
Suatu hari di sekolah SD, ada seorang anak bernama Sinta Junius Alfared. Dia duduk di kelas 5. Dia adalah anak yang kreatif, cerdas, dan baik hati sehingga dia memiliki banyak teman. Disamping itu, para guru juga sangat menyayangi Sinta karena Sinta juga suka membantu para guru.
Pada hari Senin, wali kelas 5 yaitu Bu Rahel mengungumkan pada anak kelas 5 bahwa sekolah akan mengadakan penjelajahan pada hari Jumat. Sebelum itu Bu Rahel memilih anak yang akan menjadi ketua regu. Bu Rahel mulai memilih anak yang akan dijadikan ketua regu dan menyuruh anak yang dipilih untuk maju ke depan kelas. Salah satunya yaitu Sinta.
Pemilihan ketua regu sudah selesai, Bu rahel menyuruh ketua regu memilih anak anak yang akan dijadikan anggota dari regu tersebut. Para ketua regu mulai memilih anggotanya sendiri secara bergilir. Setiap regu terdiri atas tujuh sampai delapan orang.
Namun apa yang terjadi? Ternyata ada perselisihan karena merebutkan anggota. Bu Rahel berusaha menenangkan para ketua regu. Sinta pun berpikir sejenak, dan dia mendapatkan ide. “ sebentar bu saya mempunyai usulan atas perselisihan ini, bagaimana jika kita membiarkan anak yang diperebutkan ini memilih sendiri ketuanya?” Usul Sinta dalam perselisihan itu. “ baiklah Sinta itu terasa cukup adil bagi ketua regu. Jadi, kamu memilih siapa nak ?” kata Bu Rahel menanyakan pilihan anak itu. “ S…. Saya memilih regu ini saja bu karena saya pikir regu ini cocok dengan saya.” Jawab anak yang diperebutkan itu. Perselisihan pun terselesaikan secara adil.
Pemilihan sudah selesai dilakukan, selanjutnya tinggal memilih jabatan wakil ketua dan nama regu tersebut. Regu Sinta menunjuk Anisa sebagai wakil ketua regu. Dan tinggal mencari apa nama regu mereka. Ada yang mengusulkan regu Lely, ada juga yang mengusulkan regunya dinamai regu anggrek, dan ada juga yang mengusulkan regunya dinama regu Bougenvil. Regu Sinta sepakat menemai regu mereka regu Lely.
Kemudian Bu Rahel menyuruh masing-masing ketua regu menuliskan nama regu dan anggotanya di selembar kertas. Sinta menuliskannya seperti ini:
Nama regu: Lely
Anggota:
1. Sinta (ketua regu)
2. Tanti (anggota)
3. Nina(anggota)
__ADS_1
4. Intan(anggota)
5. Ayu(anggota)
6. Somya(anggota)
7. Anisa(wakil ketua)
Penulisan anggota dan regu pun selesai, Bu Rahel menyuruh ketua regu mengumpulkan kertasnya. Sinta dan ketua regu lainnya mengumpulkan kertasnya. Kemudian Bu Rahel membagikan secarik kertas kepada setiap regu. “baiklah anak-anak di dalam secarik kertas yang saya bagikan, ada informasi yang harus kalian baca dan disana sudah ada barang-barang yang kalian perlukan untuk dibawa, serta bawalah makanan secukupnya.
Para regu mulai membagi tugas. Di regu Sinta karena Ayu rumahnya paling dekat jadi teman temannya menyuruh dia membawa barang yang berat. “ hei teman-teman, kalian tidak boleh seperti itu walaupun dia rumahnya yang paling dekat kita harus tetap saling berbagi, kita tidak boleh menyerahkan barang barang yang berat kepada dia sedangkan kita hanya membawa yang ringan. Lagian dia meskipun rumahnya dekat, orang tuanya tidak bisa membantunya karena dia kan hanya tinggal bersama kakek neneknya.” Kata Sinta menjelaskan kepada teman-temannya secara panjang lebar.
“ ya, Bu Rahel” kata anak-anak kelas 5 serentak.
Tidak terasa hari Jumat tiba anak-anak segera membawa barang-barang yang sudah ditentukan pada hari Senin lalu. Setelah pukul 07.00 Bu Rahel berkata pada anak-anak kelas 5” anak-anak pagi ini, kalian membangun tenda terlebih dahulu,. Tenda dipilih berdasarkan undian. Ketua regu dipersilahkan mengambil undian. Sinta dan ketua regu lainnya mengambil undian dan kembali ke regu masing-masing. “baiklah anak-anak silahkan dibuka undiannya”kata Bu Rahel. Sinta membuka undian tersebut regu Lely mandapat nomor undian nomor 3 kemudian Sinta mengambil Tenda bernomor 3 dan segera menyusun tenda regunya bersama anggotanya
Dalam menyusun tendanya regu lely agak sedikit mengalami kesulitan” hei kita tidak bisa membangun tenda ini, tenda ini terlalu sulit dibangun, kita meminta tolong kepada Pembina saja….” Kata seorang dari anggota Lely. “ kamu tidak boleh seperti itu kita sebagai anak pramuka dikenal pantang menyerah kita tidak boleh menyerah karena menyerah adalah jalan menuju kegagalan.” Kata anisa sebagai wakil ketua. “hhh….. baiklah aku akan berusaha tidak menyerah.” Kata anak yang tadi putus asa. Beberapa jam kemudian akhirnya mereka selesai membangun tenda. Namun masih ada regu lain yang belum selesai membangun tenda, jadi Sinta dan teman-temannya memutuskan untuk membawa barang-barang bawaan mereka ke dalam tenda dan merapikannya.
Setelah selesai memasukkan barang-barang mereka. Para ketua regu disuruh berkumpul di lapangan. Para ketua regu pun segera berkumpul di lapangan. “ anak-anak, nanti malam kita akan adakan pesta api unggun kalian para ketua regu harus menyusun penanpilan yang akan kalian tunjukan di pesta api unggun nanti. Jadi segeralah beri tahu kelompok kalian dan mulailah berlatih.” Kata seorang pembina pramuka. Para ketua regu dengan berlari kearah tenda mereka masing-masing dan memberitahu informasi yang diberikan.
Para regu mulai menyusun rencana latihan untuk penampilan mereka. Ada yang menunjukan drama, dance, dan masih banyak lagi. Masing-masing regu berlatih dengan gigih dan bersemangat.
Malampun tiba, akhirnya pesta api unggun pun diadakan. Para regu sibuk mempersiapkan diri mereka sendiri. “ baiklah anak-anak penanpilan hari ini dimulai dengan regu Lely, kemudian dengan regu Anggrek, Bougenvile, dan terakhir regu Sakura. Baiklah mari kita sambut,regu Lely!” kata Bu Rahel
__ADS_1
Regu Lely segera maju dan menampilkan penampilannya.kemudian dilanjut dengan regu yang sudah ditentukan urutannya.
Pertunjukan akhirnya sudah selesai anak-anak juga mulai mengantuk. “ anak-anak besok kalian harus bangun pagi makan dan tentu saja kalian harus masak sendiri. Jadi siapkan diri kalian besok untuk penjelajahan.” Kata Bu Rahel
Anak –anak tanpa mengucapkan salam langsung pergi meninggalkan api unggun. Terkecuali regu Lely, walupun sudah sangat mengantuk, mereka tetap mengucapkan salam dan pergi ke tenda regu Lely.
Pagi pun tiba, anak-anak sudah siap untuk menjelajah. Dan Pembina sudah siap untuk mengumumkan informasi.”anak-anak, seperti yang sudah saya ucapkan kemarin, hari ini kalian akan menjelajah. “yeeey! “ seru anak-anak. “ eit! Jangan senang dahulu…. Nanti kalian juga akan diberi tantangan dan harus menemukan petunjuk “ kata seorang Pembina. “ aaahhh “ kata anak-anak lesu. “ baiklah anak-anak penjelajahan dimulai dari regu Bougenvile, kemudian regu Lely,Anggrek lalu Sakura.
Anak-anak langsung mulai menjelajah di depan sekolah mereka menemukan petunjuk di tanah petunjuk itu mengarah ke karah kanan. Jadi mereka berjalan ke arah kanan. Dan tidak lama kemudian mereka mendapat sebuah petunjuk bertuliskan: “cari salah satu temanmu yang hilang!” Sinta bingung karena ada petunjuk yang bertuliskan seperti itu, kemudian Sinta segera menengok ke belakang. Oh tidak! Anisa menghilang tanpa sepengetahuan mereka. Sinta sebagai ketua regu harus bertanggung jawab terhada anggotanya. Maka, Sinta membagi tugas. Sinta dan Tanti mencari Anisa kearah kanan. Nina dan Intan kearah kiri. Sedangkan Somya dan Ayu kearah belakang.
Meraka mencari anisa dengan sangat rasa takut dan waspada. “hei! Sinta kesini ada yang mencurigakan aku anggap ini sebagai petunjuk.” Kata Tanti. Sinta pun segera menuju kearah tanti melihat petunjuk. Alangkah terkejutnya ketika Sinta melihat ada sepatu milik Anisa tergeletak di balik semak-semak. Setelah melihat sepatu milik anisa ternyata ada jejak kaki yang menuju kearah sebuah pondok kecil. Terlihat pondok kecil itu sangat tua dan terlihat sangat memungkinkan untuk dijadikan tempat persembunyian. Jadi Sinta dengan berani pergi ke dalam pondok tua tersebut Tanti mengikuti Sinta dibelakangnya.
Tiba-tiba ada suara seorang anak meminta tolong.”Tolong! Tolong aku!!!” tapi Sinta merasa suaranya bukan berasal dari pondok tua itu. Jadi, Sinta dan Tanti mencari dari mana sumber suara itu. Dan BRUK!... Sinta terjatuh.” Oh maafkan aku apa kamu tidak apa-apa?” Tanya suara seorang gadis itu. “ ya aku tidak apa-apa” Sinta hendak melihat siapa dia. Ternyata… “Nina?Intan?Somya?Ayu? apa yang kalian lakukan disini?” Tanya Sinta dan Tanti secara bersamaan. “ kami mendengar suara teriakan meminta tolong jadi kami mencari dari mana asal suara itu. “ kata Somya menjelaskan. “ kita juga sedang mencari asal suara itu, baiklah kita mencarinya bersama.” Kata Sinta mengusulkan.
Setelah beberapa saat kemudian terdengar suara teriakan itu dari sebuah gubuk yang kecil. “baiklah kita akan menuju ke gubuk itu mencari anisa dan keluar tanpa ketahuan pencuri. Dan Somya yang menjaga diluar jika ada sesuatu somya akan memberi tanda tanda dengan suara teriakan anak kecil lalu somya, segeraralah ke tempat kita bertemu tadi kita akan bertemu di tempat itu saat kita menemukan Anisa. Semua, siap?” Tanya Sinta. “siap, ketua!”. Mereka mulai menjalankan rencana itu. Sinta dengan kelompoknya masuk ke gubuk kecil itu. Sedangkan Somya pergi mancari tempat sembunyi dan waspada untuk memberi tahu jika ada sesuatu.” Anisa?!!?” “ssstttt diam! Nanti ketahuan !” kata Sinta menenangkan. Mereka berjalan pelan-pelan agar tidak ketahuan penculiknya. “Anisa…. Kami akan menyelamatkanmu…” kata Intan pelan. Anisa mendengar suara bisikan itu. Dia menoleh kearah suara itu. Ternyata itu adalah teman-temannya.
“hai teman-teman kalian berhasil menemukanku! Hebat! Mari kita kembali ke sekolah!” kata Anisa dengan girang. Mereka terheran-heran melihat sikap Anisa. Anisa bercerita tentang kejadian yang terjadi. Jadi mereka sekarang mengerti bukan pencuri sungguhan yang menculiknya. Dia adalah Pak Joko. Dia sengaja melakukan ini karena ini adalah sebuah ujian. Jika ada yang tidak mengikuti ujian ini maka mereka harus menjalani perjalanan yang lebih panjang. Kebetulan mereka mengikuti ujian ini jadi mereka bisa langsung pulang.
“ oh iya Anisa, ini tadi sepatumu terjatuh dibalik semak-semak.” Kata Ayu sambil memberikan sepatu milik Anisa. “ oh terima kasih telah membawakan sepatuku. Sepatu ini sengaja aku taruh disana agar kalian mengetahui bahwa aku berada di sekitar sana. “ lalu kenapa kamu berteriak meminta tolong?” Tanya intan. “ oh itu.. aku sengaja melakukannya aku mengetahui persis kalian kemana saja karena aku diberi teropong untuk melihat kalian ada di mana.” Jelas Anisa. “lalu….” “aaaaaaaaaaaaaakkkkkhhhh” ada suara anak kecil berteriak itu tanda-tanda bahwa ada sesuatu yang akan datang. Mereka akan keluar tetapi… ternyata yang datang adalah pak Joko.
“ selamat regu Lely kalian berhasil melewati tantangan ini, sekarang mari kita ke sekolah. Untuk mengumumkan juara terbaik.” Tetapi bagaimana dengan Somya pak?” Tanya Ayu. “tenang saja dia sedang bersama Bu Rahel menuju sekolah.” Kata pak Joko menjelaskan.
Akhirnya mereka kembali ke sekolah. Saat kembali ke sekolah ternyata sudah banyak anak yang menunggu “sepertinya kita terlalu lama mencari Anisa sampai kita datang terakhir” kata Sinta.
“Baiklah anak-anak apakah semua sudah terkumpul?”Tanya Bu Rahel. “sudah bu!” jawab anak-anak serentak. “ok anak-anak kita akan mengumumkan pemenang pada hari ini . jadi pemenangnya pada juara 1 adalah regu Lely, kedua regu Bougenvile, dan juara ketiga adalah regu Anggrek. Jadi, para pemenang tadi dipersilahkan untuk maju dan saya akan memberi penghargaan kepada para pemenang tadi.” Setelah diberi penghargaan…
“yeeey regu Lely menang, hebat!”kata Ayu. “hey teman –teman kita harus membereskan ini barang-barang kita dulu baru kita pulang.” Kata Santi. Mereka pun bersih-bersih dan pulang.
__ADS_1
TAMAT