
"Rey! Ayolah dimakan! Apakah kamu lagi tidak berselera, dari tadi cuma memainkan sendok kamu di makanan itu?" suruh Tina.
" Sebenarnya aku sudah kenyang. Tadi di rumah sudah makan." ucap Rey kepada Tina.
" Oh! Kenapa tadi kamu memesannya? Ini jadi ke buang makanan nya." kata Tina dengan sedih.
" Hai, aku sudah kenyang. Kenapa kamu memaksa aku?" ucap Rey dengan nada tinggi.
" Eh? Maaf aku... aku tidak bermaksud begitu kok." sahut Tina sambil menunduk. Baru sekarang Rey bersikap sedikit keras kepadanya.
Rey melihat Tina masih menundukkan kepalanya. Rey menjadi menyesal telah bersuara agak keras kepada Tina.
" Maaf!" kata Rey akhirnya. Tina mengambil makanan Rey lalu memaksakan dirinya untuk makan.
" Kamu kalau sudah kenyang tidak usah menghabiskan makanan aku." kata Rey sambil melihat Tina yang makan makanan miliknya.
" Tidak! Ini enak sekali." kata Tina sambil mengunyah makanan itu.
" Tina! Aku pergi yah! Maksudnya aku duluan pulang! Kamu bisa tidak pulang sendiri naik taksi?" ucap Rey sambil merapikan pakaian dan mulai bangkit dari duduknya.
__ADS_1
Tina sesaat diam, dan menatap Rey yang berkata demikian. Tina yang tadi sibuk mengunyah akhirnya berhenti hingga di mulutnya masih penuh makanan.
" Aku pergi yah! Ini uang untuk membayar semua makanan yang kita pesan tadi dan untuk taksi kamu nanti. " kata Rey sambil memberikan lembaran warna merah beberapa lembar.
Tina hanya melongo saja menatap Rey yang hendak pergi. Sebelum pergi, Rey mengulurkan tangannya untuk bersalaman kepada Tina. Tina menyambut uluran tangan Rey itu walaupun sebenarnya dirinya tidak rela ditinggal begitu saja di kafe itu. Namun mau protes pun, nyatanya Rey sudah melangkah pergi dengan cepat.
" Rey! Kenapa kamu berubah? Masak aku ditinggal sendirian disini?" pikir Tina yang akhirnya menyudahi makanan milik Rey tadi.
Tina akhirnya meninggalkan tempat itu setelah membayar semua tagihan makanan yang telah dia makan di sana. Tina mulai naik taksi perjalanan pulang ke rumahnya. Sedih yang dirasakan Tina, namun Tina sadar Rey super sibuk akhir- akhir ini dengan kerjaan nya.
*******
Tina telah sampai di rumahnya. Akhirnya Tina merebahkan tubuhnya setelah mencuci semua wajahnya dan bergantung baju dengan baju tidurnya. Tina masih memikirkan kejadian di kafe bersama Rey. Kenapa Rey tiba- tiba menjadi kasar dan suaranya tinggi kepadanya. Ini baru pertama kalinya juga Tina ditinggal sendirian dan pulang dengan taksi tanpa diantar oleh Rey. Sebenarnya apa yang terjadi dengan Rey. Apakah dirinya telah berbuat salah pada Rey?
" Tina! Kamu dimana?" tanya Annora.
" Aku di kamar." jawab Tina polos.
" Apa? Aku melihat Rey bersama Dora di hotel X." kata Annora akhirnya.
" Ah kamu pasti salah lihat!" tepis Tina.
__ADS_1
" Aku tidak mungkin salah lihat! Aku sempat memfoto mereka kok. Nanti aku kirim ke WA kamu deh, supaya kamu percaya. " kata Annora.
" Mungkin mereka ada janjian dengan klien-klien nya." kata Tina berusaha menepis sangka buruk Annora terhadap kebersamaan Rey dengan Dora.
" Mudah-mudahan seperti itu. Namun mereka bergandengan mesra loh! Apakah begitu Rey dengan Dora kalau bersama dengan kamu?" tanya Annora menyelidik.
" Annora!" kata Tina pelan.
" Ya sudahlah! Anggap saja aku memberi info ke kamu saja loh. Aku tidak bermaksud untuk merusak hubungan antara kaku dengan Rey. Paling tidak setelah ini kamu bisa memastikan nya sendiri. Oke Tina?" kata Annora.
" Baiklah!" kata Tina pelan.
" Tina! Kamu baik- baik saja kan?" tanya Annora.
" Aku matikan dulu, aku akan kirim fotonya ke kamu." tambah Annora lalu memutuskan panggilan keluarnya ke Tina.
Foto yang dimaksudkan oleh Annora sudah dilihat oleh Tina di WA nya. Tina menatap Rey dan Dora berjalan sungguh sangat dekat. Kalau sekadar teman tidak mungkin berpelukan begitu, bukan?
Tina menjatuhkan tubuhnya di kasur empuk nya. Malam ini, Tina benar-benar sangat sedih. Sedihnya Bertumpuk-tumpuk.
" Rey! Kesetiaan dan selingkuh itu adalah pilihan kamu!" kata Tina pelan sambil mengusap air matanya yang mulai keluar. Hatinya pedih melihat foto Rey sangat mesra dengan Dora.
__ADS_1
" Itu adalah pilihan kamu. Dan mungkin saja kamu sudah memilih Dora daripada aku. Namun asal kamu tahu, aku bukanlah pilihan tetapi setia atau selingkuh itulah yang menjadi pilihan langkah kamu. Dan kamu sudah memilih satu diantara dua itu. Aku menyerah Rey! Menyerah untuk meneruskan hubungan dengan kamu." kata Tina lirih.
(Jambi, 15 Januari 2022)