maru. “ah… itu… aku tidak tahu tiba-tiba saja hatiku mengatakan kalau kamu adalah orang yang terbaik untuk menemaniku, oh ya apakah kamu senang sebelumnya? Sebelum kamu tiba di sini?” Miru bertanya. Maru seketika mukanya langsung masam. “Loh?! Kok cemberut? Aku salah ngomong ya.. maaf..” kata Miru menyesal. “tidak hanya saja…” Maru langsung memeluk Miru. “hei?! Apa yang kau?!..” “sebenarnya.. waktu aku sebelum masuk ke dunia ini.. aku selalu ditindas di duniaku.. disana tidak ada tempat bagiku… orang tuaku juga sama sepertimu.. mereka tewas dibunuh dirumahku.. semua orang mengira aku yang membunuhnya.. padahal saat itu jelas-jelas aku sedang sekolah dan baru saja pulang, begitu aku datang.. mereka sudah…. Yah, itulah.. semua keluargakupun tidak ada yang mau mendekatiku, mereka semua takut padaku, kalau tahu begitu, aku akan lari saja dari rumah itu. Tidak seharusnya aku lapor polisi.. akibatnya.. malah aku yang dituduh..,*hiks*” Maru pun menceritakan semuanya kepada Miru. “hei… sudah, jangan menangis..” “apa kamu tidak takut kepadaku juga? Setelah aku menceritakan semuanya?” Tanya Maru. “tentu saja tidak, kenapa harus takut? Aku benar-benar tahu kalau kau baik pada saat kau menolongku.. jika kau memiliki niat buruk kepadaku, kenapa saat itu kau menolongku?” jawab Miru dengan sangat Yakin. “hmm.. kamu sangat percaya kepadaku?” Tanya Maru lagi. “sangaaaat yakin” kata Miru sambil mencubit pipi Maru. “ADUH! Sakit!! Baiklah baiklah aku percaya padamu!” “hehe gitu dong..” setelah selesai memasak akhirnya mereka makan malam.
Maru makan dengan lahap. “Hmmm! Enak! Dari mana kau belajar memasak??” Tanya Maru. “Mmm… sebenarnya aku belajar memasak sendiri..” “wah! Benarkah?! WOW! Keren!” kata Maru sentak berdiri. “hehe.. terimakasih..” Miru tersipu malu.
Setelah makan, mereka mencuci piring dan mereka pun tidur. Keesokan harinya…
CIRP…CIRP… (suara burung) “ngghhh… ah.. selamat… !? Miru, kamu dimana??” Tanya Maru yang langsung menuruni tangga. “Hei, selamat pagi kenapa kau terlihat… berantakan seperti itu? Kamu belum mandi?? Mandi dulu sana aku hampir menyiapkan makanan..” kata Miru yang ternyata sedang ada di dapur. “fiuuhh… ku kira kamu diculik…” “heh??! Di.. diculik?? Haha itu tidak mungkin kalau aku diculik paling aku terbang duluan.. hehe” kata Miru. “hhh.. baiklah… aku mandi dulu”. Setelah Maru mandi, dia makan pagi bersama Miru. “hei.. Maru besok kita akan berperang… aku takut besok kita kalah…” Kata Miru tiba-tiba murung. “hei.. jangan minder… aku yakin kita besok pasti menang, sayapmu saja sekuat itu. Kamu juga dapat melemparkan jarum sayap dalam jarak jauh. Itu bagiku termasuk kekuatan kelas A.” kata Maru sambil mengunyah makanan. “… kamu kelas S” kata Miru. “ya… tapi kamu dapat melemparkan jarum..” “kamu malah dapat melemparkan bola api, racun, duri daun, dan lainnya..” “iya sih… hah… kita anggap impas saja..” Kata Maru menyerah.
Mereka berdua pergi ke lapangan dan berlatih lagi. Saat siang hari, mereka beristirahat. Lalu berlatih lagi. Saat sore hari..
“hei ayo kita pulang sudah sore…”Kata Maru sambil turun ke tanah. “ya ayo.. aku juga lelah hmm… besok…” “hah… sudahlah tenang saja… aku akan melindungimu.”Kata Maru langsung memotong pembicaraan Miru. “ya… baiklah”
Malam hari….
Keesokan paginya…
CIRP… CIRP…
“Hoaaammm…. Pagi Mar…?! MARU!!!” “ya? Kenapa? Tanya Maru. “darimana kau dapatkan anjing yang sangat lucu ini?” Tanya Miru sambil memeluk anjingnya. “oh.. itu… tadi pagi maunya sih aku membelikan kamu anjing, tapi, tokonya ternyata masih tutup, jadi aku kembali, tetapi saat dalam perjalanan pulang, aku menemukan anjing ini di jalan, kakinya terluka, jadi aku sembuhkan pakai sihirku, lalu, aku beri bonus!” jelas Maru panjang lebar. “bonus?”kata Miru bingung. “iya, bonus…” “bonus apa??” “kamu lihat tanda jejak serigala di dahinya?” “ya.. memang kenapa??” “haduh.. masa kamu tidak mengerti sih… anjing itu dapat berubah menjadi werewolf! Oh ya! Sekalian juga anjing itu hadiah ulang tahunmu dari aku” Kata Maru. “Eh?! Werewolf?wah!!terimakasih!, tapi…. Darimana kamu tahu kalau aku ulang tahun??”Miru heran. “oh itu, aku tahu dari kalender, kamu menulis bahwa hari ini hari ulang tahunmu.”Kata Maru.
“…. Baiklah terima kasih ya.. ini hadiah paling berharga dalam hidupku.”Kata Miru.
__ADS_1
“hei, Miru bersiap-siaplah lalu kita berangkat.” Kata Maru yang terlihat sudah rapi.”hah.. iya-iya..” Miru menjawab dengan lesu.
“Maru! Ayo! Aku sudah siap!”Miru berlari kearah Maru. “ya sudah ayo, kita naik mobil.”kata Maru. “eh?! Mobil? Kamu lupa? Kalau kita bisa terbang??” Kata Miru sambil tertawa kecil. “Oh iya,aku lupa hehe ya sudah ayo kita terbang”. SRIING! Miru mengeluarkan sayapnya. “Hei Maru! Ayo!”Kata Miru. “ngh…. Apa kau yakin?”Tanya Maru. “eh? Memangnya kenapa??” “hah.. kamu ini.. bagaimana dengan anjingmu ini… masa ditinggal? Kasihan kan?” “huh… iya juga ya…aku tidak bisa membawanya.. terlalu berat untukku agar membawanya…” “ah… iya juga sih… bisa nggak ya kalau aku beri dia sayap seprtimu…” “Nothing Impossible (tidak ada yang tidak mungkin ” kata Miru. “ yup! Baiklah!”
Maru mencoba memberi anjing itu sayap. CRING! Kaing!Kaing! WHUSS! “aha! Berhasil!”Kata Maru. “Hei ayo! Tito!(nama anjingnya).” “Baiklah!” “Weh?! Anjingnya berbicara?!”Kata Maru kaget. “hmm.. mungkin saat kamu menyihirnya, kamu juga membayangkan kalau Tito bisa berbicara..”Kata Miru. “ternyata juga berpengaruh ya… baiklah tidak apa-apa deh, kita jadi bisa lebih mengerti apa yang dimaksud olehnya.” Kata Maru. “Ayo Tito kita berangkat!”Kata Miru.
Merekapun berangkat menuju Istana tempat kerajaan mereka dijajah.
“ah.. akhirnya sampai juga..” “sssttt…”kata Maru menyuruh agar Miru diam. Mereka menyelinap ke dalam istana. Tap.. tap.. tap.. tap.. BZZTTT! Um! BRUUK! SRAAK.. SRAAK... “cepat! Ganti bajumu dengan ini!”kata Maru. “Eh?! Tapi inikan baju laki-laki!” “Ah! Pakai saja ini demi kebaikanmu Ok?” kata Maru sambil memberikan baju itu kepada Miru.
Mereka berganti baju lalu berjalan layaknya seorang pengawal kerajaan. Mereka menuju ruang tempat raja. CKRAK! Bunyi pistol yang di isi ulang pun bergema di ruang kerajaan. “Wah.. wah.. wah.. siapa yang berani kesini? Tidak mungkin pengawal biasa bukan? Tidak usah pura-pura, tunjukan wajah asli kalian. Lalu ayo bertarung.”kata pemimpin para penjajah itu. “pergilah dari Negara kami penjajah!” “hahaha! Memangnya siapa kalian berani mengusir kami?” kata Pemimpin para penjajah tersebut “baiklah! Kita akan bertarung, jika kalian menang, aku akan pergi dari Negara ini dan memastikan tidak akan ada yang menjajah kalian lagi, tetapi jika kalian kalah, aku akan menguasai Negara ini selamanya”. “Baiklah! Ayo bertarung!”
“Hiaaahh!!!” “Miru! Tunggu!” DOR! (Hah!?) SRAAT! TRIING! “Miru, lain kali kamu harus lebih berhati-hat..” DOR! CRAT! (UKH!!) BRUUK! “Maru!! Tidak! jangan.. jangan.. Maru.. kamu jangan.. hiks*”Miru pergi kearah Maru. “Miru.. Tolong, bebaskan Negara ini… aku.. uhuk*uhuk*, terima kasih…Miru..” “tidak!.. jangan… jangan! Jangan Maru.. jangan tinggalkan aku… aku tidak punya siapa-siapa lagi..” Kata Miru sambil menangis. “Kan kamu masih punya Tito.. berbahagialah bersama Tito ok?uhuk* selamat tinggal… Miru..” Ma… Maru…”kata Miru dengan lesu. “hahahaha! Aku menemukan titik lemahmu! Susulah dia!”DOR! CRAT! Kaing! Kaing! “hah.. huh…” “Miru! Sadarlah! Bebaskan Negara ini! GRRRrrr…” kata tito Yang berubah menjadi werewolf saat menangkis serangan Pemimpin itu. “Aha! Aku juga memusnahkan keluargamu satu-satunya.. hahaha!”
“Kau… Kau… DASAR KAU ORANG JAHAT!, LICIK, DAN TIDAK BERPERASAAN!” WHUSS! DOR! TRANG! (hah! Bagaimana bisa dia menangkis peluru dengan sayapnya yang tidak berguna itu?!)
“AWAS KAU!”WHUSS!!! kecepatan sayap Mirupun bertambah cepat seperti kilat. “Tidak! jangan! Aku janji akan pergi dar Negara ini! AKU JANJI!!!” teriak Pemimpin itu. SRAAT! “kau.. janji?” Tanya Miru. “hehehe… tentu saja tidak!” DOR! CRAT!(UKH!) “baiklah kalau.. begitu.. aku akan menghabisimu…” WHUSSS! SRRATT! BRUUK! “aaaa…. Aku.. kalah…”
Hosh*hosh*hosh*”tamat sudah” BRUUK! “hiks*hiks* kenapa… kenapa… kenapa semua ini terjadi padaku..? hiks*” tes… air mata Mirupun menetes hiks* “apa yang terjadi denganmu? Kenapa kamu menangis? Aku masih ada dibelakangmu..” “tetapi… kamu kan sudah tiada… aku… tidak dapat bersamamu lagi dan bersama Tito..” “siapa bilang? Menghadaplah ke belakang” Mirupun menghadap ke belakang. Alangkah kagetnya dia ketika dia melihat Maru dan Tito tidak ada disana. “sekarang, menghadaplah ke belakang lagi, kamu akan melihat keajaiban.” “tidak.. sudah cukup… aku tidak mau dipermainkan lagi..” “sungguh? Kau tidak ingin melihat ini? Ini adalah orang yang sangat kau sayangi” miru pun kaget. Spontan dia menghadap ke belakang. Dia sangat kaget, ketika melihat Maru dan Tito ada dibelakangnya.
“Maru! Tito! Bagaimana kau bisa..?”Tanya Miru. “saat air matamu menetes.. saat itulah kami hidup lagi.. kamu benar-benar malaikat kami Miru” kata Maru. “Maru! Tito!” mereka berpelukan bersama…
Ketika mereka berpelukan, saat itu juga mereka menjadi pemimpin Negara itu. Tak lupa juga, mereka mengangkat Tito menjadi jendral pasukan Negara itu, meskipun dia seekor anjing dan dapat berubah menjadi werewolf, dia dapat berbicara dan sangat pintar dalam menyusun strategi pertahanan maupun peperangan. Dia sangat dihormati oleh seluruh warga Negara itu.
__ADS_1
Sejak saat itu, Negara itu disebut “The Magic World”
Tamat.